Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
AULIA BINGUNG


__ADS_3

" buatin Ayah sama Papamu kopi. " ucap Ayah Syamsul membuat Aulia segera mengangguk dan menyiapkan kopi.


Tidak lama Aulia kembali membawa nampan dengan dua cangkir kopi dan juga beberapa cemilan.


" ini Ayah apalagi. " Aulia meletakkan kopi di depan Ayah dan juga Papa Kifli.


" hmm.. Apalagi yah. " Ayah Syamsul berfikir dengan setia Aulia menunggu.


" hmm... Buatin Ayah cucu lagi. " ucap Ayah Syamsul tersenyum membuat Aulia membuka mulutnya lebar.


" hahaha. " suara Tawa Ayah Syamsul dan juga Papa Kifli karena berhasil menjahili putrinya.


" nggak bercanda sayang. Nanti malam kamu tidur sama ibu. " ucap Ayah Syamsul memengang kepala Aulia.


Yehhh... Ayah cucunya udah ada di sini tinggal tunggu lahir kali. batin Aulia.


" hmm Ayah... " Aulia pura-pura cemberut memanyunkan bibirnya.


" kalau ngambek nggak jadi nih. " ucap Ayah Syamsul membuat Aulia lanhsung tersenyum.


" oh nggak ayah Aulia nggak ngambek. " Aulia tersenyum manis.


" nah gitu donng. " ucap Ayah Syamsul.


"Akhirnya nggak tidur sendiri, setidaknya bukan gulingan doang yang di peluk, tapi ada ibu juga. " gumam Aulia tapi masih bisa di dengar oleh Ayah syamsul dan papa Kifli.


" jadi kangen nih peluk Aldi hmm... " goda papa Kifli.


" akh.. Nggak nggak pa... " pipi Aulia merah.


" udah jangan bohong sama papa dosa bohong sama mertua. "

__ADS_1


" hmm iya iya pa... " ucap Aulia malu-malu membuat Ayah dan Papanya tertawa.


" ya udah aku pergi dulu ayah, mau nemenin cucu Ayah sama Papa main. Assalamualaikum. " ucap Aulia pergi menahan malunya.


" waalaikumsalam. "


" wahhh malu banget di godain sama mertua." teriak Aulia di dalam kamarnya.


Aldi yang sebenarnya mengikuti Aulia dari tadi dan mendengar apa saja yang dikatakannya membuatnya tersenyum.


" Intan maafin aku yah. Aku juga kangen di peluk, ucap kangen di cium, pokoknya kangen semuanya. " gumam Aldi di luar kamar Aulia.


3 hari kemudian...


Aulia saat ini sedang melamun di ruangan kerjanya. Dia tidak sadar kedatangan Citra.


" Aulia... "panggil Citra untuk kesekian kalinya.


" ah eh.. Citra sejak kapan di sini. " ucap Aulia sadar dari lamuannya.


" kurang lebih 10 menit yang lalu. " ucap Citra ketus.


" oh aku nggak tahu maaf tadi nggak fokus. " ucap Aulia.


" udah ahh ayo makan siang, yang lain nunggu ada di resto. " ucap Citra membuat Aulia mengangguk.


Di restoran...


" Citra, Aulia di sini." Lambaian tangan Cici.


" kalian udah lama. " tanya Citra.

__ADS_1


" ya 10 menitan yang lalu lihat aja nih kita lagi makan, buru gih pesan."


" Mbak saya pesan ayam lada hitam, sama ayam goreng serundeng hot chocolate. "


" saya pesan charsiu ayam dan nasi hainan minumnya jus buah naga. " ucap Aulia.


" baik mohon tunggu sebentar. " ucap pelayan membungkuk dan pergi.


Tak lama pesanan Aulia dan Citra datang, Aulia langsung memakannya dengan lahap.


" Aulia pelan-pelan aja kali nggak usah buru-buru gitu. " ucap Mita.


" habis ini aku langsung ke ruanganku. Jadi nggak bisa ngobrol. " ucap Aulia masih memakan dengan cepatnya, dalam sekejap makanan itu telah ludes habis.


" astaga cepet amat sih. "


" aku pergi dulu yah bay... " ucap Aulia meninggalkan Teman-temannya.


" Aulia kenapa sih kok gitu. "


" mungkin lagi kepikiran soal besok. "


" mungkin.... semoga Aulia nggak bisa lewatin ini semua. "


"huhh aku harus ngapain besok. " ucap Aulia di dalam ruangannya. " masa iyaa sih di biarin gitu aja. "


" apa ambil cuti untuk besok aja terus besok ngajakin anak-anak main."


" tapikan sama aja boong kalau nggak ada Aldi inikan soal Aku dan Aldi. " Aulia berfikir panjang.


" huhh lebih baik aku nggak usah ngapa-ngapain biarin hari besok terlewati."

__ADS_1


" kalau aku isi hari besok sama aja nyakitin diri sendiri karena rayain 4 tahun pernikahanku tanpa Aldi." ucap Aulia meneteskan air mata.


__ADS_2