Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
SINTA AULIDIA


__ADS_3

Hufttt aku harus cari tahu sendiri dulu. Sinta Aulidia aku pasti akan menemukannya. Aku harus cari info lain dulu.gumam aulia dalam kamar mandi.


flasback on


tadi malam setelah menidurkan si kembar sendiri tanpa aldi karena sibuk. berhubungan ibunya sedang menginap di rumah aldi saat aulia melewati kamar ibu ana aulia mendengar suara tangisan ibu ana.


" ibu dia kenapa menangis." cemas aulia.


" ibu kenapa yah." aulia mendekat hendak mengetuk pintu. tapi karena pintunya terbuka sedikit belum sempat aulia mengetuk ia mendengarkan perbincangan ibu dan ayahnya.


di dalam kamar....


" ayah, ibu kangen sama lidya. sudah 23 tahun kita tidak melihatnya." kata ibu ana senggukan.


" bu. lidya pasti baik-baik aja, lihat aulia aja dia itu tumbuh dengan hebat pasti lidya juga seperti itu."


" sinta aulidia. Ibu kangen sayang, semoga kamu baik-baik saja."


" suatu saat pasti kita bisa bertemu lidya dan kita pasti mudah untuk mengenalinya kan dia saudara kembar aulia kita."


" iya ayah semoga kita bisa ketemu dengannya, semoga orang yang menculik lidya bisa memberinya kasih sayang."


" iya bu. ibu tenang yah."


diluar kamar....


" jadi itu sebabnya aku bisa mempunyai anak kembar, aku punya saudara kembar dimana dia sekarang." aulia pergi menuju kamarnya dengan pikiran berat.


" sejak aku melahirkan si kembar. ibu selalu saja menangis ternyata ibu ke pikiran ini."


" huhh...aku harus cari tahu dimana dia sekarang tapi bagaimana caranya. aduh ini bukan keahlianku."


flasbak off.


" mama papa." teriak adit dan alif.


" iya sayang ada apa." ucap aldi membuka pintu dan berjongkok menyeimbangi tinggi anaknya.

__ADS_1


" mama dimana pa."


" mama lagi mandi, ya udah ayo masuk kita tunggu mama." jawab aldi tersenyum, Anaknya hanya mangut.


Selesai mandi mereka shalat subuh berjamaah. Aulia langsung turun ke dapur menyiapkan makan malam.


" pagi ibu." sapa aulia memeluk ibu ana dari belakang.


" pagi nak." ibu ana berbalik dan mencium pipi aulia dua kali.


" ibu aku bantu masak yah."


" iya boleh. ayo sayang." kata ibu menarik tangan aulia lembut.


" hmm ibu. ibu nggak ada yang ibu mau cerita sama aku." kata aulia saat menyanyikan makanannya di atas meja.


" hmm ngomong apa nak." tanya ibu ana heran.


" itu soal hmm...nama yang di rahasiakan papa untuk warisannya." kata aulia pelan-pelan takut ibunya sedih.


" ehh ibu maaf aku salah ngomong yah...maaf bu. jangan di pikirin soal tadi." kata aulia


" ehmm iya nak suatu saat pasti kamu tau." jawab bu ana.


" iya bu." aulia tersenyum


aku sudah tahu siapa bu, aku sudah tahu. batin aulia.


" selamat pagi." sapa papa kifli.


" pagi papa." jawab auli


" selamat pagiii..." sapa aldi adit dan alif.


" pagi..."


" ayo adit alif kalian duduk mama suapin." kata aulia.

__ADS_1


" nggak usah mama, adit mau makan sendiri."


" alif juga mau makan sendiri."


" ya udah ayo duduk. biar mama yang ambilin makan." kata aulia.


" oke mama."


mereka sarapan bersama. mengobrol seperti biasa meskipun jauh di lubuk hati sedang ke bingungan.


setelah sarapan jam sudah menunjukkan jam 07.00 aulia dan aldi pamit kerja.


Dalam perjalanan aulia terus memikirkan sesuatu tidak seperti biasanya dia akan berceloteh.


" intan kamu mikirin apaan sih." tanya aldi tak mendapat respon aulia.


" intan hey intan." aldi menggoyangkan tubuh aldi.


" ehh oh ada apa aldi." aulia kaget.


" kamu mikirin apaan sih. jangan ada yang di sembunyiin sama aku."


" nggak apa aldi...kepalaku cuma sedikit pusing makanya tadi nggak fokus dengerin kamu bicara." elak aulia.


" bener nih."


" iya bener. bener banget ciuss."


" ya udah jangan lupa minum obat kamu kan dokter pasti tau lah."


" iya iya sayang."


" nah gitu dong. ya sudah nih udah sampai."


" iya makasih udah di anterian. assalamualaikum." kata aulia setelah mencium pipi dan punggung tangan aldi.


" waalaikumsalam."

__ADS_1


__ADS_2