Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
GARA-GARA RUJAK


__ADS_3

Aldi yang telah menghabiskan 3 bungkus rujak sebenarnya masih ingin. Tapi dia gengsi untuk meminta pada Teman-temannya yang ada di depannya saat ini bahkan gengsi minta sama Aulia.


Kok gua masih mau nambah ya. Akh.. Masa iya sih gua minta sekalipun uang yang di pake beli uang gua tapi nggak enaklah. Apalagi sama Intan, Perut gua juga kenapa dari tadi ngiler liat mereka makan padahal udah habis 3 bungkus yang ku makan mereka 1 aja belum. batin Aldi.


Aulia yang melihat Aldi sepertinya memikirkan sesuatu dan seperti dapat di baca Aulia, ia tersenyum ingin menjahili Aldi.


" Aldi... " panggil Aulia Aldi menoleh dengan ekspresi datar.


" mau nggak. " ucap Aulia menyodorkan rujak buah yang ia makan Aldi tersenyum lalu membuka mulutnya.


" nggak jadi... " ucap Aulia memasukkan buah kedalam mulutnya sambil tersenyum menahan tawanya, Aldi kesal dan melihat setengah buah yang belum masuk ke dalam mulut Aulia terlintas ide gila, Aldi mendekatkan wajahnya dan memakan setengah buah yang belum masuk kedalam mulut Aulia tentu saja Aulia terkejut.


" makasih... Enak. " ucap Aldi nyengir tanpa dosa.


" kenapa kau menciumku depan orang lagi, apalagi ada anak kecil. " ucap Aulia memukul lengan Aldi, Aldi menyinggungkan senyumnya membuat Aulia tambah kesal.


" nggak kok mama kita nggak lihat. " ucap Adit menutup matanya.


" iya mama Alif tadi tutup mata. " ucap Alif tersenyum.


" iya kita juga nggak lihat kok. Hahahaha. " ucap Mita tertawa di ikuti yang lain.


" ikh... Kalian tuh yah. " Aulia kesal Membuat mereka kembali tertawa.


" nyebelin banget sih. Kamu sih Aldi. " ucap Aulia manyun.

__ADS_1


" bukannya tadi nawarin." ucap Aldi tanpa berdosa.


" iya tapi nggak usah gitu juga. " ucap Aulia.


" kenapa musti malu. Kemarin aja apa coba. " ucap Aldi dengan suara mengejek.


" huftt untung suamiku kalau bukan udah ku tendang. " gumam Aulia.


" ngomong apa loe nggak denger. " ucap Aldi karena hanya mendengar samar suara Aulia.


" aku ngomong kenapa kamu... " Aulia mengantung omongannya.


" apa. " ucap Aldi agak kesal menunggu omongan Aulia.


" hah enak aja jelek bahkan temen-temen kamu ini kalah sama aku. " ucap Aldi.


" cihh pede banget. " ucap Aris tak terima.


" iya tapi sumpah sedari tadi kita serasa nonton acara Korea-korea gitu romantis banget. " ucap Cici.


" bahkan kalian ngalahin drakor gitu romantisnya. " ucap Citra.


" iya gini baru enak di lihatnya. " sambung Mita.


" gila kalian romantis apanya orang kita lagi ribut gini juga. " ucap Aldi menatap sinis Aulia.

__ADS_1


" tapi kan bener kita sedari tadi di sini diam kalian ngoceh mulu. " ucap Aulidia.


" huftt diam kalian nggak usah ngomongin soal dia, orang lagi kesel juga. Bentar-bentar di marahin, ucap bentar-bentar nyuruh, terus salah dikit di omelin maunya apa sih. Di pikir aku bukan darakula apa nggak ada capeknya, nggak ada perasaannya jadi nggak ngaruh, hewan aja kalau di gituin pasti juga sakit kali, kalian nggak usah ngejekin mulu dar... " ucapan Aulia terpotong.


" cerewet banget sih nggak capek ngomong. " ucap Aldi menyepit bibi Aulia dengan jari ibu jari dan jari telunjuknya.


" ikh... Nggak usah pengang-pengang. " protes Aulia menepis tangan Aldi.


" ya udah nggak usah ceramah. " ucap Aldi, ucap Aulia yang biasanya tidak peduli jika Aldi mengatainya malah kesel dan menyambak rambut Aldi.


" ikh... Nyebelin. " ucap Aulia menyambak rambut Aldi.


" heyy sakit Aaa." ucap Aldi,Aulia melepaskan tangannya di tangan kepala Aldi dengan muka kesel.


" tumben kesel gini biasanya juga nggak. " ucap Aldi tapi tak di tanggapi Aulia.


" kalian dari tadi berantem mulu serasa nggak nganggep kita ada di sini. " ucap Cici.


" iya tamu itu yang di ajak ngomong bukannya di suruh nonton kalian. " ucap Mita.


" ya udah pulang aja nih. " usir Aulia masih dengan wajah kesalnya.


" dih ngusir si nyonya. " ucap Aris.


" nggak. "

__ADS_1


__ADS_2