
Di tempat Aulidia...
Aulidia mengendong Demian dan memengang tangan kiri Alif yang tangan kanannya berpegangan kepada Arif dan tangan Arif juga berpegangan pada tangan Adit yang tangan kanannya di pengang Yoga yang sedang menggendong Kartika.
Astaga pemandangan yang indah mereka seperti keluarga yang bahagian dengan 5 anak wkwkwk....
Aulidia yang saat ini sedang bahagia, tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama kelima anak saat ini berada di dekatnya dan juga calon suaminya itu Yoga.
Tak terasa hampir 30 menit mereka berjalan-jalan, karena anak-anak temannya itu juga sudah ingin bertemu orang tua nya membuat Yoga dan Aulidia segera kembali.
Saat berada di sana Aulidia dan Yoga melihat Aulia dan yang lainnya masih sibuk dengan tandingannya. Terlihat Aulia dan Aldi sangat santai memetiknya tidak seperti pasangan lainnya yang terlihat tergesa-gesa tapi memetik asal-asalan.
" waktu habis... Stop semuanya. " teriak Cici membuat semuanya segera berhenti memetik.
" ahh pasti kita yang menang. " ucap Citra percaya diri.
" pasti kitalah, kan lebih banyak kita tuh. " ucap Beni yang diangguki Mita.
" enak aja pasti kita dong. " ucap Cici.
Sementara Aulia dan Aldi yang melihat anaknya sudah datang langsung menggendong mereka.
" eh mending sekarang kita panggil ibu-ibu di sana dan memilih siapa yang menang. " ucap Aulia.
__ADS_1
" eh loe mah santai banget tadi kayak siput. " ucap Cici.
" yah soalnya kita mau menang kalian yang asalan ambil juga bakalan kerja dua kali apalagi rantingnya di patah-patahin, daunya di hambur-hampurin. " ucap Aulia yang membuat mereka melotot dan membuka mulut karena benar kata Aulia keranjang mereka penuh tadi juga banyak rantingnya bahkan daun yang mereka peting ada yang sudah tua dan hancur sedangkan milik Aulia dan Aldi tampak bersih semua berisi daun muda tanpa ada daun yang sudah tua. Sudah pasti Aulia dan Aldi yang menang.
Setelah membersihkan ranting yang ada di keranjang dengan bantuan para ibu-ibu dan juga Aulia, Aldi, ucap Yoga dan Aulidia mereka melanjutkan dengan mengambil foto di kebun teh itu di waktu yang sudah sore angin berhembusan mengenai kulit sangatlah menyegarkan.
Setelah merasa puas dengan itu mereka segera kembali ke villanya.
Segera mandi, ucap menjalankan kewajibannya sebagai muslim, ucap dan makan malam.
Malam hari...
" eh gimana kalau kita main." ucap Mita.
" tantangan atau kejujuran kalian taukan cara mainnya. " ucap Mita yang membuat mereka mengangguk. " ya udah kita main pasangan oke. "
" nggak kita main sendiri-sendiri aja lebih seru. " ucap Aulia.
" iya setuju kita sendiri-sendiri aja. " ucap Yoga menyetujui perkataan Aulia.
" iya lebih menantang kalau sendiri-sendiri. " ucap Aulidia.
" hmm ya udah betul juga supaya lebih menantang kita main sendiri-sendiri aja. " ucap Mita.
__ADS_1
" oke... " mereka mengangguk.
" misalnya ada dua orang yang mau nanya boleh 2 pertanyaan tapi hanya dua nggak boleh lebih tapi boleh kurang yaitu satu. " ucap Cici yang membuat mereka mengangguk menyetujui.
" oke ini botol ya... Biar gua duluan yang putar. " ucap Beni.
" oke mulai." ucap Aldi.
Beni memutar botolnya, mereka semua mulai deg deg degan. Arah botol berhenti tepat di depan Citra.
" yah Citra jadi pilih tantangan atau kejujuran. " ucap Beni.
" hmm kejujuran aja. " ucap Citra. "siapa nih yang mau nanya. "
" aku... " ucap Cici.
" mau nanya apa. "
" hal konyol apa yang loe lakuin waktu pertama nikah sama Aris. " ucap Cici.
" hah.... Apa yah.. Mm.. " pikir Citra yang sebenarnya dalam hatinya mah kaget dan bingung mau jawab apa.
" ayo jawab masa nggak ingat ke konyolan yang loe buat sendiri. " ucap Cici membuat Citra menghembuskan nafas kasarnya sementara Aris tersenyum.
__ADS_1