Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
AKHIRNYA


__ADS_3

Tanpa mereka sadari beberapa polisi mendekati mereka langsung memborgol tangan mereka tapi kecuali aulidia yang saat ini menggunakan masker dan kacamata.


" apa apaan ini pak, kenapa kita di borgol." protes claudia.


"kalian di tahan atas tindakan perencanaan pembunuhan salah satu keluarga anggara." jelas polisi.


" apa...apa buktinya pak dan apa ada saksi bapak nggak bisa tangkap kami begitu saja, kita nggak salah."


" ibu aulia dan saudara kembarnya sendiri yang menjadi saksi dan bukti sudah di kumpulkan." ucap polisi berhasil membuat mata mereka melotot terlebih lagi aulia dan aldi muncul di belakang mereka dan aulidia mendekat lalu melepas masker dan kacamatanya.


" dasar anak tidak tahu diri. sudah dirawat ini balasanmu. kau lupa ibu kandungmu itu telah membuangmu." Ucap Rina.


" mereka tidak pernah membuangku tapi ada seorang wanita yang menculikku beberapa jam setelah aku lahir, dan dia menculikku bukan untuk merawat, mendidik ataupun menyayangiku tapi untuk balas dendam dan wanita itu ada di depanku."ucap aulidia menekan suaranya pada kalimat bercetak tebal.


" aku sudah tahu semuanya, semuanya. dan kalian itu jahat tau nggak jahat!!!" teriak aulidia.


" sudah pak. bawa mereka dan jangan biarkan mereka hidup tenang. hukum mereka sesuai dengan tindakannya. kasus penculikan anak yang baru lahir, kasus korupsi, kasus penyelundupan narkoba, dan kasus perencanaan pembunuhan." ucap aldi.


mereka sekeluarga tercengang karena aldi bisa tahu kejahatan mereka.


" baik pak terimah kasih atas kerja samanya. kami permisi." ucap polisi dan menyeret satu keluarga ini ke kantor mereka dan memasukkannya ke sel tahanan.


" huftt alhamdulillah akhirnya bisa hirup udara bebas." ucap aulia bernafas lega.


" maafin aku yah." ucap aldi memeluk aulia.

__ADS_1


" untuk apa?"


" karena aku telat nolongin kamu."


" udah nggak apa lah." aulia tersenyum manis.


" oiya makasih yah aulidia. Aku yakin ini memang akan terjadi, kamu akhirnya tahu semuanya."


" iya. Dan aku mau minta maaf, aku sempat kasar, aku minta maaf aku sempat memaki-makimu tanpa kesalahan, aku minta maaf karena aku bodoh, aku...."


" udah cukup, aku tidak akan penah sekalipun mempermasalahkannya. Kau saudaraku dan akan tetap jadi saudaraku." aulia memeluk aulidia. Aulidia menangis di pelukan aulia.


" aulia, aldi." panggil keluarga dan sahabatnya, Karena waktu itu ada yang sedang merekam mereka dan langsung live itu viral, hal itu sampai ke mereka.


Aulia aldi dan aulidia tersenyum. Ibu ana menghampiri dan menatap kedua anak kembarnya, air matanya jatuh akhirnya melihat kedua putrinya bersama.


Aulidia menarik aulia untuk memeluk ibunya. " Inikan yang ibu mau, memeluk kita berdua bersamaan kan." ucap aulidia, ibu ana memeluk keduanya erat seakan tidak mau melepaskannya lagi, dan meneteskan air matanya.


Sedangkan aldi mendapat tatapan tajam dari keluarga dan sahabatnya.


" aku dan aulidia akan ceritakan semuanya di rumah. Jadi sekarang kita pulang."


Sampai dirumah....


" papa...." teriak adit dan alif memeluk aldi.

__ADS_1


" nggak peluk mama juga." tanya aldi. Adit dan alif melihat kearah aulia dan aulidia dengan heran.


" kok mama ada dua...."


" apa jangan-jangan mama kayak kita yah punya kembaran. Iya kan papa." tanya adit, aldi menggangguk.


" ayo mama kalian yang mana." tanya papa.


Adit dan Alif menatap aulia dan aulidia bergantian. Dan..." yang ini pa, kan pipi mama cubby, jadi pasti ini." kata alif.


" ikh...anak pintar iya ini mama." ucap aulia.


" mama...." adit dan alif memeluknya, aulia begitu merindukan anak-anaknya dia membalas pelukan anaknya dan meneteskan air matanya, sebelum anaknya melihat aldi menghapus air mata aulia dan menggeleng tanda supaya anak mereka tidak melihatnya.


" kita mau tinggal di sini aja nih. Gua kepo nih apa yang sebenarnya terjadi." ucap Cici, yang mendapat sentilan dari mita.


" aww...ikh...mita sakit tau."


" diem makanya..."


" ya sudah ayo masuk." ucap aulia dan memengang kedua anaknya untuk masuk.


Mereka semua duduk di sofa, berada di ruang tamu.


" ayo cerita, apa yang sebenarnya terjadi." ucap reza dingin.

__ADS_1


" iya kak." ucap aulidia dan aldi bersamaan


__ADS_2