
Aulia mendekatkan wajahnya nafas mereka sudah saling menyatu dan terasa hangat, Aldi sudah memejamkan matanya Aulia tersenyum dan menatap wajah insten Aldi lalu beralih pada dada Aldi.
" deg deg deg gede amat suara jantung kamu Aldi ini lebih cepat dari suara jantung yang nomal. " ejek Aulia membuat Aldi membuka matanya tangan Aulia memengang pundak Aldi . " kayaknya aku nggak salah denger tadi Aldi aku udah nemuin jantung yang hampir lompat hahaha. " ucap Aulia semakin mengejek Aldi dengan tawanya lalu berdiri dari pangkuan Aldi dan baru beberapa langkah Aldi sudah meneriakinya.
" dasar wanita gila. " teriak Aldi dengan suara beratnya.
Aulia menoleh mengerutkan dahinya lalu tersenyum dan kembali melangkah mendekati Aldi.
" kenapa kamu berharap aku cium kamu. " ucap Aulia kembali mengalunkan tangannya di leher Aldi dan tentu Aldi kembali kaku.
Aulia meniup wajah Aldi lembut membuat Aldi sekali lagi memejamkan matanya merasakan hangatnya nafas Aldi.
" wahahaha nggak akan. " ucap Aulia melepaskan Aldi lalu berlari masuk ke kamar mandi dengan membawa bajunya.
Aldi tidak sadar Aulia sudah tidak memeluknya dia fikir kali ini Aulia menciumnya tapi ternyata saat membuka matanya dia baru sadar kalau itu khayalannya saja.
" Astaga di mana tu cewek bikin gua gila aja. " ucap Aldi menepuk-nepuk pipinya supaya sadar.
" papa papa ngapain... " ucap Adit membuat Aldi menunduk dan melihat anak kembar yang saat ini bergelendotan di kakinya.
" nggak apa ya udah udah kan ambil mainanya.. " Ucap Aldi lembut.
__ADS_1
" udah ini." ucap Adit dan Alif memperlihatkan beberapa mainanya..
" anak pintar.. " ucap Aldi.
" mama mana papa. " ucap Alif.
" akh... emm." Aldi gelagapan. dan menoleh terlihatlah Aulia yang sekarang sudah memakai baju santainya.
" nah itu dia. " ucap Aldi hatinya kembali tidak karuan melihat Aulia.
sial nih cewek pake jampi-jampi kali buat gua kayak gini. batin Aldi
" ehh kalian udah di sini... " ucap Aulia tersenyum tapi tampak kalau dia saat ini menahan tawanya. rasanya puas menjahili Aldi habis-habisan.
emm kepala gua kenapa pusing gini sih. batin Aldi dia langsung minum obatnya.
" mungkin gua capek kali nemenin anak Intan main apalagi dia yang jahilin gua tadi hah dasar. " ucap Aldi akhirnya tidur.
Keesokan harinya...
Aldi yang biasanya menolak makan bersama apalagi saat ada Aulia, kali ini dia makan semeja dengannya Aldi pun baru kali ini tidak mengusir Aulia membuat Aulia tersenyum.
__ADS_1
" Papa aku mau makan manisan kedondong di mana ada yang jual. " ucap Aldi yang membuat Aulia dan Papa kifli bantuk.
uhukk uhukk...
Aldi menyerahkan minum pada Papa Kifli tapi Aulia hanya di tatap tajam oleh Aldi.
" manisan kedondong bukannya kamu nggak suka sama kedondong. " ucap Papa Kifli.
" nggak aku mau coba doang papa, ucap lagian kan itu waktu kecil bisa aja sekarang suka. " ucap Aldi.
" ya udah deh nanti pak Alex yang beliin. " ucap Papa Kifli membuat Aldi mengangguk.
" palingan ntar baru nyium baunya udah muntah. " ejek Aulia.
" diem loe. pake ngomong lagi. " ucap Aldi.
" kan aku punya mulut untuk ngomong, punya telinga untuk denger, ucap punya mata untuk melihat, punya hidung untuk mengendus, punya bibir untuk nyium hahaha. " ucap Aulia tertawa.
" Aneh nggak ada yang lucu. " ucap Aldi tapi Aulia tidak merespon dia sibuk makan dan melayani anaknya dia hanya tersenyum.
Papa Kifli pun hanya tersenyum menanggapi Aulia yang begitu sabar menghadapi Aldi yang saat ini selalu kasar.
__ADS_1
semoga kamu bisa tahan dengan sifat Aldi saat ini nak, papa nggak salah milih mantu kayak kamu yang sabar menghadapi Aldi menyembunyikan kesedihanmu dengan kecerianmu di depan orang dan saat sendiri menangis dan berusaha terus bertahan. Maafin papa nggak bisa bantu nak. Papa hanya bisa doain supaya Aldi bisa kembali. batin Papa Kifli tersenyum melibat Aulia.