Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
MITA MAU LAHIRAN


__ADS_3

Aldi masuk di ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya sambil tersenyum mengingat kejadian subuh tadi.


" Intan hari ini tambah manis aja. Aduhhh...Intan istriku gemes banget sih. Hahaha jadi kangen padahal belum jega se jam nggak lihat dia. Intan...hmmm." gumam Aldi tersenyum.


Seperti hari biasanya Aldi maupun Aulia mengerjakan kesibukannya masing-masing.


Aldi telah menyelesaikan pekerjaannya, sepanjang hari dia terus menginggat istrinya itu. Aldi langsung menuju rumah sakit menjemput sang istri.


Aulia dan Citra menunggu suami mereka. Aulia melihat mobil Aldi sudah datang, begitu juga mobil Aris di belakang Aldi.


" tuh mereka udah dateng." ucap Aulia pada Citra.


" oh iya."


Aris dan Aldi turun dari mobil. Aulia maupun Citra menyalami suami masing-masing.


" udah baikan aja." ejek Aris.


Aulia dan Aldi saling pandang lalu tersenyum. " emang kita pernah marahan." ucap Aulia.


" kemarin apa."


" he itu kemarin lagi kesel aja...nggak sampe marah tu. Lagian kalau kita kayak kemarin tuh paling lama 5 menit kayak gitu." ucap Aldi.


" hemmm terserah." ucap Aris memutar bola matanya malas.


Triitt triit


Ponsel Aulia berbunyi telfon dari Beni.


" tumben Beni nelfon biasanya juga mita. Nggak ada sejarah Beni nelfon." ucap Aulia.

__ADS_1


" angkat siapa tau penting." ucap Aldi.


" iye nie juga mau angkat."


" Assalamualikum Ben...tumben nelfon. Ini pertama kalinya nelfon aku." ucap Aulia.


" main cerocos aja... nih gua sama Mita dalam perjalanan ke rumah sakit. Perut Mita katanya keram." ucap Beni.


" hahh ini emang waktunya yah?" tanya Aulia.


" iya bulan ini...udah jangan banyak nanya urusin tempatnya. Assalamualaikum." ucap Beni.


" waalaikumsalam."


" huhh nggak jadi pulang...tunggu di sini dulu jangan ada yang pulang sampai Beni datang." ucap Aulia.


" kenapa." tanya Citra. Aulia tidak menjawab dia berlari kedalam dan memanggil beberapa suster serta dokter kandungan dan menyiapkan ruangan untuk Mita.


" ada apa sih Intan." ucap Aldi saat melihat kedatangan Aulia.


Tak lama mobil Beni telah muncul Aulia dan para suster yang sudah siap langsung mendekatinya dan segera membawa ke ruangannya yang sudah di sediakan.


" Mita mau lahiran." ucap Aris.


" mungkin. Udah ayo ikut ke dalam." ajak Citra kepada Aris dan Aldi.


Aulia, Citra, Aldi, Aris duduk di ruang tunggu. Sementara Beni sedari tadi mondar-mandir di depan pintu menunggu sang istri.


" bagaimana keadaan istri dan anak saya dok." tanya Beni saat melihat dokter yang memeriksa Mita keluar.


" apa anda suaminya."

__ADS_1


" iya dokter."


" baiklah ada yang ingin saya bicarakan dengan anda, silahkan ikuti saya keruangan saya."


Beni semakin deg-degan " iya dok."


" ikut." ucap Aulia langsung berjalan ke arah mereka.


" aku juga ikut." ucap Citra mendekati mereka.


" baiklah ayo." ucap dokter.


Aulia dan Citra memberi isyarat supaya Aldi dan Aris tetap di tempatnya.


Di ruangan dokter...


" jadi apa yang terjadi sama istri saya dok." tanya Beni.


" istri anda harus di operasi cesar karena bayi dalam kandungannya dalam posisi tidak benar." jelas dokter.


" apa tidak ada cara lain selain operasi. Apa tidak bisa normal saja dok." ucap Beni.


" kalau kita memaksa secara normal, berakibat fatal kepada bayi maupun ibunya."


" hufttt kalau saya setuju saja. Tapi istri saya dia dari dulu ingin melahirkan dengan normal..." lirih Beni. " huftt saya bicarakan dengan istri saya dulu." ucap Beni.


" baiklah. Silahkan tapi di mohon segera klasifikasi."


" iya dokter makasih. Saya permisi." Beni meninggalkan ruangan dokter itu.


Aulia dan Citra tak menyangka sahabatnya akan seperti itu. Mereka sedari tadi diam dan mencerna perkataan dokter itu.

__ADS_1


" kita permisi dok." ucap Citra menarik tangan Aulia.


" iya." dokter itu tersenyum.


__ADS_2