
Aulia tidak peduli apa yang akan terjadi padanya, pikiranya terus mengarah pada keluarganya. Berharap lidia tidaklah nekat.
Di rumah sakit...
" lia kamu mana sih dek." reza terus menghubungi aulia. reza mencoba menghubungi aulia.
" aduh belum aktif juga." reza mulai cemas.
" reza apa sudah ada kabar tentang adikmu." kata ibu ana.
" belum bu. Nomornya nggak aktif."
" perasaan ibu jadi tidak enak."
" ekhmm." deheman lidia.
" nak akhirnya kamu ada di sini. Kamu dari mana aja nak." ibu ana hendak memeluk lidia yang sedang pura-pura menjadi aulia tapi cepat di tepisnya.
" maaf bu. Aku capek." kata lidia cuek.
" lia...kamu kenapa sih ini pertama kalinya nolak ibu." kata reza heran.
" hmm."
" kamu kenapa hah ada masalah. Kenapa dari tadi kamu di telfon nggak aktif." kata reza.
" mau tenangin diri." cuek lidia.
" hah. Kenapa sih." kata reza, lidia tidak merespon dia memainkan ponselnya.
" oh iya baru sadar kenapa kamu nggak pake jilbab, mau perlihatin aurat hah." reza mulai emosi dengan sikap aulia(lidia) dan penampilanya.
" terus aku mau bagaimana." cueknya.
__ADS_1
Plaakkk...
" aw..." lidia kesakitan.
" reza sabar."
" ini jauh dari aulia bu...kenapa dia kayak gini." reza kesal dan meninggalkan mereka.
" lia sayang...kamu kenapa nak." ibu ana lembut membepai rambut lidia.
Ya ampun kenapa gua ngerasa hangat, perlakuan ibu, aku nggak pernah ngerasain kehangatan seperti ini tapi...nggak dia ibu jahat udah ngebuang aku dan aku akan buat dia menyesal. batin lidia.
"kamu kenapa nak jika punya masalah bilang."
" aku kecawa sama aldi. Berani-beraninya meluk cewek lain pake di cium lagi. Huh dasar." kata lidia dibuat seemosi mungkin.
" hah aldi nggak mungkin kayak gitu. Aldi sayang sama kamu. Ini pasti salah paham."
" tapi bagaimana dengam anakmu dia menangis melihat papanya seperti itu, kamu temuin mereka ya hibur mereka." ucap ibu ana sebelum lidia pergi.
" nggak peduli." jawabnya ketus.
" kenapa...lia tidak lah seperti itu." gumam bu ana.
" bu dimana lia kata reza dia ada di sini tapi sikapnya katanya beda." kata ervin lembut.
" dia pergi nak. Iya sikapnya itu beda banget.bahkan dia kasar tidak pake jilbab lagi."
" kok bisa sih bu."
Apa itu bukan aulia tapi aulidia saudara kembar aulia. Jika ia kenapa sifatnya kasar. batin ibu ana.
" hah bu. Ibu istirahat aja udah malam si kembar juga nyariin ibu."
__ADS_1
" iya nak ayo."
Di tempat aulia...
Sekarang sudah larut malam tapi aulia belum tidur selain karena tempatnya dia juga memikirkan keluarganya.
" bagaimana keadaan aldi sekarang, aldi, anak-anakku, ibu hiks hiks kalian bagaimana sekarang." aulia menangis senggekukan.
Keesokan harinya.
Lidia kembali menemui mereka tapi tentu saja berbeda dari penampilan kemarin supaya mereka tidak curiga hanya sifatnya akan di buat cuek.
Tapi dia hanya melihat aldi yang belum sadarkan diri, menegok anak-anak aulia tapi tidak menyentuhnya sama sekali sehingga membuat mereka menangis karena di bentaknya. Satu keluarganya bahkan sahabatnya terlihat geram dengan sifat aulia seperti itu. Mereka kesal hanya karena aldi seperti itu aulia sampai memarahi anaknya juga.
Lidia tidak peduli dia hanya memperlihatkan dirinya tanpa menyapa atau menyentuh mereka sama sekali lalu pergi lagi.
Begitulah yang di lakukan lidia sampai 4 hari kemudian....Aldi sadar akhirnya sadar.
" intan...." lirih aldi.
" aldi kamu udah sadar nak. Reza tolong panggil dokter."
" iya." reza segera berlari memanggil dokter.
10 menit reza kembali bersama seorang dokter.
Setelah di periksa." alhamdulillah pak aldi sudah sadar sekarang pak aldi jaga kesehatan jangan terlalu memikirkan hal berat." kata dokter itu.
" makasih dok."
" papa intan mana pak. Dia pasti kecewa sama aldi." ucap aldi lemah lalu memikirkan sesuatu.
" oh iya intan di culik...papa aku harus cari intan." ucap aldi hendak berdiri.
__ADS_1