
para kaum hawa menunggu aulidia sadar di kamarnya. sedangkan para kaum hawa sedang berada di teras rumah memainkan game online dan anak-anak di biarkan bermain bersama anak-anak lain dan menjaga anak citra.
" lidia...kamu sadar." ucap aulia.
" hah...aduh kepalaku pusing." ucap aulidia memengang kepalanya.
" loe kenapa tadi pingsan." tanya cici.
" ehh...orang baru sadar udah tanya-tanya aja." protes mita.
" aku takut benget liat ular... Gara-gara dulu pernah di gigit." ucap aulidia ketakutan.
" humm udah nggak lid... Kamu tenang kita ada di sini." aulia memeluk aulidia dari samping.
" hufftt aku trauma."
Setelah menenangkan aulidia mereka menemui para laki-laki itu dan juga anak-anak yang bersamanya.
" udah sadar gimana keadaan kamu dek." ucap ervin.
" baik kak. Cuma kaget aja tadi." kata aulidia tersenyum memperlihatkan susunan gigi rapinya.
" aldi ularnya udah di serahin." tanya aulia.
" udah..."
" ya udah ini udah siang, mita kita pulang." ucap beni, mita mengangguk.
"iya kita juga pulang,ayo bunda pulang." ajak doni, cici tersenyum.
" bunda...asik..." teriak mita.
" kita juga pulang, sayang ayo." ucap aris sambil menggendong arif anaknya, dan menggandeng tangan citra.
"mau pamit satu-satu. Ayo aku antar ke depan." ucap aulia.
" kamu ga....nggak pulang." ucap aulia.
__ADS_1
" ngusir...gua juga mau pulang kali." ucap yoga.
" santai bro..." ucap aulia.
Setelah melihat kepergian mereka. Aulia kembali masuk menemui keluarganya.
" kak ervin, kak reza sama istri-istri kalian dan anak-anak kalian nggak mau pulang."
" ngusir dek...sama saudara sendiri di usir." ucap reza.
" bosen lihat muka kakak yang jelek..." ejek aulia.
" enak aja, ganteng gini di bilang jelek." reza tak terima.
" menurut kakak ganteng. Menurut aku nggak sama sekali." kata aulia santai.
" oke kakak pulang, tapi aulidia, ibu ayah ikut sama kakak."
" enak aja aulidia, ibu ayah aku penjara di rumah ini." ucap aulia.
" nggak boleh gitulah."
" ehh kakak-kakak yang jelek ini...mereka aku penjara di rumah ini jadi nggak boleh pergi ke rumah kalian tanpa persetujuan dari aku." ucap aulia.
" kita tanya mereka. Supaya adil." kata ervin.
" oke..." aulia dan reza barengan.
" astaga besok-besok kan ketemu juga masih banyak hari esok. Gitu aja di ributin." ucap aldi.
" aldi...diem aja."
Mereka bertiga mencari keberadaan ibu ana dan ayah syamsul. Setelah berkeliling mereka menemukan ibu ana sedang menyiram tanaman dan ayah syamsul dan papa kifli sedang main catur.
" ibu, ayah papa." sapa aulia.
" ibu, ayah om..." ucap reza, ervin dan aulidia barengan.
__ADS_1
" kalian...tumben ke sini ada apa." tanya ayah syamsul.
" ibu, sama ayah nanti mau nginep di mana." tanya aulia.
" dirumah reza, rumah ervin atau di sini aja." tanya reza.
" di sini aja bu yah..." ucap aulia.
" nggak boleh ngehasut aulia." protes ervin.
" hmm...aulidia sayang kamu mau nginap di mana." tanya ibu ana.
" aku ikut sama ibu aja." aulidia tersenyum.
" ayo ibu pilih mana." kata reza.
" hmm kayak kita nggak punya rumah aja...di pinda pindahin." protes ayah syamsul bercanda.
" bukan gitu...ayah...tapi kan anak kita bertiga itu udah nikah jadi pasti nggak serumah. Nah kita mau ibu dan ayah pilih-pilih kita." ucap reza.
" bener ibu." ervin dan aulia bersamaan.
" huftt...gini nih kalau punya banyak anak, udah nikah." kata ibu ana tersenyum.
" kalau lidia juga udah nikah 1 minggu di rumah aulia, dan juga yang lainnya supaya adil iyakan." ucap aulia.
" hmm iya."
" mmm...tanya ayah aja yah...ibu sama lidia ikut aja." ucap ibu ana.
" ayah...ayahh di sini aja nemenin papa kifli." ucap aulia merengek.
" nggak ayah di rumah yah..." reza tak kalah.
" ayah di rumah aja ya...." kata ervin.
Ya hampir 30 menit itulah pertanyaan-pertanyaan yang di dengar ayah syamsul. Aulidia kadang tertawa mendengar mereka merengek.
__ADS_1
" hm...oke aulia sayang maaf karena tadi malam kita di sini jadi sekarang ayah nggak nginep di sini ya.." ucap ayah syamsul, aulia cemberut.