
Besok....
Berhubungan acara Aldi pada jam siang maka Aulia masuk kerja sampai jam 10, karena waktu yang memang sudah di atur Defan jadi tepat jam 10 Aulia tidak memiliki pasien lagi.
Aldi datang jam 10.30 dia terlambat menjemput Aulia ke rumah sakit, tapi tampa banyak nanya Aldi membawa Aulia membeli baju. Tanpa banyak protes Aulia menggunakan baju yang sudah di pesan Aldi lalu menggunakan sedikit make up.
" hah jadi bagaimana. " ucap Aulia memutar badannya.
" tambah cantik." ucap Aldi tersenyum " udah ayo. " ucap Aldi menarik tangan Aulia.
" kamu nggak malukan kalau kita pake motor ke sana. "
" nggak lah, ngapain malu coba. "
" ya siapa tau aja, lagian Alhamdulillah aku udah pernah naik mobil tapi yang penting aku duduk di belakang ya meskipun hampir setengah mati sih. "
" iya aku tahu tapi udahlah nggak apa, biar lebih cepet juga. "
" ya udah deh. " Aulia menaiki motor gede Aldi. Saat ini Aulia menggunakan celana dan baju berwarna choco serta jilbab berwarna hitam.
Sekarang sudah jam 12.20 menit Aldi dan Aulia baru sampai di restoran Adaf 4a.
" huh telat itu nama belakangmu. " protes Aulia.
" hehehe ya maaf tadi lupa waktu. "
" sudahlah yang lain pasti sudah menunggu. "
__ADS_1
Aldi mengandeng tangan Aulia memasuki ruangan VIP. " permisi pak, bu maaf atas keterlambatannya." ucap Aldi tersenyum membuat semua orang di sana berdiri dan mempersilakan Aldi dan Aulia duduk.
" Silahkan tuan kita bisa mulai acaranya. "
" iya pak makasih. "
Aldi dan Aulia duduk di kursi yang sudah di tentukan.
" hay pak Aldi udah lama nggak ketemu." ucap Soraya dengan gaya centilnya yang saat ini berada di sampingnya, Aldi hanya tersenyum menanggapinya.
Aduh kenapa jadi dia yang di sini, palingan udah dia atur huh sabar ajalah moga Aulia nggak marah. batin Aldi.
Setelah melakukan beberapa kegiatan, Aldi dan para rekannya akhirnya makan siang.
" aku aja yang ambilin kamu duduk yang manis aja. " ucap Aldi membuat Aulia mengangguk .
para rekan kerjanya melihat Soraya hanya menggelengkan kepala pusing melihat usaha Soraya dekat dengan Aldi.
" nggak usah makasih kamu makan sendiri aja. " ucap Aldi menolak.
Aldi mengambil piring dan menyiapkan makanan untuknya dan Aulia dengan porsi agak banyak.
" kita satu piring aja cukup kan. " ucap Aldi. Aulia tersenyum dan mengangguk.
Soraya menatap sinis Aulia. Ada rasa tak suka dari tatapannya. Di berdecik tak suka.
dia tidaklah secantik diriku, dia hanya seorang dokter. Aku jelas lebih baik. batin Soraya.
__ADS_1
" Aldi aku mau ke toilet bentar yah. " ucap Aulia.
" aku antar. "
" nggak usah...aku bisa sendiri. " ucap Aulia, Aldi hanya mengangguk.
Melihat Aulia menuju toilet Soraya tanpa pamit juga menuju toilet.
Saat Aulia selesai dia melihat Soraya yang saat ini mencuci tangannya.
" kau pake apa sehingga Aldi mau dengan gadis sepertimu. " ucap Soraya sinis.
" hmm... Aneh. " ucap Aulia.
" he jangan pura-pura bingung kau pasti menggunakan sesuatu, sampai membuat Aldi seperti itu. "
" kau tidak tau kan hubunganku sama Aldi sebelum jadi suami istri. " ucap Aulia, Soraya mengerutkan dahinya.
" dan satu hal Apa begini caramu berterima kasih. "
" untuk apa berterima kasih padamu. Kau hanya seorang dokter kalau bukan karena Aldi kau bukanlah siapa-siapa. "
" dan kau bukan siapa-siapa kalau bukan karena diriku. "
" heyy apa maksudmu hah...jangan sombong apa hebatnya seorang dokter. "
" hah kau bertanya hebatnya seorang dokter, apa perlu ku tunjukkan. " ucap Aulia. " oh sepertinya nggak perlu cukup di jelaskan saja. " Aulia tersenyum tipis. " kau akan tahu perbedaan aku dan kamu tanpa bantuan siapapun. " ucap Aulia dingin meninggalkan Soraya sendirian.
__ADS_1