
" papa ray sama kak ervin maukan ke bandung." tanya aulia.
Pak raymond dan kak ervin tidak ada yang bicara. Mereka terkejut dengan ucapan aulia tapi tak kalah senang juga.
" ikh... Pa, kak jawab."
" iya papa dan ervin akan ikut." kata pak raymond tersenyum bahagia.
" bagus kalau begitu. Besok ke bandung." kata aulia semangat.
Semua orang kini tersenyum melihat aulia yang bersemangat. Padahal dia tadi terus saja terdiam. Ntah itu karena kebawaan ibu hamil yang moodnya berubah-ubah atau memang sifat macam-macamnya itu.
Keesokan harinya...
Mereka tengah bersiap-siap untuk ke bandung.
" aldi aku sama teman-teman aku aja yah." ijin aulia pada aldi.
" kok gitu sih. Nggak boleh kamu sama aku kesana, naik motor."
" naik motor,oke deh kan lebih cepet." aulia girang.
" dih aulia bilangnya sama kita. Sekarang nggak jadi nih." kata cici dengan muka cemberut.
" ya maaf, kan suami aku nggak ngijinin, terus kita ke sana naik motor kan lebih seru, lebih cepet." kata aulia membentuk jarinya V.
" ikh... Kalau nggak hamil udah gua jewer pipi loe itu." kata mita gemas.
" dih pipi kok di jewer." kekeh laura.
" biarin omongan gua juga."
"mulai deh berdebat nggak pentingnya."
" bener banget tuh berantem mulu deh." timpal citra.
" kalian tu yah ketemu berantem, ketawa ngakak, kompak berubah mulu kalau ketemunya." kata reza.
" ya kan jarang-jarang kita ketemu kak semenjak kuliah di sini."
" iya terserah kamu saja dek." reza mengesap kepala aulia.
" intan, kita berangkat sekarang aja yah. Kita tunggu mereka di bandung."
" oke." aulia mengacungkan jempolnya.
" ett... Tunggu kalian mau naik motor."
" iya kak."
" nggak boleh kamu tuh baru sembuh bahkan belum sepenuhnya masa udah naik motor, kalau jatuh gimana."
" ikh... Kakak nggak mungkinlah aku jatuh. Aku tuh udah pulih, jadi nggak apa apa yah naik motor."
" nggak boleh."
" pokoknya boleh."
__ADS_1
" nggak boleh." kata reza membuat aulia memanyunkan bibirnya.
" aku bakalan kasih tau ibu. Ibu pasti ngijinin. Ayo suamiku." kata aulia menyulurkan lidahnya kepada reza dan menarik aldi pergi ketempat di mana ibunya berada.
" ibu..." panggil aulia.
" iya sayang ada apa."
" mmm.... Aku sama aldi naik motor yah ke bandung. Boleh ya bu... Boleh ..ya..." mata aulia berbinar-binar penuh harap sehingga tidak ada yang bisa menolaknya.
" kalau ibu sih boleh aja. Tapi kasih tahu mereka dulu." kata ibu ana menunjuk tiga orang pria. Yang tidak lain adalah ayah syamsul, papa kifli dan papa ray.
" oke bu. Makasih sayang ibu."
" ayah, papa kifli, papa ray." panggil aulia.
" iya ada apa nak."
" mmm... Boleh nggak kalau aku sama aldi naik motor ke bandung. Boleh yah" aulia kembali membinarkan matanya.
Baru saja papa kifli mau bicara. Reza dan ervin datang.
" jangan di bolehin." cela reza.
" ikh... Kakak nyebelin banget sih. Pokonya boleh dan harus."
" nggak."
" boleh."
" nggak."
" udah dong sayang. Masa kayak gini juga mau di permasalahin. Kalau gitu kita pake mobil aja yah berangkat sama mereka." kata aldi menatap wajah kesal aulia.
" ikh...sebelin banget sih tadi yang ngajakin naik motorkan kamu sekarang nggak mau apa sih nggak,konsisten." kata aulia menangis dan berjalan menuju ibunya.
" ibu, aldi sama kak reza jahat." kata aulia menangis sambil memeluk ibu ana.
" iya nak,nggak apa apa yah kita naik mobil aja."
" iya bu. Tapi aku sama ibu aja aku nggak mau sama aldi." kata aulia kesal dan cemberut.
" nggak bisa gitu intan kita pokoknya satu mobil."
" nggak...cewek sama cewek , cowok sama cowok."
" ya udah biar aku yang nyetir mobil cewek, pokoknya kita harus satu mobil."
" ikh...aldi biar laura aja dia juga jago kali nyetirnya."
" nggak sayang biar aku aja yah."
" nggak mau.... Ibu aldi jahat." aulia kembali menangis.
Ibu ana melotot kepada aldi dan mengelenggkan kepalanya.
Aldi menghembuskan nafas kasarnya
__ADS_1
Huftttt
" oke terserah kamu saja." aldi pasrah.
" Bagus." aulia memasang wajah kesalnya, lalu meninggalkan aldi.
" kita berangkat bareng, aldi nggak jadi naik mobil." kata aulia pada temannya.
" oke bagus deh."
" ya udah kita berangkat sekarang aja."
" ayo." jawabnya serentak
Karena menggunakan mobil keluarga jadi mereka hanya menggunakan 2 mobil.
Diperjalanan aldi terus saja mengomel kepada reza.
" ini tu gara-gara kak reza, intan jadi marah deh." aldi melototi marah pada reza
" malah jalahin gue lagi. Salah sendiri loe malah nggak jadi bawa motor." kata reza santai
" ya kan kak reza ngelarang bawa motor."
" salah sendiri kenapa dengerin gua."
" ha...terserah deh." aldi kesal karena aulia yang tidak mau satu mobil dengannya.
Aulia dan yang berada satu mobilnya sedang mendengarkan lagu dangdut dan sekali -kali bernyanyi.
Berbeda dengan mobil para laki-laki, aldi terus saja ngedumel marah-marah nggak jelas.
" ekh...intan kenapa dia malah marah sih." aldi benar-benar stress karena aulia.
"akh...gua juga kenapa aneh kayak gini."
" eh aldi loe itu yah baru juga berapa jam loe nggak sama aulia udah kayak orang gila aja." aris risih melihat aldi
" diem loe."
" aldi kamu tu yah bener-bener jadi orang gila pisah sama aulia." kata papa kifli.
" ya nggak tau pa, kenapa aku jadi kayak gini."
" ee... Ini itu karena kak reza intan jadi ikut marah sama aku."
"diem loe aldi dari tadi ngedumel mulu, udah kayak emak-emak kompleks." kata reza yang membuat semua tertawa.
" diem loe semua daripada gua tendang kalian keluar." ancam aldi yang masih kesal kini tersulut emosi.
" wahhh santai dong. Selowww." kata doni yang tertawa begitu juga teman temannya sedangkan ke tiga para orang tua itu geleng kepala melihat konyolnya aldi.
Aldi yang tersulut emosi, langsung memutar lagu dangdut dengan volume besar.
" ehh aldi loe mau kita semua tuli." kata reza menutup telinganya
aldi tak mempedulikannya dia malah menambah volume suaranya. Bahkan sampai terdengar di mobil aulia.
__ADS_1
" ya allah suara musiknya gede banget banget."