Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
terciduk dalam ciduk


__ADS_3

" kalau mau tau mereka ngapain kita harus....." kata mereka tidak melanjutkan kata-kata mereka dan langsung menuju pintu kamar aldi dan aulia yang ternyata telah ada kaum adam disana ternyata sama keponya.


" hey kalian ngapain disini." kata kaum hawa


" kalian sendiri ngapain."


" ditanya malah nanya balik."


" oke kita kepo akan apa yang terjadi jangan-jangan kalian juga lagi."


" iya bener sih kepo juga."


Mereka semua berkerumun di pintu kamar aldi dan aulia.


Tapi.... ternyata


Aulia yang sebelum mereka datang keluar ambil air minum sekembalinya dari dapur dia melihat kamarnya di kerumuni.


" hah.. Mereka ngapain di situ...." kata aulia melihat teman temannya telah didepan pintu mereka.


" oo aku tau mereka mau ngapain hmmm dasar ya keponya maksimal banget."


" mmmm aku punya ide awas aja yah."


Aulia mengambil ponselnya yang ada pada saku celananya dan mengetik sebuah pesan.


'Aldi teman-teman sedang ada di depan pintu kamar ya kamu ngertilah mereka mau ngapain. Kamu buka pintunya supaya mereka jatuh oke.'


Aldi yang membaca pesan aulia segera berdiri dari kasurnya lalu menuju pintu kamar lalu membukanya dan......


Bruk......


" awww pinggang gua sakit." kata mita.


" aduh sama nih aduh pinggang gua encok nih." kata laura


" kita semua sama nih awas kalian...aduh sakit nih." kata reza.


" ngapain kalian disini." kata aldi mengeritkan dahinya.


" ehh aldi nggak cuma lewat aja." kata mereka serentak.


" lewat aja. Kalian nggak bermaksud nguping kan." kata aulia menghampiri mereka.


"ehhh kok bisa ada disana bukannya didalam." kata reza


" omg hello. Kakaku yang tersayang akukan haus jadi aku turun ambil minum deh." kata aulia meminum airnya.


" bilang aja kalau kalian mau nguping kan kita mau ngapain ihh dasar yah... Kepo maksimal kalian tu kompak banget. termasuk kak bulan jadi ikut-ikutan." kata aulia


" aku bakalan kasi tau ibu, ayah sama papa supaya kalian di hukum atas kekepoan kalian ini yang nggak wajar." kata aulia melototi semuanya.


" mati nih gua." kata reza menepuk jidatnya sendiri.


" kabur....." kata mereka serentak meninggalkan aldi dan aulia.

__ADS_1


" huftt dasar ya kepo banget."


" iya masa kayak gini juga mau di kepoin." kata aldi yang geleng geleng kepala


" yaudah ayo masuk." kata aulia yang masuk duluan.


Setelah mengunci pintu aldi menuju kamar dimana istrinya masih berada.


" intan aku mandi dulu yah..." kata aldi mengambil handuk yang ada dikasurnya.


" okee..."


Setelah melihat aldi masuk kamar mandi. Aulia langsung berdiri dan mondar mandir dan sesekali melihat pintu kamar mandi.


" aduh... Gimana nih kalau aldi minta hak sekarang uhhh bisa mati aku." gumam aulia.


" nggak apa apa sih kalau sekarang kan itu haknya tapi aku masih canggung. Aduh...." kata aulia menepuk jidatnya.


Melihat pintu kamar akan terbuka ia segera ke posisi sebelumnya.


"eee udah selesai aku juga mau mandi." kata aulia segera masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi aulia keluar dan melihat aldi sudah tertidur.


" hah dia udah tidur. Ah bodo bagus deh." kata aulia yang segera merebahkan dirinya disamping aldi.


Saat hendak memejamkan mata tiba-tiba aulia merasa ada yang memeluknya.


" aldi kamu belum tidur." kata aulia


" ya sudah tidur gih."


" intan."


" iya."


" cium aku."


Aulia tidak menjawab ia malah membuka matanya lebar.


" kalau begitu aku yang cium kamu." kata aldi yang bangun dan mencium bibir aulia.


Karena aulia tidak membalas ciumannya, aldi mengingit bibir aulia supaya terbuka.


" aw..." kata aulia yang memengangi bibirnya.


"kamu kenapa sih malah gigit bibir aku sih kan sakit."


melihat aulia membuka mulutnya aldi langsung menciumnya kembali dan aulia pun jadi terbawa suasana dan mereka berdua melakukan hubungan yang sah mereka lakukan.


Pagi harinya.


Mereka semua sudah berkumpul untuk sarapan pagi aulia, aldi ,aris dan citra telah bersiap-siap kekampus.


Di meja makan.

__ADS_1


" eh dek bagaimana malam pertama kalian." goda kak reza.


aldi yang mendengar hal itu sontak kaget bahkan ia tersedak makananya.


"padahal lia yang aku mau kagetin yang supaya tersedak e malahan kamu aldi. haduhhh." kata reza yang kemudian di melototi aulia.


" ehh kamu nggak apa apakan nih minum." kata aulia memberi minum pada aldi.


" reza... Kamu nggak boleh nanya gitu." kata ibu.


"iya nih kakak kepo banget dengar ya kak kalau misalnya kakak udah nikah emang kakak nggak malu kalau ada bilang kayak gitu"


" enggak." kata reza santai yang membuat aulia geram dia melihat semua teman-temannya yang masih menunduk karena kejadian tadi malam.


" emmmm ibu,ayah ,papa kalian tau nggak kemarin ada adengan terciduk dalam sebuah ciduk didepan pintu kamar kami." kata aulia melirik semua temannya yang wajahnya telah merah padam.


" ee... Lia kakakmu ini minta maaf yah." kata reza.


"iya aulia kami minta maaf kami khilaf." kata mereka serentak.


" sama aku aja nih. "


" aldi kami minta maaf yah..." kata mereka serentak


Aldi melihat istrinya


" udah maafin aja nggak apa apa lagian kemarinkan mereka yang ke ciduk bukan kita." bisik aulia


" iya udah nggak apa apa lagian kalian kemarin hebat kalian nggak janjian tapi bisa sama sama pikirannya gitu." kata aldi tertawa.


Saat aldi tertawa,aulia yang melihatnya membuka mulut lebar langsung memasukkan satu telur rebus di mulutnya.


" berhenti tertawa itu nggak lucu." kata aulia yang kini tertawa dan orang orang disana.


Selesai makan...


" intan, aris, citra kita berangkat sekarang ayo." ajak aldi.


" ya ayo capcus." kata citra.


"ayah,ibu papa kita berangkat kampus ya..." kata aulia menyalami ketiga orang itu diikuti aldi,aris dan citra.


" assalamualaikum" kata mereka bersamaan


" waalaikumsalam"


" kak reza ingat hukumannya ya..." kata aulia berteriak saat akan keluar dari pintu gerbang.


" sialan anak itu masih ingat aja."


" udah lakuin aja dari pada aulia nanti pulang di tambahin."


" iya ayah." kata reza yang mengambil sapu daan mulai membersihkannya.


" huh dasar lia kakaknya sendiri di hukum kayak gini." gumam reza

__ADS_1


__ADS_2