
Aulidia begitu tampak bahagia, sebuah senyuman terukir di wajahnya.
" aciee senyum mulu dari tadi. Romantis ya cara lamaran Yoga." ucap Aulia " Untung dong nggak kayak aku hari itu di lamar hari itu juga di nikahin lebih parah habis di culik lagi. " ucap Aulia melirik Aldi yang berada di dekatnya sambil memasang wajah masam.
" jadi mau di ulang nih." ucap Aldi.
" hah kalau di ulang nih kan tadi aku bilang lamar dulu terus nikah jadi kalau di ulang selama itu juga kita posah ranjang. Dan kalau mau di ulang yah, aku mau tunangan dulu terus 3 minggu lagi di lamar satu minggu baru deh nikah gimana. " ucap Aulia menahan tawanya.
" hah nggak nggak lagian kita udah punya anak kenapa harus begitu. " ucap Aldi membuat mereka semua tertawa lepas.
" ehh lagian aku juga nggak mau ulang kali, emang nikah itu permainan apa." ucap Aulia. " dan malah cara kamu itu lebih bagus menurutku beda dari yang lain hahaha lucu unik hahaha. " Aulia tertawa bersama temannya tapi Aldi hanya tersenyum dia tidak menyangka kalau Aulia lebih menyukai hal unik.
" eih kenapa kalian malah jadi ngobrol kayak gitu sih. orang ada yang lagi bahagia di rayain dong. bukannya malah ribut. " ucap Citra membuat Aulidia tersenyum menampilkan deretan gigi rapinya sedangkan Yoga hanya menyinggung kan senyumannya.
" mama hiks ...hiks... . " ucap Alif menangis di pelukan Aulia
" iya sayang. Ada apa kenapa menangis, apa Adit menjahilimu lagi hmm. " ucap Aulia
" iya hiks hiks Adit numpahin minum Alif. " adu Alif.
__ADS_1
" ikh mama Alif dulu yang makan makanan Adit. " adu Adit yang kini duduk di pangkuan Aldi dengan wajah cemberut membuat tangisan Alif semakin kencang.
" Adit pelit mama. " ucap Alif menangis.
" Adit sini dulu sayang. " ucap Aulia lembut tapi Adit malah menangis lalu memeluk Aldi.
" hiks hiks papa, mama mau marahin Adit hiks hiks.. " ucap Adit.
Sementara para Aulidia dan yang lainnya menahan tawanya sebab sifat anak-anaknya kali ini sama seperti Aulia. Jahil sama orang terus dia juga yang nangis hahahaha pikir para sahabatnya.
" ini kali versi Aulia Aldi kecil. " bisik Mita membuat para sahabatnya mengangguk dan tersenyum tanda menyetujui ucapan Mita.
" Alif juga jangan nangis lagi ini minum yang baru ini untuk Alif." Alif menerimanya. " Adit juga mau nggak." tanya Aulia menyodorkan sebuah minuman membuat Adit tersenyum menerima minumannya lalu memeluk Aulia.
" makasih mama. " ucap Adit dan Alif.
" iya ya udah minum makan atau mau main yang penting jangan jauh-jauh. " ucap Aulia membuat Adit dan Alif mengangguk dan main bersama yang hanya berjarak setengah meter dari Aulia.
" udah baikan tu. " tanya Cici yang saat ini mengendong anaknya yang sudah berusia 3 bulan lebih.
__ADS_1
" nggak pernah ada kata maaf dan makasih diantara mereka tapi ya kalau abis bertengkar baikan deh tanpa kata maaf. " ucap Aulia tersenyum.
Sementara anak-anak mereka yang di biarkan bermain, Aulia dan yang lainnya tengah makan dan sesekali tertawa.
Si kembar bermain dengan Arif yang sudah berusia hampir 10 bulan dan juga Kartika yang masih merangkak berusia 6 bulan.
" eh udah mau siang nih kita ke puncak ayo. " ajak Cici.
" iya udah mulai bosen nih. apalagi panas kasian juga anak-anak. " ucap Mita
" ya udah ayo. Untuk yang angkut ini semua urusan para laki-laki ayo. " ucap Aulia yang mendekati anak mereka yang sedang bermain pasir lalu menggendong kedua anaknya.
" Intan bisa gendong mereka sendiri. " ucap Aldi.
" udah bisa kok lagian udah sering juga. " ucap Aulia.
" eh bilang aja loe nggak mau beresin ini semua. " ucap Aris.
" ya nggak gitu.. Lagian ini juga cuma dikit doang kalian juga bisa kali. " ucap Aldi.
__ADS_1
" udah ayo beresin. " ucap Yoga.