Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
KETAKUTAN AULIA


__ADS_3

Aulia dan Citra kembali ke rumah sakit menjalani rutinitasnya sebagai dokter, sementara itu Aulidia, Mita dan Cici langsung menuju tempat di mana dia akan memilih baju.


Malam hari...


berhubung acaranya selesai shalat isya. Mereka langsung bersiap-siap, dengan tampilan, 30 menit mereka semua sudah siap berangkat, penampilan tidaklah terlalu ribet, baju yang di gunakan sangatlah elengan dan tidak mewah tapi tak meninggalkan kesan indah.


20 menit mereka sudah sampai di hotel Anggara, di mana acaranya yang mereka tidak ketahui sama sekali.


Saat mereka masuk tampak agak gelap tapi masih ada cahaya, tempat itu sudah ramai dengan para tamu undangan.


" Udah rame ternyata. " gumam Aulia.


" kok tempatnya kayak gini, nggak terang, lampunya kenapa dikit yang nyala. " ucap Cici.


" hemat listrik kali, orangnya adaain acara gini tapi pelit, ucap hhahaha. " ucap Citra tertawa membuat yang lainnya ikut tertawa.


" udah lah ayo masuk. " ucap Aulia.


Mereka semua melangkah masuk, Dan langsung memilih duduk di bangku yang tenyata sudah di siapkan untuk mereka.


" wah enak yah. Kalau jadi sahabat keluarga Anggara. Jadi kalau hotelnya di pake langsung dapat tempat. " ucap Cici.


" iya mana enak lagi tempatnya. Udah di tentuin dengan nama. " ucap Mita.


Aulia menatap semua interior yang ada di sana tapi hanya beberapa hiasan.


" Aldi mana yah. Katanya mau ketemu di sini. " gumam Aulia.

__ADS_1


" bentar Papa telfon. " ucap Papa Kifli saat menelfon lampu tiba-tiba mati.


" akhh... " teriak semua orang.


" yah kok mati lampu. " ucap Citra.


" akhh mama... " teriak Adit dan Alif bersamaan karena merasa ada yang menggendongnya dengan tangan berukuran besar tentu itu bukan Aulia.


" Adit, Alif kalian di mana." ucap Aulia mulai panik dan langsung menyalakan lampu hpnya.


" loh kok nggak ada, Adit Alif." teriak Aulia mencari sekelilingnya tapi susah mencari anak kecil di kegelapan.


" aduh bantuin dong anak ku hilang nih. Kalian jangan bengong aja. " ucap Aulia cemas di campur emosi.


" iya iya... "


" akhh... " teriakan ibu Ana.


" ibu itu ibu kan... " ucap Reza.


" akhh... " teriakan Ayah dan Papa Kifli saat di tarik dan mulutnya langsung di tutup.


" Ayah papa. Astaga apa ini. " ucap Aulia yang bertambah cemas.


" Aulia tenang yah... " Reza menenangkan Aulia yang sudah menangis.


" heyy kau akhh... " teriakan Aulidia.

__ADS_1


" Aulidia... Aulidia... " teriak Aulia.


" hey siapapun kalian jangan sakiti mereka. " teriak Aulia.


" ini pasti jebakan. " ucap Yoga yang juga panik mencari istrinya.


" akhh... " teriakan Ervin dan Tania.


" astaga kalian saling pegangan." ucap Aulia.


" iya iya. " ucap mereka mulai ketakutan.


" Akhh... Aulia... " teriakan bersamaan Sahabat dan Reza.


" kalian hey... Siapapun kenapa kalian mengambil mereka. " ucap Aulia yang menangis.


" Kalian ada di mana. " teriak Aulia tapi tak mendengar sahutan apapun hening dan hening.


" heyy... Kalian siapa kenapa menculiku keluarga dan sahabatku heyyy... " teriak Aulia wajahnya mulai basah karena keringat dingin dan juga air mata.


" tolong jangan apa-apain mereka...hiks.. Hiks... " suara Aulia melemah.


" apa jangan-jangan Aldi juga kalian apa-apain. " ucap Aulia yang kepikiran Aldi.


" Aldi... Kamu di sinikan...Aldi tolong..." teriak Aulia.


" Aldi kamu nggak apa-apa kan... Kamu ada di sini kan... Tolong...aku takut. "

__ADS_1


" Aldi.... " teriak Aulia yang akhirnya berlutut tak tahu harus bagaimana.


__ADS_2