Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
AULIA RAPUH


__ADS_3

Di kamar Aldi...


Aldi saat ini menatap tangannya. " kenapa gua kayak gini sih. kenapa kayaknya gua rasa salah besar namparnya. " gumam Aldi menghembuskan nafasnya. " nggak nggak dia itu pantas mendapatkannya, dia nggak tau diri. " ucap Aldi membaringkan tubuhnya menatap langit-langit kamar berusaha memejamkan matanya dan istirahat.


" huftt kenapa dia apa yang terjadi padaku." ucap Aldi. " dan dia kenapa berani sekali menipuku dan kenapa dia muncul kembali akhhh." Aldi emosi.


" kenapa tadi dia bilang anaknya apa dia sudah menikah atau... akhhh kanapa gua jafi mikirin wanita gila itu hah. " ucap Aldi keluar kamar dan menuruni tangga. Dan melihat Aulia dan yang lainnya sedang berkumpul, Teman-temannya sedang ngobrol tapi terlihat Aulia saat ini melamun.


Aldi tidak peduli dia langsung menuju dapur dan mengambil minuman. Aldi meminum minumannya dengan kesal pikirannya dia tidak suka Aulia mempunyai teman, ucap Ingin menghancurkannya tapi hatinya berkata lain. Aldi jadi tidak karuan.


Adit dan Alif yang saat ini ingin minum menuju dapur dan melihat Aldi yang saat ini duduk sambil memainkan ponselnya.


Adit dan Alif ingin sekali rasanya memeluk Aldi tapi mengingat ucapan Mamanya Aulia mereka mengurinkan niatnya dan langsung mengambil minum.


" Mereka anak gadis bodoh itu. teledir sekali membiarkan mereka pergi di sini sendiri. " gumam Aldi melihat gerak-gerik Adit dan Alif yang agak kaku.


Huftt Aldi cukup benci mamanya jangan anaknya, lagian kayaknya gua nggak tega lihat mereka seperti ini. batin Aldi berdiri dan membantu Adit dan Alif.

__ADS_1


Adit dan Alif tentu terkejut dan mereka tak bisa menahan langsung memeluk Aldi.


" hiks.. papa... hikss papa Adit kangen sama papa. " ucap Adit.


" hiks.. papa kenapa papa jadi begini hiks... " ucap Alif.


Aldi membiarkan mereka mereka memeluknya rasa nyaman tentu saja di rasakan.


**whatt!! papa huh ini bener anak Intan nggak sih. Suaminya kemana. haduh kepala gua sakit mikirin ini dan akhh... sial. apa bener yang di bilang papa kemarin kalau gua lupa ingatan. batin Aldi.


Aldi melepaskan pelukannya dan meninggalkan Adit dan Alif sendiri yang saat ini masih menangis.


Selama hari itu Aldi terus saja bersifat kasar pada Aulia bahkan Aldi tidak segan membentak Aulia di depan anak mereka.


" heyy kau masih di sini. apa bener kau tak punya rumah sampai-sampai harus tinggal di rumah ini hah. " ucap Aldi.


" Aldi apa kau belum puas memarahi Aulia terus. ini waktunya makan malam, duduk. " ucap Papa Kifli.

__ADS_1


" aku nggak mau duduk sama wanita itu pa. " tunjuk Aldi pada Aulia. " bu ina bawakan saya makan malam di kamar. " ucap Aldi langsung pergi meninggalkan mereka.


" mama, papa jahat dia marahin mama. " ucap Alif memeluk Aulia yang di ikuti Adit.


" nggak sayang papa sakit jadi begitu deh. dia kan sayang sama mama dan kalian jadi kalau papa udah sembuh pasti nggak marah-marah lagi. ucap Aulia tersenyum.


" nak maafin Aldi ya... semoga kamu bisa tahan dengan sifat Aldi saat ini. " ucap Papa Kifli.


" nggak apa pa... aku bisa paham. " ucap Aulia tersenyum tapi tak mampu menyembunyikan raut sedihnya.


Mereka mulai makan malam dengan suara keheningan, hanya ada suara sendok yang berbenturan dengan piring.


Setelah makan malam dan menemani Adit dan Alif bermain sebentar dan menidurkannya. Aulia bergegas ke tempat tidur barunya.


Tentu saja Aulia menoleh dan menatap pintu kamar yang selama ini di tempatinya. Tanpa Aba-aba Aur mata Aulia yang sedari tadi tertahan akhirnya jatuh membasahi pipi cubbynya.


" Aldi.... " lirih Aulia lalu pergi dan memasuki kamarnya dengan Air mata yang semakin deras. mungkin di depan oranglain dia akan terlihat agak kuat tapi di belakang mereka semua tentu dia sangatlah rapuh.

__ADS_1


__ADS_2