
" lihat saja kau baru berhadapan denganku, kau sudah tak berdaya Ronald jika aku mau mungkin aku sudah membuatmu tidak bernafas kali ini. Kau akan lihat apa yang akan di lakukan kakaku, dan suamiku padamu lihat saja." ucap Aulia langsung menghubungi kedua kakaknya, suaminya.
Ronald yang sudah tidak berdaya tak bisa melawan. Bahkan berdiri saja dia sudah susah rasanya. Bahkan para dokter, perawat dan pasien yang melihat itu tak menyangka jika Aulia bisa se hebat itu mengalahkan Ronald dengan mudah.
Tak berlangsung lama ketiga orang yang sudah di hubungi Aulia datang.
Dan langsung mendekati Aulia yang memeluk Aulidia yang sedang menangis.
" dek kenapa Aulidia menangis dan apa yang kamu mau bicarakan." tanya Reza.
" iya dan dokter itu kenapa sepertinya baru saja dapat pukulan." ucap Aldi.
" lidia kamu kenapa siapa yang membuatmu seperti ini." ucap Ervin yang kini berada di dekatnya dan langsung mengambil Aulidia dari pelukan Aulia.
" kalian sudah lihat siapa yang terkapar lemah sekarang. Dia yang buat Aulidia seperti ini." ucap Aulia melirik tajam Ronald. " dia tidak tahu melawan siapa."
" Loe apain adek gua." tanya Reza mendekati Ronald.
Ronald tidak menjawab, dia menunduk sambil memengang perutnya yang di pukul Aulia.
" loe apain Aulidia." tanya Ervin mendekat. Belum ada jawaban.
" denger yah, nggak akan gua biarin ada yang membuat adek-adek gua menangis apalagi itu adalah orang luar." ucap Reza dingin.
" sekali lagi gua tanya loe apain Aulidia sampai menangis seperti itu." ucap Ervin. Ronald belum menjawab nyalinya saat ini ciut setelah melihat kemarahan Aulia di tambah Reza dan Ervin.
" dia sudah berani mencium Aulidia, jika aku tidak datang ntah apa yang dia akan lakukan pada lidia." ucap Aulia penuh penekanan.
Plakkk
__ADS_1
Tamparan dari Reza.
Plakk
Tamparan dari Ervin.
" apa kau sudah bosan hidup. Hah." ucap Ervin emosi.
" kenapa loe diem aja. Loe mau mati." ucap Reza emosi.
" kak udah biar aku yang urusin dia." ucap Aulidia.
" dokter Ronald jika kau tidak ingin di hancurkan kakaku, ataupun karirmu sebagai dokter di cabut sebaiknya pergi dari sini dan kalau perlu kembali ke New York dan jangan pernah menemuiku lagi sampai kapan pun." ucap Aulidia.
" maafin aku Aulidia." ucap Ronald.
" sekarang juga." ucap Aulidia.
" hormati keputusan Aulidia ya kak." bisik Aulia membuat Reza dan Ervin mengangguk.
Ronald mengambil semua barang-barangnya dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu.
" maafin saya pak Aldi karena mencoreng nama baik rumah sakit ini." ucap Ronald bersalah.
" pergi dari sini." ucap Aldi.
" iya pak maaf sekali lagi." ucap Ronald dia memilih pergi dari sana dari pada harus kehilangan karir dokternya.
" dan kau akan di antar Defan ke bandara langsunglah pergi terbang ke New York hari ini juga." ucap Aldi, Ronald mengangguk pasrah atas semua yang sudah di lakukannya.
__ADS_1
Ronald tidak berani menatap Ervin maupun Reza dia langsung pergi ke apartemennya untuk berkemas dan setelah itu dengan di antar Defan dia langsung ke bandara.
Aulia, Aulidia, Aldi, Reza dan Ervin pun pulang ke rumah Aldi. Dalam perjalanan pulang Aulidia terus saja melamun memikirkan kejadian tadi dan juga memikirkan Yoga.
" lid..emang tadi kamu mau jalan sama Ronald." tanya Aulia, Aulidia mengeleng.
" terus sama siapa. Masa iya sih sendiri." tanya Aulia lagi membuat Aulidia menangis dan langsung memeluk Aulia.
" Yoga..Yoga pasti marah. Yoga hiks..hiks..." ucap Aulidia menangis.
" ceritain." ucap Aulia.
Aulidia menceritakan apa yang terjadi sebelum Ronald menciumnya.
Aulia, Reza dan Ervin yang mendengarkan cerita Aulidia tentu saja marah, karena Yoga berani-beraninya meninggalkan Aulidia.
Aulia menelfon Yoga.
" Assalamualikum Aulia, ada apa." ucap Yoga.
" waalaikumsalam. Yoga jika kau masih mau bertemu Aulidia datang ke rumah sekarang juga." ucap Aulia langsung mematikan telfonnya.
Tentu saja Yoga mengerutkan dahinya Aulia bukanlah tipikal orang yang asal mematikan telfonnya.
" kenapa main matiin aja. Terus kenapa pake nggak ketemu Aulidia lagi. Huhhh nggak jadi marah kalau gini." ucap Yoga langsung mengambil kunci mobilnya dan menuju rumah Aldi.
Aulia, Aulidia, Aldi, Reza dan Ervin menunggu kedatangan kedatangan Yoga di ruang tengah dimana hanya mereka yang berada di sana.
Aulidia hanya diam dan terus menunduk hawa dingin di ruangan itu membuat Aulidia berkeringat dingin dan gugup.
__ADS_1
" Assalamualikum." ucap Yoga langsung masuk dan duduk di tengah orang di sana.
" waalaikumsalam." ucap Aldi dan Aulidia sementara Aulia Reza dan Ervin memandang Yoga dingin.