
Dikamar....
Aulia sedari tadi senyum-senyum menginggat kejadian barusan. Di mana aldi memeluknya untuk membuatnya tenang karena ketakutan melihat ekspresi aldi.
" segitu sayangnya aldi sama aku haduh." aulia senyum-senyum tidak jelas.
" sayang. Bener nggak sih kalau papa sayang sama mama." aulia berbicara pada anak kembarnya yang hanya tersenyum mendengarkan ucapan mamanya.
" aa bener!! kamu manis sekali sayang. Kalian memang pintar." ucap auli sedari tadi melihat anaknya tertawa sambil menyulurkan lidahnya.
Di sisi lain...
Aldi yang masih mengemudikan mobilnya sedari tadi senyum. Dia begitu senang akhirnya aulia mengakuinya kalau dia itu ganteng.ucapan yang di tunggu oleh aldi.
" haduh...intan..intan kenapa kamu buat aku kayak gini sih." kata aldi sedari terus tersenyum dan agak memberantakan rambutnya tapi tentu saja tidak menghilangkan ketampanan wajahnya.
Bahkan aldi yang baru sampai di kampus. Masih dalam keadaan tersenyum membuat orang-orang yang melihatnya semakin gila padanya. Mereka mengambil moment senangnya aldi.
Aldi telah berada di kelasnya ya tentu saja masih dalam keadaan bahagia.
" hey loe balik. Kenapa senyum-senyum begitu. Bahagia banget kelihatannya."
" iya masalah udah selesai." aldi masih tersenyum menoleh ke aris.
" kenapa loe senyum-senyum ngeri gua lihatnya."
" kenapa emangnya tambah ganteng ya gua."
" hah...iya sih kalau gua cewek mungkin gua juga segila mereka."
" jadi gua tambah ganteng gitu."
" iya kamu tambah ganteng." kata aris mengkode teman laki-lakinya supaya melihat aldi dengan tatapan kagum seperti wanita yang mengilai aldi. Meskipun rasanya jijik kan mereka cowok dan masih normal tentunya. tapi ya untuk menjahili aldi jadi nggak apalah.
" napa lihat lihatin gua. Ingat kalian itu cowok. Oh apa jangan-jangan kalian udah nggak normal ya. Jangan deket gua, gua masih normal kasian bini gua di rumah." aldi jijik melihat mereka yang menatapnya seperti wanita penggilanya.
" sumpah loe ganteng pake banget di..." kata salah seorang mereka.
" nggak normal nih cowok semua. Jangan lihatin gua kayak gitu." kecam aldi dia benar benar ingin mual rasanya melihat mereka.
" ha ha ha haa makanya aldi loe berhenti sombong, jijik kan loe lihatin kita kayak fans loe itu. Kita sih juga jijik kali masih normal."
" ha ha ha bener tu muka loe kecut banget liatin kita kayak gitu." ketawa mereka mengisi ruangan.
Mereka juga kayak gitu berhubungan tidak ada satu cewek pun di kelasnya. Lumayan jahilin si aldi menurut mereka.
Bel telah berbunyi tanda dosen akan masuk. Karena tinggal satu dosen yang akan masuk, setelah selesai belajar aldi langsung mengemudikan mobilnya menuju kantor papanya.
Dikantor....
" permisi pak. Papa ada di dalam kan." tanya aldi pada pak satpam.
__ADS_1
" iya tuan muda pak kifli ada di dalam."
" oiya pak makasih. Saya permisi dulu."
Aldi masuk ke perusahaan papanya di lihatnya para karyawan disana menunduk memberi hormat dan di balas senyuman oleh aldi.
Di ruangan papanya aldi terus berbincang banyak sekali dengan papa kifli, ayah syamsul dan papa ray. Hingga menjelang sore lebih tepatnya jam 16.00. Aldi langsung pamit pulang.
Setibanya di rumah....
" Assalamualikum."
" waalaikumsalam."
" ibu ." aldi menyalami tangannya.
" intan mana."
"baru pulang langsung bini yang di cari."
" terserah gua dong kak, bini gua juga."
" iye terserah."
" assalamualaikum kami pulang." ucap cici
" waalaikumsalam."
" nggak lah kak kita itu habis makan siang terus cek apartemen ee malah ketiduran."
" owhh." reza mangut-mangut.
" ya udah gua ke atas dulu."
Aldi berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Saat pintu kamarnya ia buka. Tampaklah sosok gadis cantik yang tertidur pulas dekat si kembar yang juga tertidur. Siapa lagi kalau bukan aulia, adit dan alif.
" Assalamualaikum istriku aku pulang." aldi mencium kening istrinya pelan agar tidak membangunkannya.
" Assalamualikum anak papa yang manis. Papa udah pulang." ulangnya mencium pipi kedua anaknya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit aldi telah keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melilit di perutnya menutupi bagian bawahnya. Aldi yang melihat aulia masih tertidur hendak membangunkannya tapi tentu saja dengan cara jahil.
Aldi mencium seluruh wajah aulia, dan yang terakhir mencium bibir aulia. Merasa ada sentuhan lembut di wajahnya aulia membuka matanya. Di lihatnya aldi masih sibuk mencium bibir manis aulia.
" aldi..." suara lirih aulia khas orang yang baru bangun.
" akhirnya bangun juga. Keringin rambut aku." aldi memberikan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
" ya ampun bangunin cuma mau di keringin rambutnya. Hah sini." aulia mengeringkan rambut aldi.
Tok tok tok
__ADS_1
" boleh masuk nggak ambil baby kembar." teriak mita.
" masuk aja." teriak aulia dari dalam.
" kok di suruh masuk sih." protes aldi.
" udah biarin aja. Adit sama alif kan juga udah bangun tuh."
" terserah deh."
" hola kita mau ngambil si kembar yah."
" iya hati-hati." kata aulia yang masih sibuk dengan rambut aldi.
" kalian itu romantis banget sih."
" ya jelas dan loe sadar nggak sekarang loe ganggu." aldi kini menggunakan bajunya sebelum mereka masuk karena di perintah aulia.
Aulia nggak mau ada yang melihat dan menikmati tubuh sispack aldi karena rajin berolahraga itu. Kecuali dirinya. Ha ha ha lebay deh.
" oh ya udah bay bay lanjutin aja."
" apaan sih. Udah kalau mau main sama adit dan alif main aja."
" iya mama bay bay." mita, cici keluar tentu dengan menggendong si mungil adit dan alif.
" kenapa coba harus bilang kek gitu." aulia selesai mengeringkan rambut aldi
" biarin kan sama istri juga."
" ikh... Ya udah gih aku mau mandi."
" iya. Sana kamu bau."
" enak aja keringat aku aja wangi galahin bau parfum mahal."
" ha ha ha. Keringat kamu wangi dasar. Udah sana mandi."
" iya ini juga mau mandi kali."
Selesai aulia mandi mereka langsung turun di mana telah ada keluarga dan sahabatnya yang meributkan anak kembar mereka.
" hey kalian selalu saja memperebutkan bayi ku."
" ya kan anak kamu menggemaskan."
" tapi jangan kayak gitu juga ntar anak gua nangis gimana." kata aldi
" hem dengertu bapaknya ngomel." kata aulia yang lagi lagi mendapat gigitan aldi di pipinya.
" iya nyonya muda tuan muda tenang aja."
__ADS_1
"jangan memanggilku menggunakan embel embel nyonya aku tidak suka. Bahkan ya kalau aku diluar di panggil nyonya risih dengarnya kalau bukan dia yang maksa udah aku larang panghil kayak gitu."