
" astaga...kalian kayak anak keci aja... Gini aja nggak ngerti. Nih aku aja baru sehari sama aulia udah tahu sifatnya."
"gini yah cinta itu nggak perlu di ungkapin, nggak perlu pake kata-kata romantis, tapi cinta itu di rasain kalau nggak di rasain berarti percuma cinta di ungkapin karena itu tandanya nggak peka." bela aulidia pada saudara kembarnya itu.
" kebanyakan...bukan berarti aku ngatain kalian yah... Tapi ini fakta, kebanyakan mulut laki-laki itu l-i-a-r liar .....kabur...." aulidia berlari setelah melihat raut wajah laki-laki itu berubah.
" astaga gitu yah kalau kembar, hampir sifatnya sama, bahkan main kabur kalau lihat ekspresi kesal gini." tunjuk cici ke muka para laki-laki yang sedang kesal.
" hahaha." mita, cici dan citra tertawa.
" bener-bener ervin tau kan apa yang akan kita lakuin pada kedua bocil adek-adek kita itu." ucap reza pada ervin.
" siap...tapi apaan." ucap ervin polos.
" sialan loe." reza kesal.
"Hahaha." mereka tertawa.
Di taman belakang...
Aulia, adit dan alif sedang bermain bersama.
" aulia, adit alif boleh gabung nggak." ucap aulidia.
" sini aja tante." alif menarik aulidia
" cepet amat makannya."
" aku kesel tapi juga lagi seneng." ucap aulidia.
" ha kenapa..."
Aulidia menceritakan apa yang barusan terjadi.
" kita memang pantas kembar...sependapat." ucap aulia.
" bener."
__ADS_1
" tapi aku juga salah sih..."
" iya mending bilang aja gitu."
" aku nggak mau yang biasa...aku mau yang luar biasa." ucap aulia.
" ya udah kan kalau di ucapin biasa, nyanyiin biasa, jadi buat puisi atau pantun aja." usul aulidia.
" hah...masa harus gitu sih." jujur aulia malu.
" ya terus mau apa...atau diemin aja."
" aku juga nggak enak kali...aldi sih, kayak gini aja nggak ngerti."
" hmm terserah mau main sama anak kamu aja. Kamu aneh.." ejek aulidia pergi meninggalkan aulia
"huftt...hmm aku harus bagaimana. Pokoknya harus berbeda dari yang lain hmm bagaimana yah." pikir aulia.
" berpikir...berpikir ...aduh otak pintar ku ke mana sih."
" emang mikirin apa sih." aldi tiba-tiba datang.
" K E P O kepo." ucap aulia ketus.
Pake tanya lagi udah jelas lagi mikirin gimana caranya ungkapin perasaanku ke aldi, kan dia minta di ungkapin. Ikh...rese. batin aulia.
" ya udah kalau nggak mau kasih tahu."
" iya jangan ketus gitu."
" terserah aku lah." ucap aulia ketus lagi.
" datang bulan loe lia, dari tadi kok mudah marah gitu." ucap mita.
" nggak." ketus aulia
" ye kita semua kena nih...siapa lagi nih yang salah." ucap citra.
__ADS_1
" iya satu yang salah sama aulia kita yang kena keselnya terus kalau aldi di cuekin kita yang di salahin. Emang pasangan serasi." ucap mita.
" iyalah kan sayang." ucap aldi.
" hmm." deheman aulia.
" ehh kalian masih aja deketin aulia padahal tadi buat dia kesel lagi kepikiran tuh soal tadi, dia ngerasa bersalah." ucap aulidia.
" bocor banget sih lid..." ucap aulia.
" hehehe maaf kelepasan."
" jadi kepikiran soal tadi...udalah nggak apa apa. Kalaupun nggak di ucapin secara langsung tapi ngucapin dalam hati itu lebih berkah." kata aldi tersenyum.
" elleh udah nggak usah bilang gitu...aku jadi merasa bersalah banget tau nggak."
hmm...minta di cium nih anak supaya nggak ngambek lagi tapi kalau tambah marah barabe usrusannya huftt sabar aldi. batin aldi.
" ya udah ngomong aja kalau gitu...aku siap dengerin."
" percuma dong kalau bukan dari hati yang tulus." ucap aulia.
" aulia nggak mau yang biasa maunya yang luar biasa." ucapi aulidia sekali lagi yang membuat aulia tambah kesal.
" ikh...sinta aulidia diem." aulia melotot tapi aulidia malah tertawa.
" awas ya...tunggu di situ." aulia mendekat tapi aulidia berlari.
" hey awas yah kalau dapet." aulia mengejar aulidia.
" hmm berasa nonton tom jerry nih." ucap ervin.
" hahaha...baru ketemu langsung kayak gitu." ucap aris.
" ternyata aulidia nggak jauh beda dari aulia mudah bergaul...padahal waktu itu serem banget." ucap yoga.
"iya...mana pakek aulidia jahil juga lagi." kata doni.
__ADS_1
" nambah nih orang aneh sahabat kita." ucap cici.