
Plakkk.
Aulia langsung menampar Yoga.
" kenapa nampar gua. Gua salah apa." ucap Yoga.
" kenapa loe ninggalin Aulidia bersama dokter gila itu." ucap Aulia dingin.
" hah..karena itu loe tampar gua. Hah aneh loe. Emangnya kenapa." ucap Yoga.
Aulia menahan emosinya dia langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menjawab Yoga.
Aulia memilih ke kamar anak-anaknya bermain, jika melihat anak kembarnya itu, Emosi Aulia akan menjadi reda.
" lidia ada apa." tanya Yoga.
Aulidia hanya melihat Yoga sekilas lalu menunduk. Reza mendekat.
" jawab pertanyaan gua kenapa loe ninggalin Aulidia bersama dokter gila itu." tanya Reza.
" hah...ya ada apa sih kak." ucap Yoga.
" jawab pertanyaan gua kenapa ninggalin Aulidia." ucap Reza meninggikan suaranya.
" kak udah biar aku yang ngobrol dan selesaiin masalah aku sendiri." ucap Aulidia langsung menarik tangan Yoga pergi dari tempat itu.
" kita resto terdekat." ucap Aulidia langsung masuk mobil Yoga.
Yoga hanya menurut perkataan Aulidia meski di benaknya ada banyak pertanyaan.
Aulidia maupun Yoga sedari tadi hanya diam bahkan sampai di dalam resto pun mereka masih diam.
" huftt ada apa sih lid...Ronald apain kamu sampai Aulia kayaknya marah banget sama aku." ucap Yoga.
" Ronald cium aku." ucap Aulidia tanpa basa-basi. " dan lia marah karena dia anggap itu semua salah kamu ninggalin aku sama Ronald." ucap Aulidia dengan mata bekaca-kaca.
Yoga yang mendengar tentu saja kaget bukan main dan emosi, mungkin jika di depannya adalah Ronald dia sudah menghajarnya.
__ADS_1
Pantas saja Aulia marah pake di tampar lagi. batin Yoga.
" aku juga mau minta maaf, kita udah janji mau jalan tapi malah ini terjadi, maaf aku nggak tepatin janji aku." ucap Aulidia kini air matanya mengalir.
" aku yang minta maaf andaikan aku nggak ninggalin kamu, ini nggak akan terjadi. Maaf yah." ucap Yoga menghapus air mata Aulidia.
Kenapa aku nggak tega rasanya ngelihatin kamu nangis gini lidia, nangis karena kesalahanku, maafin aku lid. batin Yoga.
" lagian ini sekarang kita lagi jalan berduakan kamu udah tepatin janji jadi jangan merasa bersalah yah." ucap Yoga membuat Aulidia tersenyum.
Aulidia akhirnya bisa tenang setelah mendengar ucapan Yoga. Yoga dan Aulidia setelah makan langsung pulang kerumah Aldi.
" Assalamualikum." ucap Yoga dan Aulidia.
" waalaikumsalam."
" ga..maaf soal tadi nggak tahan emosi tadi." ucap Aulia tersenyum.
" iya nggak apa. Lagian gua juga salah." ucap Yoga membalas senyuman Aulia.
" ya udah gua pulang duluan yah. Assalamualaikum."
" waalaikumsalam."
" kakaku mohon kakak jangan marah sama Yoga. dan soal tadi lupain aja." ucap Aulidia.
" hmm apa kau baikan dengan Yoga." tanya Reza membuat Aulidia mengangguk.
" kau menyukainya." tanya Reza lagi tapi kali ini Aulidia melotot.
" hmm aku ..aku menyukainya sebagai temanku." ucap Aulidia pelan.
" kau mencintainya." tanya Reza lagi.
" hmm nggak nggak." Aulidia menggeleng.
" terus kenapa kau mau melindunginya dari amukan kita." tanya Reza lagi.
__ADS_1
" ehmm karena dia temanku." ucap Aulidia.
" apa kau...." ucapan Reza terpotong karena Aulia.
" kak udah jangan nanya mulu. pulang sana." usir Aulia.
" kau mengusir ku." ucap Reza.
" iya. sana pulang capek lihat muka kakak." ucap Aulia.
Reza mendekat dan duduk di samping Aulia, menatapnya tajam lalu...
" berani sekali kau sama kakak hah." Reza menarik pipi Aulia.
" ahh sakit-sakit kak ampun." ucap Aulia.
" berani sih." ucap Reza melepaskan pipi Aulia.
" Lidia ayo pulang. kamu nginap di rumah kakak." ucap Ervin.
" enak aja kok di rumah kakak sih." ucap Aulia.
" kan ini waktunya Aulidia ibu ayah nginap dirumah kakak." ucap Ervin.
" ya udah sana pergi." usir Aulia.
" ya udah bay..assalamualikum." ucap Ervin sambil menarik tangan Aulidia.
" waalaikumsalam."
" aku juga bay...adek gila ku Assalamualikum."
" ikh..apaan sih..waalaikumsalam." ucap Aulia kesal.
Setelah kepergian mereka bertiga. Aulia langsung berdiri dan akan ke kamarnya.
" mau kemana." ucap Aldi yang sedari tadi diam.
__ADS_1
" kamar." ucap Aulia singkat.