Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
KUE


__ADS_3

Tentu saja hari ini Adit menjadi kerumunan banyak orang termaksud kaum hawa, setelah mendengar kabar tentang latar belakang keluarga Adit.


" Hay Adit, kita makan bareng di kantin yuk. " ajak salah seorang mereka dengan gaya centilnya. Adit hanya menangapinya dengan datar.


" ya ampun Adit, kamu tampan banget sih. "


" Adit akh... aku padamu, kenapa kau begitu tampan. " teriak salah satu mereka dan masih banyak lagi, tapi Adit tetaplah dia dingin pada semua orang kecuali keluarga dan sahabatnya.


Selama di sekolah itu Adit dan kedua Adiknya terus saya mendapat pujian dari orang sekolah. Itulah yang mereka tak sukai di kejar, di puji karena orang tuanya.


" gimana sekolahnya dek. " ucap Adit saat menjalankan mobilnya.


" parah kak masa iya sih... dari pagi di kejer mulu. " ucap Aurelia.


" iya aku juga dari pagi sampai pulang perempuan itu nempel mulu, aku tau kalau aku tampan tapi nggak usah gitu juga. " ucap Aldo dengan pedenya.


" hahaha kepedean loe. " ucap Aurelia.


" makanya dari itu nggak ada yang tulus deket kita jadi harus milih. " ucap Adit.


" udahlah kak, kalau Mama denger kalimat yang keluar...." ucapan Aldo terhenti.


" Masih kecil jangan mikir kayak gitu, sekolah yang bener. " ucap Aurelia dan Adit bersamaan.


" Hahaha betul betul betul. " ucap Aldo tertawa di ikuti Aurelia dan Adit tertawa sepanjang jalan.


Sesampai di rumah mereka di sambut dengan para pelayan rumahnya, ya mungkin itu sudah setiap hari terjadi. Tapi Adit selalu kesal dan merasa pusing melihat orang berjejer untuk menyambutnya. Berbeda dengan Aurelia dan Aldo yang tampak biasa saja.


" apa kalian tidak bosan ku marahi hanya karena kalian seperti ini. " ucap Adit kesal kepada para maidnya.


" sensi amat sih kak. " ucap Aurelia.


" diam loe. " ucap Adit kesal dan melewati mereka begitu saja.


" haha kak Adit gitu aja kesel. " teriak Aldo.

__ADS_1


" iya dia itu payah yah. " ucap Kartika tiba-tiba datang.


" Kartika kapan di sini." ucap Aurelia, yang memang biasa memanggil Kartika tanpa sebutan kak.


" kayak jalangkung loe Datang tak diantar pulang tak di undang ." ucap Adit kembali karena melihat Kartika datang.


" kebalik... " ucap mereka bertiga bersamaan.


" Datang tak di undang pulang tak di antar. " ucap mereka bersamaan.


" oh itu versi kalian versi gua beda. " ucap Adit santai


" bilang aja loe salah... " ucap Kartika.


" nggak... tuh gua nggak merasa salah. "


" kalian kalau ketemu nggak bisa yah... kalau nggak berantem katanya sahabat tapi kelihatannya musuh. " ucap Aldo.


" oh kita itu musuh rasa sahabat iya kan Kartika. " ucap Adit.


" hooh anak kecil mana tau. " ucap Kartika, membuat Aurelia dan Aldo menepuk jidatnya tapi langsung tertawa.


" bilang apa tadi... " Adit melotot


" wow kabur.... " Aurelia berlari ke kamarnya.


" aku juga pergi... malas denger kalian berantem teru akur lagi kayak apaan aja. " ucap Aldo meninggalkan mereka berdua.


" loe ngapain di rumah gua. "


" mau makan kue buatan tante kesayangan gua. " ucap Kartika tersenyum.


" nggak di kasi makan loe sama nyokap loe. " ejek Adit.


" enak aja... loe nyokap gua sayang ke gua, makanan doang mah pasti di kasih. " ucap Kartika kesal.

__ADS_1


" ya udah sono beli atau suruh nyokap loe buat.. jangan punya nyokap gua loe ambil. "


ucap Adit.


" ekhh bodoh amat... lagian kata Tante ada di lemari es gua maau makan itu aja. " ucap Kartika menuju dapur.


" nggak... itu punya gua. " ucap Adit.


" bodo... tante Aulia nyuruh gua makan itu aja. " ucap Kartika langsung membuka lemari es dan mengambil kue yang ada di sana.


" wewewe jangan di makan dong. " Adit merampas kuenya.


" dasar pelit... anak presdir kok gini. " ucap Kartika mengambil kembali kuenya dan langsung mengambil potongannya.


" hmm enakk... "


" udah cukup itu aja. " Adit mengambil kembali kuenya.


" huh dasar pelit... gua telfon tante Aulia aja biar marahin loe. "


" loe yahh.. tukang ngadu. "


" Halo Tante ini.... " ucap Kartika terpotong.


" iya iya ini...loe mah cari masalah baanget buat gua." Adit kesal.


" nah gitu dong." tersenyum puas.


*Padahal Tante Aulia lagi sibuk operasi, nggak ada yang gua hubungin, dia percaya wahaha dasar Adit kau payah. batin Kartika menahan tawanya.


Sialan nih bocah, kalau gua nggak takut di marahin Mama, mana mau gua bagi kue kesukaan gua ini, huh dasar ya cewek maunya menang mulu. batin melirik tajam ke arah Kartika yang saat ini sibuk memakan kuenya.


Tapi dia manis banget makan kuenya lahap gitu, lucu loe Tik.. batin Adit tapi masih memasang wajah kesalnya*.


" Apa loe lihat-lihat gua cantik ya... ya iyalah gua cantik gua kan perempuan." ucap Kartika.

__ADS_1


" aneh, loe jelek tau nggak, nggak cantik sama sekali. " ejek Adit.


" masa sih. " ucap Kartika


__ADS_2