Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
Belalang


__ADS_3

" ini." kata aldi membuka genggaman tangannya yang ternyata adalah belalang.


" akh...... Ih buang aa aldi kamu kan tau aku takut belalang, ikh...awas yah." teriak aulia histeris. Aldi memang hanya ingin menakuti aulia karena tahu aulia takut dengan belalang.


" kabur......" aldi berlari meninggalkan aulia.


" ikh...aldi berhenti." aulia mengejar aldi.


Sampai di depan teman-temannya berkumpul, bukannya aldi yang tertangkap tapi malah aulia yang tertangkap dipelukan aldi lalu mengelitik aulia.


" akh... Lepasin... ih cukup." aulia geli.


" eh..kalian ngapain sih." kata aris.


" ini nih teman kamu masa kasih aku belalang, udah tau aku takut belalang juga." bukannya kasian semua orang malah tertawa.


"hahaha jadi loe takut belalang gua baru tahu."


" dek.. Masih aja takut sama belalang."


" ikh...nggak lucu jangan ketawa." kata aulia cemberut.


" kamu sih." tambah aulia.


" dih... Yang ngomong siapa kalau kamu takut belalang."


" ikh...nyebelin." auli cemberut. Dan menghampiri ervin yang memang hanya dia tidak tertawa seperti yang lain. Meskipun dia tertawa tapi setidaknya tidak sampai terbahak-bahak.


" kak ervin aldi jahat." kata aulia memeluk ervin.


" ntar biar kakak yang urus dia." kata ervin mengelus kepala aulia.


" rasain. Awas aja."


" dih....dasar bumil. Haduh manjanya ketulungan."


" ikh...diem."


Semua orang malah menambah tawanya melihat tingkah lucu nan menggemaskan aulia.


" ikh... Kok malah ditambah sih ketawanya. Aku aduin sama ibu, ayah, papa ray dan papa kifli awas aja."


" dan kamu aldi tidur di sofa aja." aulia berlalu pergi meninggalkan mereka semua.


Kini yang jadi bahan ejekan adalah aldi. Aldi mematung mendengar ucapan aulia 'tidur disofa' pikir aldi


" wah kasian banget loe aldi baru romantis romantisan ehh malah disuruh tidur di sofa. Kasian."


" kasian. Tambah gila deh loe." mereka kali ini tertawa pecah melihat ekspresi aldi


" diem loe semua." kecam aldi langsung berlari hendak menghampiri aulia.


Mereka tertawa melihat tingkah lucu pasangan muda yang sebentar lagi akan menjadi orangtua.


" benar-benar ya mereka."

__ADS_1


" aldi bisa frustasi nggak tidur semalaman."


" padahal dia tapi udah gila di mobil."


" malah nambah ntar malam."


" semenjak aulia hamil, aulia jadi manja menyebalkan aldi jadi gila kalau aulia marah atau jauh dari aulia. Bener bener pasangan serasi."


Tiba-tiba muncul aulia.


" eh kak reza daripada ketawa mulu mending siap siap mental dan jiwa besok nikah."


" oiya ya. Hari bersejarah besok akan tiba." kata reza melirik ke bulan.


Malam tiba....


Aldi benar benar di suruh tidur di sofa. Aldi kembali jadi emak- emak ngomel -ngomel, tapi tidak berani jika di depan aulia.


"akh...intan aduh masa iya sih aku harus tidur di sofa." kata aldi mondar mandir di ruang tengah. Dan sesekali menengok tangga berharap aulia turun memanggilnya.


" eh udah deh ikhlasin, cuma sehari nggak tidur bareng."


" udah nggak usah bicara loe,kalau bukan masukan nggak usah bicara, sakit nih kepala gua."


" makanya jangan cari gara-gara."


" udah diam loe pada." kata aldi melempar bantal sofa ke yoga.


" woh santai dong."


" kamu aldi terima nasib aja." tambah papa kifli yang membuat aldi semakin kesal saja.


" sabar." kata mereka serentak tertawa kecil berlalu meninggalkan aldi.


