Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
BUJUKAN BENI


__ADS_3

Di tempat rawat Mita...


" Beni.... Kenapa aku belum lahiran. Perut aku keram." Mita mengeluh.


" sayang sabar yah..." ucap Beni dengan mata berkaca-kaca.


" hmm perutku keram....hiks..hiks.."


" iya bentar yah." ucap Beni lalu mengecup kening Mita. " sayang aku mau ngomong dan aku mohon kamu ngerti." Beni menatap Mita teduh.


" apa...kenapa kamu kelihatannya sedih."


" kamu maukan operasi cesar posisi anak kita di perut kamu salah. Jadi harus di operasi maukan." ucap Beni pelan.


" nggak aku mau lahiran normal. Aku mau rasain bagaimana sakitnya seorang ibu melahirkan. Aku nggak mau operasi." ucap Mita menangis.


" tapi sayang itu demi kamu dan bayi kamu." ucap Beni.


" nggak...aku nggak maau..hiks...hikss." Mita menangis. " keluar...aku nggak mau operasi. Aku nggak mau... Keluar jangan paksa aku."


" tapi...."


" keluar."

__ADS_1


Beni menuruti keinginan istrinya dia memilih keluar, dengan tatapan teduh. Dia tidak tahu harus bagaimana.


" Mita maukan di operasi." tanya Aulia. Beni menggelengkan kepalanya lemas.


" huftt terus gimana dong." ucap Citra.


" kasian si Mita dia itu keras kepala. Kalau mau itu harus di turutin." ucap Aldi.


" iya itu bahaya loh kalau nggak di operasi." ucap Aris.


Beni terduduk lemas di lantai dia kali ini merasa dirinya tidak berguna, bodoh ya sangat bodoh pikir Beni.


" Aku aja yang bujuk." ucap Aulia.


" emang bisa." tanya Aldi.


" dalam keadaan kayak gini masih bisa aja loe songong." ucap Aris sinis.


" oh iyalah aku kan hebat...hmm kalau aku berhasil bujukin Mita apa yang akan kamu berikan hmmm.." tanya Aulia pada Aris.


" bodo...udah jadi bini orang kaya masa iya loe mau sesuatu nggak dapet." ucap Aris.


" huftt terserah...Kalian tetep di sini. Tenangin Beni." ucap Aulia langsung masuk ke tempat rawat Mita.

__ADS_1


" assalamualaikum."


" waalaikumsalam...Aulia..hikss..hiks..aku nggak mau di operasi...aku mau lahiran secara normal." ucap Mita.


" huftt Mita...." ucap Aulia terpotong karena Mita.


" jangan mencoba merayuku."


" aku mau bujukin sahabat aku yang keras kepala ini. Untuk operasi." ucap Aulia.


" aku nggak mau." ucap Mita.


" Mita aku mau ngomong tapi jangan pernah menyela ucapanku atau aku bakalan marah dan nggak biarin kamu gendong si kembar lagi. Oke jadi jangan menyela ucapanku." kata Aulia.


" hiks...kenapa kau jahat sekali. Salah satu dari mereka kan calon menantuku." ucap Mita membuat Aulia tersenyum.


" jadi janji jangan menyela ucapanku kalau aku nggak minta jawaban darimu oke." ucap Aulia. Mita mengangguk.


" kau ingin kan anak aku menjadi menantumu." tanya Aulia, Mita mengangguk.


" Jadi kamu mau kan punya anak sehat walafiat." ucap Aulia lagi Mita Mengangguk.


" Mita sekarang posisi bayi kamu salah dan harus segera di tindak lanjuti. Kalau nggak bukan cuma kamu aja yang kesiksa tapi anak kamu juga. Ini anak pertamamu Mita pasti seorang ibu akan berusaha menyelamatkan anaknya dengan cara apapun. Tapi kamu maukan lahiran normal." tanya Aulia.

__ADS_1


" iya...aku bahkan rela menyerahkan nyawaku yang penting anakku selamat." ucap Mita membuat Aulia tersenyum.


Mita sosok yang sangat keras kepala tapi juga konyol, jadi cukup sulit untuk membuatnya luluh tapi jika berhadapan dengan Aulia, Mita seakan keras kepalanya terbang menghilang.


__ADS_2