Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
MENGINGAT MASA SMA=MALU


__ADS_3

" kalian boleh makan kuenya sekarang." ucap aldi tersenyum tampan


" ingat tuh pesannya kasian bini loe." kata yoga


" iya bawel loe."


" bener tuh." ucap aulia dengan manyun tapi juga tersenyum.


" iya sayang. iya."


Mereka menikmati kue ulan tahun aldi. Yang dibuat sendiri oleh aulia.


" kuenya enak loh." kata cici menikmati kuenya.


" bener ini pesan di mana aulia." tanya mita.


" enak aja pesen. Kalau orang jago buat kenapa nggak di buat. Terus itu enak karena pake bumbu kasih sayang." kata aulia sambil tersenyum manis pada aldi.


" eakkk."


Aldi yang semakin gemes dengan aulia. Kembali mengigit pipi aulia.


" huh kena lagi, kena lagi."


" makanya tuh muka jangan ngemesin." kata aldi yang menatap wajah aulia


" susah dong kalau emang muka dari lahir gemesin." jawab aulia enteng


" sombong banget nih orang."


" iya lah."


" oiya aulia gua baru sadar kalau loe bisa se romantis ini padahal waktu SMA datar banget sama cowok." ucap mita yang langsung mendapat tatapan semua orang.


" iya juga yah dulu itu bicara sama cowok aja nggak. Pokonya datar plus dingin banget sama cowok tapi kalau sama cewek B aja." ucap cici


Wajah aulia mulai merah karena malu tapi masih bisa berusaha bersikap biasa saja.


" iya juga waktu pertama kali pindah ke surabaya lihat intan kayak salju dingin banget." kata aldi yang mulai membuat wajah aulia bertambah malu.

__ADS_1


" apalagi kan aris... Ettt maaf ya citra


....apalagi kan aris salah satu cowok yang menggilai aulia, udah dia ketua kelas, pinter, dan ya tampan tapi masih di cuekin." kata yoga ikut menimpal


" bener tapi kedatangan aldi udah agak cair bekunya. Meskipun masih marah sama aldi." timpal beni.


" bener apalagi waktu olimpiade cerdas cermat, kan yang ikut aulia, aldi dan aris. Waktu itu menang, dan saat itu anak-anak cowok pertama kalinya lihat aulia tersenyum." timpal doni


" benar, sejak munculnya aldi dan udah baikan dari permasalahannya. Hati esnya udah agak cair. Udah mulai keluar tuh cerewetnya." ucap yoga lagi


" dan giliran udah nikah bukan hanya cerewet tapi jahilnya minta ampun." ucap aris lagi.


" memangnya aldi itu kehidupan loe ya lia." ucap mereka barengan tapi tanpa citra dan aldi. Dan membuat aulia melonggo.


" cowok satu-satunya yang bisa buat hati loe beku dan cair lagi." ucap mereka lagi yang benar-benar membuat wajah aulia malu merah kayak tomat.


Sementara aldi tersenyum puas mendengar ucapan sahabatnya dan melihat wajah aulia memerah.


" cielah malu-malu."


" iya ayo dong jawab."


" bilang kalau iya cuma aldi yang akan menjadi pasangan hidup loe."


Gombal para sahabatnya. Aulia terbelalak. Ingin rasanya dia pingsan saja saat ini supaya tidak usah menjawab pertanyaan mereka.


" ayo ayo kenapa diam aja hah." aldi mendekat ke aulia. Aldi hendak mencium pipi manis aulia, tapi belum sampai aulia sudah kabur malu ia malu mendengar ucapan sahabatnya.


" ha ha ha malu juga tuh anak." mereka tertawa.


Aldi mengejar aulia hingga di tengah tengah lapangan hijau disana. Aldi memeluk aulia dari belakang, tanpa mempedulikan orang-orang yang melihatnya.


" Makasih jika memang perkataan mereka benar, soal kamu membekukan hatimu dan mencairkannya saat bersamaku. Makasih." aldi membalikkan tubuh aulia dan menatap wajah cantiknya lalu mencium keningnya.


" aku pergi dulu. Ada kelas, perkataan mereka jangan terlalu di pikirin ntar tambah malu lagi kalau terus di pikirin. Bay baaay aku ke kelas zaujati." kata aldi tersenyum lalu pergi meninggalkan aulia sendiri masih dengan terbengong.


Zaujati....haduh mau pingsan rasanya aldi bilang kayak gitu. tapi ya sudahlah iya zauju itu bener. batin aulia.


Melihat aulia masih terbengong dan wajah memerah membuat aldi kembali mode jailnya untuk membuat aulia tambah malu dan memerahkan wajahnya.

__ADS_1


" AKU MENCINTAIMU NYONYA INTAN AULIA ALDI ANGGARA DAN HANYA DIRIMU. INGAT HANYA DIRIMU." teriak aldi dan benar saja aulia yang mendengarnya rasanya ingin pingsan saja tapi tubuhnya menolak.


" aa cie cie nyonya aldi anggara malu-malu." kata cici menyenggol lengan aulia.


Aulia yang sadar kedatangan mereka langsung mengigit bibir bawahnya. Dan berlari meninggalkan mereka.


" aa pasti dia malu lihat kita. Lihat aja nanti kalau kita ke rumahnya pasti nggak berani lihat muka kita." kata cici yang tertawa begitu juga sahabatnya yang lain.


Dari kejahuan aldi bukan tersenyum lagi tertawa puas melihat aulia merona.


" ha ha ha intan kau itu lucu menggemaskan sekali." kata aldi tertawa.


" puas juga loe ketawa lihat bini loe malu-malu gitu." kata aris menyadarkan aldi yang sedari tadi tertawa.


" ha ha ha iya lah nanti pasti dia nggak berani lihat muka gua."


" sumpah loe muka yang udah merah kayak gitu loe tambahin." kata yoga


" ha ha ha iya lah lucu, gemes gua lihatnya. Ya udah ayo ke kelas." ajak aldi pada sahabatnya.


Ya aldi, aris, yoga, beni dan doni satu kelas.


Di kelas aulia....


" haduhh untung nggak ada orang. Aa malu benget." kata aulia memengangi wajahnya panas.


" hah aldi sih, malah nambahin jadi malunya kan plus." ucap aulia.


" hemmm cie malu-malu nie yee." kata citra langsung duduk di dekat aulia.


Aulia tidak merespon dia terus menunduk, wajahnya benar-benar merah. Dia malu melihat wajah teman-temannya. Termasuk citra.


" ya ampun diem-diem baeee. Nyonya aldi anggara. Aseekk." citra terus saja menggoda aulia.


Aulia terus menunduk bahkan teman kelasnya sudah berdatangan untuk masuk pelajaran dosen selanjutnya.


" cie nyonya aldi anggara malu-malu." gombal para teman kelasnya.


Bahkan dosen yang sudah masuk juga menghoda aulia.

__ADS_1


" nyonya aldi anggara malu-malu tumben nunduk gitu." goda bu dosen tapi tak aulia tanggapi. Dia benar benar malu saat ini.


Bisa bisa aku mati konyol nih. Ntar langsung beredar di berita. 'Intan aulia aldi anggara istri dari aldi anggara yang merupakan putra seorang presdir besar sulkifli dan pengusaha sukses di usianya yang masih muda mati konyol karena malu' blusshh aa kalau bener ntar gitu haduhh nggak ada muka lagi nih. Batin aulia dia terus menunduk menatap meja yang nenjadi saksi saat ini bagaimana ekspresi aulia.


__ADS_2