
" aduh Aldi kalau mau marah nanti aja, aku capek pengen mandi, pengen istirahat dulu baru boleh di marahin. " ucap Aulia meninggalkan Aldi.
" eh ibu, ayah ada di sini. " ucap Aulia mencium punggung tangan mereka bergantian. " aku mau mandi dulu yah bu, nanti aku turun. " ucap Aulia yang di angguki ibu Ana membuat Aulia segera masuk ke kamarnya dan mandi.
" ukhh capek. " ucap Aulia melempar dirinya di atas kasur yang masih menggunakan kimononya. " istirahat bentar baru temuin ibu. " ucap Aulia memejamkan matanya.
" ya ampun anak ini, tidur pake kimono hmm pasti kecapean nih. " ucap Ibu Ana saat di dalam kamar Aulia.
Ibu Ana menaikkan kaki Aulia ke kasur dan memperbaiki posisinya.
" hmm kasian banget sih kamu nak... Pasti kamu sedih kepikiran terus sama Aldi. Sebentar lagi usia pernikahan kalian masuk 4 tahun, semoga kamu baik-baik saja sayang. " ucap ibu Ana mengelus kepala Aulia, ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya terus menderita.
Ibu Ana sangat paham kondisi putrinya saat ini yang berhasil menyembunyikan kesedihannya dengan sifat keceriaannya. Ibu Ana menangis melihat putrinya yang saat ini tidur pulas. " kamu harus bertahan ya sayang, ibu selalu dukung apapun yang kamu lakukan. " ucap Ibu Ana mencium kening Aulia lalu pergi.
.....
" astaga udah jam segini. " ucap Aulia baru bangun dan segera memakai bajunya lalu turun.
" ibu.... " ucap Aulia memeluk ibu Ana dari belakang yang saat ini sedang memberi makan ikan peliharaan Aulia.
" eh... Udah bangun ternyata. " ucap Ibu Ana mengelus pipi Aulia.
__ADS_1
" hehehe iya bu. Baru bangun,..." ucap Aulia. " ibu nginap di sini nggak. " ucap Aulia.
" iya Ibu sama Ayah bakalan nginap di sini. " ucap Ibu Ana.
" oke kalau gitu. Ayah mana. " tanya Aulia.
" lagi main catur di belakang sama Papamu. " ucap Ibu Ana.
" oh ya udah aku ke sana ya ibu. " ucap Aulia.
" emangnya mau apa, pasti ada maunya. " ibu Ana dengan tatapan menyelidiki.
" hehehe ibu tau aja kalau Lia mau rayu Ayah supaya kita tidur bareng, boleh ya bu. " ucap Aulia dengan tatapan imutnya yang memohon membuat siapapun yang melihatnya pasti akan menuruti kemauan Aulia.
Aldi yang melihat Aulia berlari tentu saja khawatir, ucap dia dengan sengaja menabrak Aulia, dan langsung memeluknya supaya Aulia tidak jatuh.
" ikh ...kenapa nabrak sih, lepasin. " protes Aulia mendorong tubuh Aldi.
" nggak sengaja, ucap situ juga salah ngapain lari. " ucap Aldi dengan wajah datarnya.
" huh terserah mau salahin aku ter-se-rah. " ucap Aulia meninggalkan Aldi.
__ADS_1
" Ayah, papa. " ucap Aulia melihat Ayah dan papa kifli.
" Aulia.. Kenapa nak. " ucap Ayah, Aulia langsung tersenyum manis mengeluarkan wajah imutnya.
" kayaknya ada maunya nih. Bilang mau apa hmm. " ucap ayah yang sudah hafal perlakuan anaknya satu ini jika menginginkan sesuatu.
" ayah sama ibu mau nginap di sinikan. " ucap Aulia membuat Ayah syamsul mengangguk.
" hmm ibu nanti malam tidur sama aku ya... Boleh ya Ayah.. Boleh ya. " ucap Aulia memohon, tapi Ayah Syamsul pura-pura menampakkan wajah kesalnya yang sebenarnya dia tahu Aulia saat ini butuh ibunya.
" Boleh.. Ya Ayah.. boleh ya boleh ya. " Aulia terus memohon.
" boleh tapi ada syaratnya."
" apa... " ucap Aulia semangat.
" hmm... "
" apa ayah apa bilang aja. "
" Cium ayah dulu. " ucap Ayaj Syamsul membuat Aulia segera mencium kedua pipi Ayah Syamsul bertubi-tubi.
__ADS_1
" apalagi Ayah. " ucap Aulia.
" buatin Ayah sama Papamu kopi. " ucap Ayah Syamsul membuat Aulia segera mengangguk dan menyiapkan kopi.