
Aulidia berjalan menuju kearah tempat yang di tunjukkan anak kecil tadi. Dan di sana terlihatlah Yoga membuat Aulidia tersenyum.
Dari Yoga ternyata. manisnya. batin Aulidia.
saat Aulidia berjalan mendekat Yoga memainkan gitar yang tadi dia pegang.
Dan Yoga mulai bernyanyi. Akad payung teduh
Betapa bahagianya hatiku saat
Ku duduk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku
Namun bila hari ini adalah yang terakhir
Namun ku tetap bahagia
Selalu kusyukuri
Begitulah adanya
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
( berjalan mendekati Aulidia )
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
__ADS_1
Berlarian kesana-kemari dan tertawa
Namun bila saat berpisah telah tiba
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa
Namun bila saat berpisah telah tiba
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Sudilah kau menjadi temanku
Sudilah kau menjadi istriku
" Sinta Aulidia Syamsul." ucap Yoga tersenyum.
" Pertahananku mulai rapuh. Upayaku untuk tidak mengingatmu tak jua menunjukkan keberhasilan. Rasa cinta itu kian makin kuat untuk menjagamu.
Kesempurnaan matahari bukan karena sinarnya, tetapi karena ada rembulan. Kesempurnaan bunga bukan karena keindahan warnanya, tetapi karena ia bisa menjadi buah. Dan kesempurnaanku bukan karena wajahku, tetapi karena ada kamu di dalam pernikahan kita. Maukah engkau menikah denganku?
__ADS_1
" Sinta Aulidia Syamsul Will You Marry Me." ucap Yoga berlutut dan membuka sebuah kotak cincin.
Aulidia yang melihat hal itu hanya tertegun, rasa senang menyelimuti dirinya.
" Aaahhh lama sekali bilang iya aku mau udah deh, nggak pake di pikir kalau cinta." ucap Aulia si pembuat onar setiap lamaran temannya tentu Aldi yang melihat Aulia berteriak segera menutup mulutnya dengan tangan kekarnya itu.
Astaga Aulia buat perusak suasana saja. batin Aulidia.
" iya aku mau." ucap Aulidia tersenyum dengan menitikkan air matanya karena bahagia. membuat Yoga pun tersenyum dan segera berdiri lalu menyematkan cincin di jari manisnya.
Semua orang segera keluar dari tempat sembunyinya dan bertepuk tangan sambil tersenyum. tapi tidak dengan Aulia mulutnya masih di bekam oleh Aldi.
" ciee udah ada ikatan nih bentar lagi bakalan sempurna." ucap Mita.
" aduh soswitnya sumpah rasanya pengen nikah lagi." ucap Cici yang mendapat sentilan Mita yang saat ini melotot dan Cici hanya cekikikan.
" selamat ya...nikah yang cepet jangan di gantung si Aulidia." ucap Reza yang membuat Yoga tersenyum.
" iya kak insya Allah minggu depan." ucap Yoga tentu saja mendapat tatapan melotot dari semua orang keculi para orangtua.
" dih udah nentuin aja." ucap Reza.
" kemarin waktu di bicarain sama orangtua udah di tentuin kak." ucap Yoga.
" ohh ya udah lebih cepat lebih baik." ucap Reza.
" selamat yah akhirnya adek aku yang satu ini bakal nikah juga." ucap Ervin.
" selamat broo. selamat Aulidia." ucapan selamat mereka.
" tumben Aulia belum ngucapin.biasanya di langsung selonjoran aja tadi udah teriak segala." ucap Cici mencari keberadaan Aulia yang ternyata mulutnya masih di bekam Aldi.
" astaga mati ntar bini loe lama bener di bekamnya." ucap Citra.
" oh iya astaga lupa." Aldi nelepaskan tangannya dari mulut Aulia.
" huh huh huh ya ampun bentar lagi bisa pingsan nih. " ucap Aulia ngambil nafas.
" huh huh se..lam..at ya Au..lid..ia." ucap Aulia.
__ADS_1
" iya makasih. "
Setelah acara lamaran tersebut mereka segera menikmati suasana pantai para orangtua dan kedua kakaknya dan pasangan mereka pergi meninggalkan pantai.