
Setelah mengantar Alif ke pesantren Aldi sekeluarga langsung pulang ke Jakarta.
Selama perjalanan pulang, keheningan terjadi Adit, Aurelia, dan Aldo sibuk dengan ponselnya sendiri dan meskipun sibuk dengan ponselnya, fikiran mereka terus mengarah ke Alif. Aulia hanya menatap jalanan sesekali menghapus air matanya, Aulia menangis tanpa suara karena jauh dari anaknya. Aldi menyadari kesedihan keluarganya tapi demi putrinya ia mau bagaimana lagi, putrinya karena kedekatannya dengan laki-laki nakal membuatnya keras kepala, jika kemauannya tidak di turuti akan marah, Aldi tidak mau putrinya semakin jauh dari keluarganya karena laki-laki lain yang mencoba mengotori fikirannya.
Di rumah Anggara...
Adit tanpa menunggu orangtua dan saudaranya sudah berlari masuk ke kamarnya. Ia tahu ini semua demi Alif tapi ia belum menerima jauh dari saudara kembarnya itu.
" Belum juga sehari rasanya udah kangen pengen berantem sama Alif. " ucap Adit saat berada dalam kamarnya.
" Besok... Gimana yah gua sendiri dong... Akhh sialan banget sih. " ucap Adit.
Adit terus merutuki dirinya, rindunya ingin memeluk, bertengkar, mengejek kembarannya itu sudah bergumu di hatinya.
" mending gua telfon Kartika. " ucap Adit mengotak atik telfonnya.
" Halo Adit kamu udah pulang? Gimana pesantren Alif? Fasilitasnya apa aja? Aduh padahal gua mau ikut nganterin tapi nggak bisa. " ucap Kartika cerewet.
" loe nanyanya banyak banget. "
" ya udah di jawab semuanya katanya loe pinter, masa gitu aja nggak bisa sih. "
" Alif baik aja, pesantrennya bagus, fasilitasnya ya sama halnya fasilitas pesantren lain. Loe tenang aja. "
" akhh... Jawaban payah. "
" heyy... Apa maksudmu. "
" nggak.... "
" manusia aneh. "
" manusia kuno. " ucap Kartika kesal dan langsung mematikan Ponselnya.
" Aishh dasar cewek aneh... Untung loe itu sahabat gua kalau nggak gua penyek loe. "
__ADS_1
Adit akhirnya bisa tersenyum setelah mendengar ocehan Kartika. Tak lama karena merasa lelah akhirnya Adit terlelap, dan karena itu dia tidak ikut makan malam.
Pagi...
" emm... Hoamm. Udah subuh aja. " ucap Adit dengan suara seraknya sambil melirik jam wekernya.
Adit segera bersiap-siap shalat berjamaah bersama keluarganya.
Selesai shalat Adit segera mandi dan bersiap ke sekolah.
Sarapan yang biasanya di penuhi canda tawa, kini sunyi tak ada yang berani mengangkat bicara. Hanya sendok berbenturan dengan piring yang mengisi ruangan itu.
" Pa.. Ma kita berangkat sekolah dulu yah. " ucap Adit selesai makan begitu juga saat melihat kedua adiknya sudah selesai.
" iya Hati-hati. " Adit dan kedua adiknya mencium punggung tangan Aulia dan Aldi bergantian.
Adit yang biasanya menggunakan mobil biasa kini ia memakai mobil mewahnya BMW i8 yang merupakan mobil kesayangannya.
Di sekolah...
Saat pintu mobil terangkat dan mengeluarkan tiga orang membuat mereka terkejut, pasalnya mereka tidaklah pernah menggunakan mobilnya seperti itu.
Dan kemarin berita yang beredar di sekolahnya tentang latar belakang mereka benar adanya.
" Aurelia, Aldo kalian langsung ke kelas yah. "
" iya kak... Siap... "
Saat melihat kepergian adiknya baru saja ingin melangkah sudah ada, yang memanggilnya dengan suara cemprengnya.
" Adit... Tunggu... " teriak Kartika berlari ke arahnya.
" Kartika kenapa. " tanya Aldi.
" wow tumben pake nih mobil. " ucap Kartika.
__ADS_1
" kenapa emang masalah buat loe. " ucap Adit sombong.
" cih... Sombong banget... " kartika menendang ban mobilnya.
" woi... Pagi-pagi udah bikin masalah sama gua ya loe. " ucap Adit berkacak pinggang.
" loe tu... Diajakin ngomong baik-baik malah jawabnya sombong, ketus gitu. " ucap Kartika kembali menendang mobilnya.
" heyy loe ya... " Adit menyepit kepala Kartika di antara ketiak dan tangannya.
" emphh loe bau... "
Adit tidak mengubsiri perkataan Kartika dia malah menariknya secara paksa dan baru melepaskan saat di depan kelasnya.
" dasar loe... Bau kencur. "
" loe yang bau kencur... "
" cerewet. "
" anak kecil. "
" bayi gede. "
" bocah. "
" huhh dasar loe... Bikin ribet, gua ngambek nih. "
" terserah... Berarti gua nggak teraktir loe hari ini. "
" jangan gitu dong... Janji ya janji. "
" bodo. " Adit masuk ke kelasnya meninggalkan Kartika yang kesal.
" ikh... Dasar bayi gede. " ucap Kartika kesal meninggalkan kelas Adit dan menuju kelasnya.
__ADS_1