
" owhh tapi pasti belum makan siangkan udah suruh lidia ke sini."
" nggak boleh."
" ekkhmm kak Reza kalau lidia nggak dateng ke sini aku mogok makan minum, aku nggak bakalan isi perut aku sampai besok pagi, jadi kalau aku sakit itu salah kakak." ancam Aulia. " dan kakak tahu kalau aku sakit karena kakak, ibu bakalan jewer kakak, Ayah bakalan marah, kak Ervin bakalan pukulin0 kakak, Aldi nggak akan bantuin kakak lagi dan Si kembar nggak mau ketemu ataupun main sama kakak dan anak kakak." ancam Aulia.
" astaga kamu ini ya dek pinter banget ngancemnya."
" iyalah Aulia gitu loh." Aulia sombong " jadi bagaimana lidia boleh dateng nggak."
" iya iya ntar di anter supir kakak."
" oke bagus good... Anter sekarang. Assalamualikum kakak." ucap Aulia.
" Waalaikumsalam."
" Aulia ngamcemnya makin hari makin hebat aja deh." ucap Reza. " dek kamu boleh pergi. Dianter supir ya."
" oke kak. Aku langsung pergi. Assalamualikum." Aulidia mencium kedua tangan orang tuanya dan kemudian tangan Reza.
" Waalaikumsalam."
Sementara itu Aulia sedang tergigik geli karena berhasil ngancem Reza seperti itu. " hahaha kak Reza berani sih lawan aku jadi salah sendiri." kata Aulia tertawa.
" ehh masih waras kan ketawa ketawa kayak nenek lampir loe." ucap Citra.
" masih lah Citra dan masa sih cewek cantik gini di bilang tawa nenek lampir sih." Aulia kesal.
"ngemesin." Citra menarik pipi Aulia.
" ehh sakit tau. bisa-bisa pipi aku yang ditarik tiap hari jadi karet ntar. "longgar."
" hahaha mana bisa."
" bisa lah."
__ADS_1
" terserah deh. nggak makan siang dulu." ucap Citra.
" iya nanti nungguin lidia dulu." ucap Aulia.
" hmm oke."
sembari menunggu Aulidia, Aulia dan Citra ngobrol dan sekali-kali tertawa dan tiba-tiba ponsel Aulia berbunyi.
" Assalamualaikum lid."
" oh kamu ada di depan. iya aku ke sana sekarang. Assalamualikum." Aulia menutup telfonnya.
" ayo lidia udah di depan." ucap Aulia menarik tangan Citra.
" iya lest go makan."
" Lidia...." panggil Aulia.
" Ayo kita langsung ke depan. makan siang." Citra langsung memengang tangan Aulidia.
" eh aku ke toilet dulu yah." ucap Aulia.
" iya, jangan lama-lama." ucap Citra.
" siap bos."
Tak lama dokter Ronald datang dan langsung mendekati Citra dan Aulidia.
" hay...boleh gabung." sapa Ronald.
" oh iya dok silahkan." ucap Citra tapi Aulidia diam saja tak peduli.
" hmm...berdua aja nih." ucap Ronald sambil melihat Aulidia.
" hmm tadi bertiga sekarang berdua." ucap Citra.
__ADS_1
" hmm...oh iya dokter Aulia diam aja sariawan yah." ucap Ronald. Aulidia mengerutkan dahinya, kemudian memandang Citra yang tengah menahan tawanya.
Tring tring pesan masuk di handphone milik Citra.
Coba tanya dokter kuno itu tentang aku yang hilang seminggu yang lalu. Pesan Aulia. Citra kemudian melihat keberadaan Aulia tersenyum yang berada di belakang Ronald.
" oh iya memangnya dokter nggak tahu keberadaan Aulia menghilang seminggu yang lalu." tanya Citra.
" nggak! memangnya ada apa." tanya Ronald.
Aulidia dan Citra saling pandang lalu tertawa. Sementara itu Ronald mengerutkan dahinya.
" Dokter beneran nggak tahu apa-apa tentang Aulia misalnya saudaranya gitu." tanya Citra sekali lagi menahan tawanya, Ronald menggelengkan kepalanya.
Citra coba pinjam ponsel milik Ronald kemudian cari di internet tentang aku. Pesan Aulia lagi.
" Dokter boleh pinjam ponselnya." ucap Citra.
" mau apa ya dokter."
" nggak mau pinjam aja bentaran kok."
Aduh mau nolak tapi ada dokter Aulia. Kalau dia yang minta langsung ku pinjam. batin Ronald.
" ini dok." Ronald menyerahkan ponselnya.
" punya kouta kan." tanya Citra sekali lagi sambil menahan tawanya.
" punyalah dok." Ronald mulai kesal karena Citra dan Aulidia yang sedari tadi diam.
" nah ini baca artikel ini dok. Pasti langsung kaget. Hahaha." Citra menyerahkan kembali hp milik Ronald.
Ronald menuruti perkataan Citra, dan benar saja matanya melotot saat membaca artikel tentang Aulia yang di culik dan menemukan saudara kembarnya. Dan lebih terkejutnya berita itu lagi tranding topik tapi Ronald tidak tahu sama sekali.
" hah jadi Dokter Aulia punya kembaran." Ronald terkejut.
__ADS_1
" iyalah makanya dokter, jadi manusia jangan kuno dong. Lagi viral kayak gitu nggak tahu." ucap Aulia langsung datang dan duduk di sela-sela Aulidia dan Citra tepatnya berhadapan dengan Ronald