
" huft ....kenapa aku punya anak kembar...padahal aku dan aldi sama sekali tidak punya saudara kembar dan kita tidak program anak kembar." ucap aulidia.
Astaga akhirnya kenapa aku jadi takut gini sih. batin aulidia.
Ibu ana menghentikan aktifitasnya, kaget mendengar ucapan anaknya. Air mata mengalir membasahi pipinya.
" ehh...mungkin itu cuma kebetulan nak."
" huftt ibu...aku mohon ibu jujur. Kalaupun aku atau aldi pasti ibu tau juga tentang aldi. Keluarga kita sangat dekat sebelum aku lahir kan."
" sudahlah nak sebentar lagi waktunya sarapan. Kamu siapin ini aja, ibu mau ke toilet sebentar." elak bu ana, melangkah pergi.
" bu jika aku yang punya saudara kembar katakan siapa nama saudaraku, katakan kenapa dia tidak bersama kami." ucap aulidia lantang, ibu ana tidak peduli.
" ibu aku bermimpi tentang saudaraku itu...sinta aulidia syamsul apa itu benar." ucap aulidia lagi yang berhasil membuat ibu ana menoleh dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
" jika benar katakan kenapa dia tidak bersama kami bu. Kenapa aku tidak pernah melihatnya. Aku mohon katakan hari ini juga, jika aku sudah tahu alasannya aku janji akan membawanya ke sini jika itu berarti buat ibu." kata aulidia yang kini meninggalkan dapur dan menuju meja makan, menata masakannya tadi.
Ibu ana mendengar anaknya hanya menangis dan berjalan menuju toilet, dan cukup lama ibu ana baru keluar.
Sarapan dimulai dengan suara hening, ibu ana sesekali melirik aulidia yang hanya fokus melahap makanannya.
Aulidia seolah tidak peduli dengan tatapan ibunya dia kesal karena ibu ana masih merahasiakannya.
" lia selesai sarapan ke kamar ibu yah. Ibu tunggu. Ibu sudah selesai." ucap ibu ana meninggalkan mereka, aulidia tersenyum.
" aku juga udah selesai. Permisi." ucap aulidia langsung menuju kamar ibu ana
" lia ada apa sebenarnya." kata reza sebelum aulidia pergi.
" nggak apa kak, ini masalah antara aku dan ibu. Nanti juga kakak tahu...kalian juga semua akan tahu tapi tidak hari ini tapi suatu saat. Aku permisi tolong jangan ada yang mendengarkan pembicaraan kami." ucap aulidia karena curiga akan reza menguping.
__ADS_1
" hmm." deheman reza.
Aulidia menuju kamar dimana ibunya berada.
Tok tok tok
Ibu ana membuka pintu dan meminta aulidia masuk lalu menguncinya.
" ibu akan cerita semuanya."
" 24 tahun yang lalu...seperti yang kau tahu kamu punya saudara kembar sinta aulidia syamsul, waktu itu sore hari sekitar jam 5 kalian lahir. Saat malam hari tiba ibu tengah tertidur, ayah dan reza sedang pergi waktu itu, di hari yang gelap itu...suara tangisan bayi membuat ibu terbangun tapi ibu terkejut melihat seorang wanita dengan wajah tertutup sedang menggendong salah satu anak ibu dan itu adalah aulidia, ibu tidak tahu siapa dia yang langsung membawa pergi saudaramu...ibu berusaha minta tolong tapi semua dokter penjaga tidak mendengar ibu...ibu masih lemah tapi tetap berusaha mengejar wanita itu...tapi percuma dia berhasil membawa anak ibu hikss ...hikss dia menculik aulidia...sampai sekarang ibu tidak pernah melihatnya." ibu ana menangis, aulidia terus mendengarkannya.
" reza dan ayah yang baru kembali melihat ibu terduduk di lantai dan menangis menghampiri ibu...kejadian itu sempat membuat ibu frustasi. Hmm hari berganti minggu berganti bulan berganti tahun tiada hari ibu tidak mengucap nama kembaranmu itu. Ibu sangat berharap bisa memeluk kalian berdua. Nak...itu sebabnya ibu selalu menciummu dua kali karena ibu akan merasa juga mencium aulidia...ibu merindukan aulidia, ibu berharap sebelum ajal menjemput ibu bisa bertemu dengannya....hikss...hikss... Ibu mau aulidia bersama kita." cerita ibu ana dengan senggukukan.
" ibu juga berharap semoga dia tumbuh dengan baik, di beri kasih sayang, jika itu benar ibu akan memaafkan orang yang menculik saudaramu tapi jika itu salah ibu tidak akan pernah memberinya maaf." ucap ibu ana.
__ADS_1
" Ibu hiks...hiks...aku janji aku akan membawanya pulang...aku akan mewujudkan keinginan ibu..." aulidia memeluk ibu ana.