
" iya nak...maafin ibu karena merahasiakan ini." ibu ana memeluk erat aulidia...air mata yang terus mengalir di wajah kedua gadis ini.
Jadi selama ini aku salah...ibu menungguku...ibu tidaklah membuangku...ibu mengharapkanku...aku bodoh mau mempercayai mama yang setiap hari menyiksaku....aku bodoh aku bodoh...aku akan membawa aulia pulang bu...aku akan membawanya pulang. batin aulidia.
" sudah yah nak...kamu turunlah pasti anak-anakmu menunggu. Dan katanya kan aldi mau pulang."
" iya bu... Aku pergi dulu."
Aulidia meninggalkan ibu ana.
Apa yang harus ku lakukan...apa aku cerita ini pada aldi...aku harus bagaimana...batin aulidia.
Aulidia turun hanya melihat keluarganya itu dan kembali naik dengan air mata yang menetes...
"Aulia maafin aku...aku salah aku salah....hiks hikss." ucap aulidia menangis merutuki kebodohannya di dalam kamar aldi dan aulia.
" kau kenapa intan." ucap aldi yang tiba-tiba datang.
" aldi..."
" kenapa kamu menangis...hmm ada masalah...dan aku minta maaf yah." aldi hendak memeluk aulidia.
" aldi...jangan menyentuhku..." cegah aldi.
" kamu masih marah yah."
Sepertinya aku harus beri tahu aldi...iya aku harus memberi tahunya dan meminta saran bagaimana menyelamatkan aulia. batin aulidia.
" aku mau bicara...penting."
" baiklah."
" aku bukan aulia istrimu."
__ADS_1
" apa... Maksudnya apa,kamu nggak berniat menceraikanku kan...." ucap aldi
" jangan memotong pembicaraanku dengankan aku dulu...aku bukan istrimu, aku saudara kembar istrimu itu sinta aulidia syamsul,jadi begini ceritanya....." aulidia menceritakan semuanya apa yang terjadi.
Aldi mengepal tangannya kuat mendengar perinci cerita aulidia, dia berusaha menahan emosinya demi istrinya itu yang nyawanya sedang terancam.
" begitu ceritanya maaf karena perilaku yang tidak baik itu."
" jadi apa rencana selanjutnya." tanya aldi.
" mereka bilang setelah sehari kau kembali dari rumah sakit aku akan membrontak, marah-marah atau apalah itu sampai kalian semua membenciku...ehh tidak maksudnya membenci aulia, dan setelah itu mereka akan membuang aulia ke laut supaya kalian berfikir aulia bunuh diri karena frustasi dan kalian akan merasa bersalah dan saling menyalahkan agar keluarga kalian hancur." ucap aulidia.
" oke...hufttt ikuti permainan mereka...anggap saja kau belum mengetahui apapun."
" yakin...bukannya aulia nggak bisa berenang."
" soal itu urusanku."
" baiklah. Ingat besok malam itu akan terjadi."
Besok malam....
Seperti rencana aulidia dan aldi yang mengikuti permainan mereka.
Saat aulidia mendorong aulia. Di dalam laut telah ada aldi dan beberapa penyelam ahli yang aldi sewa untuk menyelamatkan istrinya.
Aldi berenang mendekat memasangkan kacamata renang dan selang oksingen di mulut aulia. Sedangkan yang lain melepaskan ikatan di tangan dan kaki aulia.
Setelah melepaskannya aldi memengang aulia dan berenang menjauh dari kapal mereka.
Dikapal aldi...
Aulia yang telah selamat dari laut dan naik di kapal aldi. Menatap aldi dalam lalu memeluknya.
__ADS_1
" aldi....hiks hiks...hiks aldi aku merindukanmu...kamu nggak kenapa-napakan." aulia menangis.
" aku nggak kenapa-napa. Aku juga sangat merindukanmu." aldi memeluk aulia erat rasanya tidak ingin melepaskannya lagi supaya tidak ada yang berani menyentuh apalagi melukainya.
Flashback off.
" jadi begitu ceritanya...aldi menolong aulia....jadi selama aulia di culik. Emm...akulah yang bruntal dan sering berkata kasar pada kalian jadi jika kalian ingin marah padaku silahkan." ucap aulidia pasrah dengan hidup selanjutnya.
Reza berjalan mendekati aulidia...
" berdiri..." ucap dingin reza. Hawa dingin reza membuat semua yang melihatnya bergidik ngeri.
" iya..." aulidia berdiri tapi juga menunduk.
" kak...jika kakak berbuat kasar pada aulidia aku yang akan berbuat kasar pada kakak." ucap aulia berdiri memengang kembarannya.
" kenapa...dia sudah kasar denganmu, menamparmu, mengataimu apalagi yang kau harapkan padanya."
" dia saudara kembar ku...yang kemarin tersesat dan sekarang telah menemukan jalan yang seharusnya." ucap aulia.
" hmm. Aulidia apa kau menyesal."
" iya...sangat menyesal." aulidia menangis.
" kalau begitu..." reza menarik kedua adiknya dan memeluknya.
" maafkan kakak juga yang pernah berbuat kasar padamu." kata reza sambil memeluk kedua adiknya.
Aulia dan Aulidia menangis dan membalas pelukan reza.
" sudah yah...ada banyak orang yang ingin memeluk kalian." ucap reza aulia dan aulidia mengangguk.
" makasih kalian sudah kembali...ibu bahagia melihat kalian berdua..." ibu ana memeluk kedua putrinya.
__ADS_1
Setelah melepaskan kerinduan aulia pada keluarga dan sahabatnya hari yang memang masih sore di gunakan aulia bermain bersama aulidia, saahabatnya serta anak-anaknya.