
Besok....
Hari aulia mita cici dan citra menghabiskan waktu bersama laura yang besok pagi akan terbang ke Singapura.
" ra loe, benar mau ninggalin kita."
" maafin gua, kalau bukan karena granpa sakit pasti gua nggak bakalan pergi."
" ra kalau loe ada di sana jangan lupa hubungin kita ya tiap hari."
" insyaallah kalau gua nggak sibuk."
" bahkan kalau perlu tiap detik telfon terus." kali ini aulia angkat bicara yang sedari tadi diam.
" aulia....mulai lagi deh."
" ini hari terakhir kita bisa main bareng sama laura, jadi jangan mulai bercandanya ntar aja."
" iya iya deh, tapi jangan melow mulu. Kasian laura kalau kalian pikirin mulu."
" bener tu, kalau gua nanti kenapa kenapa karena kalian pikirin gua mulu gimana dong."
" tuh. Seharusnya juga kita lewatin dengan canda tawa karena itu memang kita. Kan besok laura udah berangkat."
" iya juga sih."
" lia."
" emm."
" di punggung loe."
" apa ci."
" ee anu lia."
" ikh...citra loe juga ada apa sih."
" itu tuh di punggung loe."
" ikh...jangan buat muka kayak takut gitu dong mita..."
" aduh...itu tuh ada belalang di punggung loe." kata laura lupa kalau aulia takut belalang.
" hah bener. Be la la ng. Ikhh...tolong bukain." kata aulia masih berusaha tenang.
" astaga iya loe takut belalang. Gua lupa."
" ikh...bukain kalau gitu."
"jangan...jangan ada yang bukain.Kita lihat muka cantiknya berubah jadi takut"
" ikh...jangan kayak gitu ayo bukain." aulia memohon
" ha ha ha lucu tu muka."
" ikh....aldi...tolongin aldi..akhhh takut nih." teriak aulia memanggil aldi.
" lucu tuh muka."
" akh..kalian nih orang lagi ketakutan malah di ketawain."
" aldi aldi...."
Di sisi lain....
" eh kenapa tuh mereka. Tereak kayak orang gila aja."
" samperin yuk intan manggil gua." aldi langsung lari.
" gile tu anak main tinggalin aja."
" udah ayo samperin."
Aris dan yang lainnya mengikuti aldi.
Saat aldi sampai di sana, melihat wajah aulia sudah pucat dan tengang tapi malah di tertawai oleh ke empat temannya.
" kamu kenapa intan."
__ADS_1
" di punggung aku lihatin."
" ehh aldi jangan biarin aja kayak gitu."
" kalian jangan kayak gitu. Hiks...hikss."
Aulia sekarang menangis.
" ya ampun malah nangis ada apa sih di belakang kamu."
" ha astaga pantesan aja. Nih aku bukain."
" ikh...aldi loe nggak seru nih. Lihat lucu banget muka bini loe."
" orang udah nangis kayak gini juga. Belum puas."
" belum." jawab mereka serentak.
" ini udah di bukain."
Aldi memperlihatkan pada aulia.
" ikh...buang...buang." aulia menyingkirkan tangan aldi.
" nggak mau."
" ikh..aldi ikhhh buang."
" nangis dulu yang keras."
" akh...kan udah tadi."
" yaudah." aldi semakin menjahili aulia sedangkan yang lain sedari tadi tertawa.
"Akhhh....kakak, ibu." aulia berlari meninggalkan mereka.
" mati kita."
" ha ha ha ha siap siap aldi."
" kalian sih."
" eh loe yang nakutin juga."
Aulia terus berlari ketakutan. Langsung berlari ke arah ruang tengah di mana keluarganya sedang berkumpul.
" ibu..."
" aulia." mereka menoleh.
" kenapa muka kayak takut gitu."
" pasti lagi di jahilin sama anak anak yang lain."
" pasti di kasi belalang kan, cuma belalang yang bikin kamu begini dek."
" ikh...ahh." aulia melempar bantal sofa ke kedua kakaknya tentu saja Reza dan Ervin.
" ibu..."
" ikh...anak manja udah jadi orangtua juga."
" ikh...kakak."
" aulia, intan." teriak aldi dan temanya yang sudah berada di ruang tengah dan langsung duduk.
Aulia tak menjawab aulia malah memeluk ibu ana.
" kalian habis ngapain mantu papa."
" ehhh...anu pa..ee.."
" aa ee aee. Apa bilang yang jelas."
" begini om tadi kan kita ditaman lagi asyik gitu ngobrol eeh tiba-tiba ada belalang di punggung aulia ya laura ngelarang di bukain biar kita lihat muka lucu aulia, nah aldi kan denger aulia manggil dia samperin terus bukain deh belalang itu di punggung aulia. Tapi bukannya dibuang malah di sodorin di muka aulia. Jadi tambah takut deh terus kesini. Mewek deh." jelas cici.
Tapi sungguh keterlaluan. Bukanya kasihan malah ketawa bahkan para pelayan pun ikut tertawa mendengarnya.
" eleh eleh malah ketawa."
__ADS_1
" ha ha ha segitu takutnya yah."
" ikh.. Jangan ketawa."
Tidak ada yang mendengarnya. Karena suara ketawa mengisi ruangan itu. Aulia yang bertambah kesal dia meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya di mana adit dan alif berada.
Bahkan tidak ada yang menyadarinya kalau aulia sudah tidak ada di sana.
karena lelah tertawa mereka diam dan baru sadar aulia sudah tidak berada di sana.
" ehh aulia mana tuh orang."
" ke kamar mungkin. Gua lagi pasti kena nih."
" kasian deh loe."
" udah udah samperin gih. Kasian mantu papa."
" iya pa."
Di kamar...
Aulia sedang memberi asi kepada kedua buah hatinya.
Tok tok tok.
" assalamualikum intan boleh masuk nggak."
" waalaikumsalam masuk aja."
" maaf yah soal tadi. Cuma bercanda." kata aldi langsung duduk di dekat aulia.
Aulia tidak menjawab dia memicimkan matanya menatap aldi, lalu mengalihkan pandangannya ke anaknya.
" maaf yah..." aldi memengangi kedua telinganya dan memandangi aulia lalu tersenyum.
" kenapa senyum senyum orang lagi marah juga."
" kamu lucu...gemesin." aldi mengigit pipi aulia.
" ikh...di gigit lagi."
" nggak tahan gemesin sih." aldi menatap aulia memandang wajahnya dalam. Tentu saja membuat aulia deg deg gan karena wajah aldi yang sudah begitu dekat dengan tatapan jahilnya.
" hufttt." aulia meniup wajah aldi.
" jauh jauh ini lagi n**ekin alif."
" oke." aldi menjauh.
" aku kapan."
" ikh...lagi marah malah ngengombal."
Baru saja aldi mau menjawab.
Tok tok tok.
" siapa sih nganggu aja. Bentar ya sayang."
Aulia tak menjawab. Aldi berdiri dan membuka pintu tapi hanya setengah.
" ya ampun kalian. Kenapa?"
" aulia marah ya."
" iya jelas lah."
" huh jangan sampe kita di larang gendong anaknya lagi."
" ide bagus." aulia muncul menggendong adit.
" aulia maaf yah."
Aulia tidak peduli dia keluar kamar.
" eh suami rese gendong alif tuh."
" oke istriku yang cantik." aldi langsung masuk dan menggendong alif, mengikuti aulia keluar kamar.
__ADS_1
" ehh gua aja yang gendong." kata mita tapi di cegah oleh aulia.
" ehh jangan dikasih. Aku masih marah 😕😕."