" akhh...." aldi berdiri dan menuju ke kamarnya.


Tok tok tok


" intan...sayang kamu udah tidur belum,aku tidur sama kamu yah. Aku nggak bisa tidur di sofa."


" nggak mau." teriak aulia dari dalam


" ayolah sayang masa kamu tega sih sama suami kamu sendiri. Ayolah sayang."


" udah pergi sana."


" sayang...boleh yah..."


" nggak... udah sana"


Aldi menghembuskan nafas kasar


Hufttt aldi sabar...sabarr gumam aldi mengelus dadanya.


Aulia yang tidak mendengar suara aldi lagi. Akhirnya tertidur. Tapi tepat jam 12.10 malam, dia terbangun karena kehausan jadi aulia hendak ke dapur mengambil minum.

__ADS_1


Disaat membuka pintu dia kaget pasalnya aldi tertidur di depan pintu.


" akh...suami ku tidur di sini kejam banget istrinya ini. Dasar bodoh." aulia menepuk jidatnya sendiri.


" Aldi...hey aldi bangun kamu masuk kekamar gih." aulia menguncang tubuh aldi.


" emhhh." lenguhan aldi.


" ikh...suami ku ayo bangun." aulia mengguncang tubuh aldi lebih keras.


" emghh." lenguhan aldi berusaha membuka matanya.


" intan. Jam berapa sekarang."


" jam 12 malam."


" hah kenapa aku di bangunin." kata aldi hendak tidur kembali, dia belum sepenuhnya sadar dari tidurnya jadi, saat ingin tidur kepalanya berbenturan dengan lantai.


" awww. Kok aku dilantai sih." kata aldi memengangi kepalanya dan duduk menatap aulia.


" astaga, bodoh aku baru ingat." gumam aldi.


" kenapa. Disuruh tidur di sofa malah di lantai, udah masuk kamar gih aku mau ke dapur dulu mau minum." kata aulia meninggalkan aldi.


" boleh aku masuk."


" hmmm."


" uwuuu yes, makasih sayang aku mencintaimu sangat sangat dan sangat." kata aldi langsung ngacir masuk kamar.


Aulia yang mendengarnya hanya senyum senyum dan bergumam hanya dia yang mendengarnya mengatakan 'aku juga mencintaimu suamiku pake plus plus plus nggak dikurang nggak dibagi.'


Aulia telah kembali kekamarnya dilihatnya aldi yang sudah tidur pulas. Aulia berbaring di sampin aldi. Sebelum tidur dia mencium pipi aldi dan menyelimutinya hingga menutupi leher.


" selamat malam suamiku, maafin aku yah."


Jam telah menujukkan jam 04.00 mereka bangun lebih awal untuk persiapan pernikahan reza dan bulan.


Mereka mempersiapkan semuanya sambil menunggu yang akan mendandani mereka. Jam 05.00 mereka melaksanaakan shalat subuh setelah itu karena tim make over telah datang para kaum hawa langsung di make over tapi yang terlebih dahulu tentunya bulan dan yang terakhir aulia karena aulia minta supaya cukup biasa plus sederhana saja hahahaha.


Setelah di make over mereka turun di tempat di mana para kaum adam menunggu kecuali aulia yang diminta menemani bulan.


" aku deg deg degan lia."


" udah kak. Kakak tenang ajaa aku yakin setelah kak reza selesai mengucapkan ijab qabul otomatis itu hilang, rasanya seneng pake banget, karena aku dulu kayak gitu juga."


" iya, untung kamu yang lagi cerewet nemenin kakak, kalau yang lagi kalem omg kakak nggak tau harus apa. Jadi kamu kayak gitu dulu sampai ijab qabul ya."


" oke kakak tenang aja."


Tok tok tok


" nak ayo kalian turun sekarang. Sudah di tunggu."


" siap bu. Ayo kak, tarik nafas dulu terus buang pelan pelan." kata aulia bulan menurutinya.

__ADS_1


__ADS_2