Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
EXTRIM


__ADS_3

Hari hari sudah terlewati, Aldi masih hilang ingatannya, selama itu pula Aldi terus memaki-maki Aulia dan berusaha mengusirnya. tapi jika berhadapan dengan anak-anaknya Aldi akan memilih diam dan selama itu pula Aldi selalu menemaninya bermain meskipun tanpa Aulia.


Aulia pun tidak pernah ada habisnya mendekati Aldi meskipun mendapatkan semprotan. Aulia dengan tingkah konyolnya selalu mencari luang menjahili dan berusaha dekat dengan Aldi tiada hentinya.


" Papa kita ke kamar mama yuk. kita main bareng. " ucap Adit.


" hmm ya udah tapi ulang dulu panggilnya om. " ucap Aldi agak datar.


" ya udah om kita ke kamar mama yah hari ini kita main bareng. " ucap Alif dan Adit.


" ya udah ayo. " Aldi memengang tangan Adit dan Alif.


Aldi, Adit dan Alif masuk ke dalam kamar Aulia, Yang saat ini terdengar suara gemercik air yang artinya Aulia saat ini sedang mandi.


Aulia yang tidak sadar keberadaan mereka keluar menggunakan kimono dan handuk yang melilit di kepalanya.


" Mama... " Adit dan Alif berlari ke arahnya dan Aldi tentu saja membuka matanya lebar lalu mengalihkan pandangannya.


*Astaga gua lihat apa tadi. astaga pikiran gua kotor nih. batin Aldi yang saat ini jantungnya berdetak kencang.


untung Aldi yang masuk. untungnya suamiku kalau bukan ukhh sudah mu hajar dia, udah tiap hari marahin mulu lagi. batin Aulia*.

__ADS_1


" sayang kalian kok bisa di sini. " ucap Aulia berlutut.


astaga kok kayaknya dia santai aja sih. dasar cewek gila pikiran gua kotor lagi. ini sih dia juga godain gua terus, padahal udah di marahin mulu, apa ini juga rencananya ini mah ekstrim banget. batin Aldi masih membelakangi Aulia.


" kita mau main sama mama papa ayo. " ucap Adit menarik tangan Aulia.


" mama pake baju dulu yah. " ucap Aulia tapi Adit dan Alif tetap saja menariknya hingga di depan Aldi.


" mama sama papa tunggu di sini yah kita ambil mainan dulu. " ucap Adit dan Alif meninggalkan mereka berdua.


Aldi yang sedari tadi diam dan saat ini memandang Aulia tapi segera sadar dan mengalihkan pandangannya.


tahan Aldi akhh sial kenapa gua harus nurut sama anak-anak itu rasanya susah banget nolak mereka sial... batin Aldi menelan salivanya.


" ngodain emang kamu ke goda hahaha. " ucap Aulia tertawa.


sial... tawanya aja buat bulu kudu ku merinding aduh gua gerahh. batin Aldi.


" ini pasti recana loe kan nyuruh anak-anak loe itu supaya gua kejebak di sini. " ucap Aldi suara beratnya.


" nggak tuh... jangan fitnah pikiran kamu aja yang kotor. " ejek Aulia.

__ADS_1


" diam loe... dengar yah gua nggak ke goda. cuma cara loe kali ini ekstrim banget." ucap Aldi akhirnya menatap Aulia dan berusaha menahan nafsunya.


" eh Aldi aku tuh nggak bermaksud yah..." ucap Aulia. " oh iya kamu nggak ke goda masa sih muka kamu tuh merah aku tau loh kalau mukanya merah karena marah dan mukanya merah karena malu. " ucap Aulia tersenyum mengejek.


Aldi tidak menjawab dia mengalihkan pandangannya.


kesempatan nih gua jahilinnya lebih dia kayaknya nggak bisa marah pake banget sekarang. tapi harus tetap dalam mode wajar. batin Aulia.


" Oh iya Aldi kamu denger sesuatu nggak Aldi kayak suara jantung yang mau lompat. hahaha. " tawa Aulia semakin mengejek Aldi.


" telinga loe kali yang salah... katanya dokter emang jantung bisa lompat apa. " elak Aldi membuat Aulia semakin menjadi-jadi.


Aldi yang tidak memperhatikan gerak-gerik Aulia. langsung melotot sempurnah saat Aulia naik di pangkuannya dan mengalungkan tangannya di leher Aldi, tentu saja Aldi langsung tegang ingin mendorong Aulia tapi mulut dan tangannya seakan terkunci.


" Oh iya masa sih nggak denger. " ucap Aulia dengan senyuman jahilinnya.


Aldi hanya memperhatikan Aulia tanpa merespon apapun, hanya nafas yang menderu lebih kencang dan itupun di rasakan Aulia.


*kenapa gua jadi begini. aduh mulut ke kunci tangan nggak bisa gerak rasanya berat banget badan jadi kaku, bisa gila gua deket sama Intan. batin Aldi yang tanpa sadar menyebut nama panggilannya pada Aulia.


Aldi nggak marah nggak nolak mukanya tambah merah wahhaha lucu banget sih. batin Aulia tersenyum*.

__ADS_1


Aulia mendekatkan wajahnya nafas mereka sudah saling menyatu dan terasa hangat, Aldi sudah memejamkan matanya Aulia tersenyum dan menatap wajah insten Aldi lalu beralih pada dada Aldi.


__ADS_2