
" dia mau suaminya dulu yang tahu ibu. " jawab Aldi.
" berapa usia kehamilanmu sekarang. " tanya Ibu Ana lagi.
" sama kayak Aulidia bu 4 minggu tapi aku juga baru sadar 1 minggu yang lalu itu karena Aldi selalu makan-makanan aneh sedangkan alu nggak ngalamin gejala apapun." ucap Aulia.
" oh... Pantesan aja. " ucap Mereka lalu tertawa.
" hahaha suaminya yang ngidam. " ucap mereka menertawai Aldi, sedangkan Aldi mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" he itu tandanya cinta suaminya lebih gede dari istrinya. " Aldi membela dirinya.
" mitos atau fakta. "
" nggak tahu tapi sekarang bagiku itu fakta. " ucap Aldi.
Bruukk...
" akhh.... "
Reza memukul Aldi. " sorry nggak tahan, habis loe rese sama adek gua. Mumpung loe udah sadar. " ucap Reza santai membuat Aldi hanya tersenyum dia sudah hafal jika ini akan terjadi.
" ikh... Kakak. Nggak boleh kayak gitu dong, nanti kalau Aldi sakit lagi gimana. " ucap Aulia mendorong tubuh Reza.
" Papa mau pukul juga, bisa-bisanya bohongin Papamu. " ucap Papa Kifli mendekat.
" No.. No.. No....nggak boleh. " ucap Aulia memeluk dan menarik kepala Aldi bersandar di bahunya, seolah melindunginya dari terkaman keluarganya itu.
" kalau Pukul Aldi, nanti nggak boleh ngendong cucu papa lagi. " Ancam Aulia melotot membuat Mereka tertawa melihat reaksi Aulia yang melindungi Aldi.
" Intan... "
__ADS_1
" iya.. "
" kamu pendek aku capek bungkuk mulu dari tadi. " ucap Aldi membuat semuanya kembali tertawa sedangkan Aulia dengan kesal melepaskan Aldi.
Malam itu menjadi malam kebahagiaan Aulia, suaminya kembali dan kejutan dari suaminya yang tidak akan di lupakan.
Ternyata benar waktu itu terus berputar tanpa berhenti sedetikpun, bagaikan roda dan bumi, kadang kita merasa bahagia, kadang juga merasa sedih hmm itulah kehidupan, Allah telah menentukan takdir kita, skeonario hidupku terlalu banyak memiliki masa senang, dan sedih, akan kulewati apa pun yang akan terjadi di masa depan, aku tahu selama berada di jalan Allah maka itu adalah jalan benar dan aku nggak akan tersesat. Makasih Ya Allah telah memberikan kehidupan seperti ini. - Intan Aulia Syamsul.
" ya udah ini waktunya tidur. Adit Alif tidur yah. " ucap Aldi membaringkan Adit dan Alif.
" pengeng di bacain dongeng. " ucap Alif bergelendot manja.
" hmm... Mau dengar apa. " tanya Aulia.
" si kancil dan buaya. " ucap Adit dan Alif mebuat Aulia mengangguk.
Aulia mulai menceritakan dongeng kepada kedua anaknya, sementara Aldi menepuk pelan bokong Alif yang sudah terbiasa dengan itu sambil menatap Aulia.
" hmm... Belum mau tidur. " ucap Adit tersenyum.
" iya masih mau main sama Mama Papa. " ucap Alif.
" hmm... Kalau nggak tidur... Papa ngelitikin. " ucap Aldi mengelitik Adit dan Alif membuatnya tertawa karena geli.
" hahahaha papa hahha berhenti... Papa hahaha. " ucap Alif,Aldi masih mengelitiki keduanya sebentar lalu berhenti.
" ya udah tidur. " ucap Aldi kedua anak kembar itu menggeleng lalu membisikan sesuatu di telinga Aldi yang membuatnya tersenyum.
" oh ada apa nih.. Kenapa senyumnya kayak gitu. " tatap Aulia penuh kecurigaan.
" serang... " teriak Adit dan Alif.
__ADS_1
" hahaha... Ikh... Hhaha udah.. Haha.. " Aulia tertawa di gelitiki suami dan anaknya. Cukup lama Aulia di gelitiki Adit dan Alif yang sudah merasa lelah akhirnya tertidur.
" huh akhirnya tidur juga. " ucap Aulia tersenyum. " Udah gih Aldi tidur juga. " ucap Aulia kepada Aldi yang sedari tadi menatapnya sambil tersenyum.
" nanti aja belum ngantuk. " ucap Aldi berjalan menuju balkon hotel, Aulia menghampiri Aldi dan duduk di sebelahnya.
Aldi menyandarkan kepalanya di bahu Aulia dan memeluk pinggang ramping Aulia.
" hmm aku minta maaf yah... Aku merasa bersalah. "
" Aldi...udahlah aku juga nggak apa... Kamu suamiku dan aku akan memaafkanmu bagaimanapun juga. " ucap Aulia mengelus kepala Aldi membuat Aldi meneteskan air matanya.
" hmm makasih ya Intan. " Aldi mencium pipi Aulia membuat Aulia tersenyum. " Intan kamu itu wanitaku, setelah mama, salsabilla kamulah wanita harus ku lindungi aku nggak mau kehilangan wanita tercintaku lagi. " ucap Aldi menangis tanpa suara.
" aku akan menjagamu aku nggak akan kehilangan orang yang kucintai."
" iya Aldi... " ucap Aulia menatap Aldi dan menghapus air matanya. " udah yah... Jangan begini lagi. " Aldi mengangguk.
" ya udah ayo masuk di sini dingin. "
" kan sama aja didalam dingin, di sini dingin itu alam didalam dingin itu karena mesin. "
" hmm kau ini...sudah malam ayo masuk. " ucap Aldi, Aulia mengangguk.
Saat Aulia hendak tidur di samping anaknya, Aldi menariknya dan masuk ke kamar lain.
" ada kamar lain rupanya. " ucap Aulia.
Aldi menggendong Aulia dan membaringkan di ranjang.
" mau nengokin dedek yah. " ucap Aldi, Aulia sedikit melotot tapi akhirnya juga mengangguk.
__ADS_1
Aldi mulai aksinya malam itu menjadi agak panjang untuk kedua insan yang saling merindukan satu sama lain ini.