
Semenjak saat itulah Aldi dan Aulia menggunakan motor berangkat bekerja. Dan sejak Aldi mengingat semuanya dan kembali bekerja Aulia tidak pernah luput dari perhatian Aldi apalagi saat hamil seperti ini.
" ingat ya Intan kamu nggak boleh capek, usia kehamilanmu sudah 3 bulan harus di jaga. "
" siap...Papa tenang aja. Istrimu ini tidak akan lupa dengan nasihat dan omelanmu yang sudah setiap hari kau katakan hal sama." ucap Aulia karena dia bosan mendengar ucapan sama dari Aldi ya...setidaknya Aldi memberi nasihat lain untuk menjaga kandungannya itu.
" hmm... Kau ini. " ucap Aldi mencubit pipi Aulia karena gemas dengan pipi yang semakin cubby itu.
" ikh... Sakit tau." protes Aulia.
" hahaha ha udah hidung nya aja. " ucap Aldi menarik hidung Aulia.
" akh... Aldi..." Aulia menyingkirkan tangan Aldi. " kalau aku mancung gimana, nanti muka aku nggak gemes gemes lagi." protes Aulia mengambil handphonenya dan berkaca. " pipi cubby, hidung pesek, bibir mungil, wajah bulat, alis nggak terang nggak pudar.. Ukh.. masih em'essyy... " ucap Aulia memeriksa wajahnya membuat Aldi semakin gemas dengan perkataan Aulia.
" kau ini... Mau bagaimana pun kamu ini selalu menggemaskan. " ucap Aldi mengelus lembut kepala Aulia.
" hehehe gitu yah. " Aulia tersenyum, Aldi mengangguk.
" ya udah aku pergi dulu." ucap Aldi mencium kening lalu perut Aulia.
" iya... " Aulia mencium punggung tangan Aldi.
" assalamualaikum. "
" waalaikumsalam. "
Setelah kepergian Aldi, tak lama datang Aulidia dan Citra.
" eh kalian ada di sini. "
" iya habis makan siang gini bosen nggak ada kerjaan pasien udah di periksa. " ucap Citra.
" iya aku baru 2 bulan hamil udah di larang kerja sama Yoga, dia bilang kerja di rumah aja atau selama hamil biar kak Ervin yang urus perusahaan. " ucap Aulidia.
" Yoga parah banget, dia pikir kita nggak mager apa kalau di rumah mulu. "
__ADS_1
" nah itu, aku ke sini aja dia pulang dulu terus nganter, ya kalau sama kamu kan dia bisa tenang tapi mau ketemu orang lain jadi pawang. "
" hahaha gila sih... Tapi di perhatiin enak juga kan. " goda Citra.
" iya sih.. Nanti aja kalau aku pulang bakalan di jemput, agak risih tapi enak juga. " ucap Aulidia membuat keduanya tertawa..
" nikmatin aja lah.. Toh mereka khawatir karena sayang. "
" iya tapi jangan kelewatan. Apalagi parahnya, waktu perut aku keram tapi bentar doang dia langsung pulang terus bawa ke rumah sakit dan kalian tau nggak waktu itu dia rapat besar sama perusahaan besar di London. Untungnya mereka nggak batalin. " ucap Aulidia mengingat sosok suami dingin tapi ternyata super perhatian itu.
" parah... Parah melebihi Aldi. Ya waktu hamil pertama gitu juga sih tapi kali ini beda dia udah belajar, udah pengalaman. "
" iya emang yah laki-laki kalau istri lagi hamil, apapun itu mereka tinggalin mentang-mentang udah kaya kali. " ucap Citra membuat mereka tertawa.
Sementara itu di kantor Aldi...
Aldi yang baru saja sampai di kantornya langsung mendapat tatapan kagum dari pekerja di kantornya. Hal itu sudah biasa bagi Aldi apalagi sejak di memakai motor ke kantornya.
" bos besr kita itu makin hari makin ganteng aja, pake keren lagi pake motornya."
" iya... Kapan yah kita bisa di boncengin gitu. "
" ikh... Apaan sih loe iri ya nggak se ganteng Pak Aldi. "
Ucapan itu hanya bagaikan angin berlalu bagi Aldi, kalau bukan karena Aulia yang memintanya untuk membiarkan itu mungkin sudah tidak berada di tempat itu.
" Defan ke ruangan saya. "
" baik pak. "
" Defan apa acar besok sudah siap. " tanya Aldi .
" maaf pak urusan besok di ambil alih oleh perusahaan Adaf, mereka meminta supaya di adakan di restoran Adaf 4a."
" oh baiklah. Kamu urus waktu untuk istriku aku ingin mengajaknya ke sana. "
__ADS_1
" baik pak. "
" kamu boleh keluar. "
" iya pak terimah kasih, saya permisi. " ucap Defan Aldi hanya mengangguk.
" huh perusahaan Adaf 4a grup, perusahaan baru tapi sudah sangat di kenal." ucap Aldi. " siapa ya CEO nya bisa berkembang gitu perusahaannya pasti ini mah pintar pake banget. "
Tak terasa waktu sudah berlalu, Aulia dengan di boncengi Aldi menggunakan motor gedenya sampai dengan cepat di rumahnya.
" Intan besok kamu nggak masuk kerja yah dari jam 10. Ikut aku hadirin acara antar rekan perusahaanku. "
" oke siap bos...emang ada apaan sih."
" aku baru aja kerja sama dengan perusahaan baru yang sudah di kenal itu Adaf 4a grup di sana juga ada perusahaan lainnya." ucap Aldi.
" memangnya kerja sama apa. "
" hmm... Ya aku kan baru saja membuka produk baru dengan bantuan Adaf 4a grup jadi butuh model tambahan untuk iklannya. Ya sekalian modelnya itu dari perusahaan di sana. " ucap Aldi.
" dan aku minta kamu ikut karena salah satu model dari mereka itu teman sma ku waktu di Bandung dia itu yah pernah suka sama aku bahkan nyatain cinta. Ntar kalau kamu tahu dari orang lain bisa ngambek lagi. Makanya aku ajak. " ucap Aldi.
" owhh... Emang modelnya siapa namanya. "
" Mindra camila Soraya. "
" ouh itu jadi model kamu... Ya udalah. "
" ya sebenarnya sih aku nggak mau sama dia tapi ya kalau aku batalin kontrak kamu pasti ngelarang kan. "
" ya iyalah dari pada bayar denda mending uangnya di sumbangin ke panti lebih baikkan dapat pahala. "
" nah tu kan. "
" udah ini udah malam soal besok biarlah kamu juga nggak perlu jelasin siapa itu Soraya aku paham sifatnya keras. " ucap Aulia.
__ADS_1
" istriku pintar. " ucap Aldi menepuk pelan kepala Aulia.
" udah tidur. " ucap Aulia menangkap tangan Aldi dan meletakkannya di pinggang miliknya membuat Aldi tersenyum.