
" dih ngusir si nyonya. " ucap Aris.
" nggak. "
" eh ambilin obat ku di kamar, ini waktunya minum obat. " perintah Aldi.
" tu kan nyuruh mulu deh... Tunggu di sini bentar. " ucap Aulia tetap] nurutin Aldi.
" tetap nurut ternyata. " ucap Aldi tersenyum.
" Aldi... " panggil Citra.
" hmm. " Aldi menatap Citra.
" loe ingat sama kita. " tanya Citra membuat Aldi mengeleng.
" Kalau anak-anaknya Aulia loe ingat sesuatu nggak. " Aldi kembali mengeleng.
" oh iya kalian tahu nggak sih siapa suami Aulia kenapa gua nggak pernah lihat. " tanya Aldi.
" kita tahu. " ucap Aris membuat mereka mengangguk.
" siapa." tanya Aldi penasaran.
" kepo... " ucap mereka tertawa tapi Aldi hanya menatap mereka kesal.
" Aldi selama ini kepala loe nggak pernah pusing gitu terus apa gitu... " tanya Citra lagi.
" ya kepala gua sih sering pusing, terus sering muncul bayangan orang gitu tapi nggak jelas mukanya. Cewek dan dua anak kecil gitu deh." ucap Aldi memengang kepalanya karena kembali sakit.
__ADS_1
" hmm gitu yah. Semoga cepet sembuh. " ucap Citra.
Aulia kembali dengan membawa se gelas air minum dan obat Aldi.
" nih..minum. " ucap Aulia menyodorkan obat dan air. Aldi hanya menurut.
" ehh bentar lagi makan siang bantuin aku masak. " ucap Aulia.
" Aulidia nggak usah dia hamil nggak boleh kerja. " ucap Yoga.
" hah apaan sih Yoga kan cuma masak doang. " ucap Aulidia.
" nggak boleh. Kamu nggak boleh capek. " ucap Yoga.
" ikh.. Pokoknya aku mau ayo Lia. " ucap Aulidia menarik tangan Aulia pergi di ikuti temannya yang lain.
" jangan terlalu berlebihan ngelarang ini itu sama istri, mood orang hamil itu berubah-ubah loh ntar jadi macan bini loe rasain. " nasihat Beni.
" gua juga kayak gitu dulu tapi sumpah seharian gua di cuekin karena gua larang ini itu lah. " ucap Doni.
" iya lebih parah lagi gimana kalau istri loe jadi nggak bergantung sama loe kalau dia ngidam kalau loe larang berlebihan buat dia nyaman aja. Dan jangan sampai kelelahan. " nasihat Aris.
Yoga menghembuskan nafas kasarnya " oke oke. " ucap Yoga.
Di dapur...
Kelima gadis ini sedang sibuk meracik bahan makanan yang sudah mereka tentukan. Tentu sesekali mereka akan bercanda apalagi Aulia dan Aulidia jika soal memasak tidak pernah akur, dari hal kecil saja mereka ributkan membuat suasana masak jadi rame.
" huhh oke nih...kerjain. " ucap Aulia mengalah.
__ADS_1
" gitu dong dari tadi. " ucap Aulidia.
" kalau nggak hamil nggak bakalan ku kasih. " ucap Aulia membuat Aulidia tersenyum manis.
" eh Lia gimana hubungan mu sama Aldi. Ada peningkatan nggak. " tanya Mita.
" ya lumayan lah, ucap akhir-akhir ini nggak marah-marah lagi." ucap Aulia tersenyum.
" bagus deh moga cepet sembuh dia. " ucap Citra membuat Aulia tersenyum.
" kalau misalnya Aldi nggak ingat sama loe gimana loe mau tetap pertahanin. " ucap Mita.
" iya lah kalau pun Aldi nggak ingat kalau kita udah nikah ya aku bakalan tetap pertahanin hubungan kita dan buat dia cinta sama aku. "
" jadi tahun ini kalau Aldi belum ingat, loe nggak rayain dong kayak dulu jalan-jalan ngehabisin waktu di hari pernikahan kalian yang ke 4 tahun. " ucap Cici selonyoran.
" Cici... " ucap Mita, Citra dan Aulidia menatap tajam Cici.
Sementara itu Aulia membengong. Itulah yang memberatkan pikiran Aulia yang membuatnya sering melamun selama ini.
" maaf Aulia, maaf. Ucap Cici minta maaf.
" iya nggak apa lah. " ucap Aulia dengan suara berat sambil menunduk saat ini menahan air matanya agar tidak keluar.
" aduh loe si Ci..ngomong tu di pikir. " bisik Mita.
" kalian lanjutin dulu aku ke toilet bentar. " ucap Aulia masih menunduk.
" Aulia maaf ya... Kalau mau nangis di sini aja jangan di pendam sendiri. " cegat Cici sambil memeluk Aulia yang akhirnya menangis tanpa suara.
__ADS_1
" iya loe itu butuh teman ngobrol cerita sama kita apa yang loe pendam selama ini. " ucap Mita menenangkan Aulia.