
" bener bisa yah loe aldi tahan sama cerewet, jahilnya aulia." ucap yoga.
" bisalah...udah jadi makanan tiap hari soal itu." ucap aldi tersenyum.
" kalau gua ntar dapet jodoh semoga nggak kayak gitu...mungkin nggak tahan ntar, apalagi gua suka sama ketenangan." ucap yoga.
" ehh jodoh di tangan tuhan kali ga... Jangan bilang kayak gitu...bisa aja si aulidia jodoh loe." ucap aldi.
" hah dia...baru sehari udah bisa jahil, hebat sih dia mudah bergaul orangnya. Tapi....ahh.nggak nggak." ucap yoga memikirkan jika dia bersama aulidia.
Aldi dan yang lainnya melihat ke arah aulia dan aulidia yang tiba-tiba berhenti kejar kejaran bahkan mematung membuatnya heran.
" mereka kenapa diam aja tadi masih teriek-teriak sambil kejar-kejaran." ucap aris.
Aldi tanpa berkata apapun berlari kearah mereka.
" astaga...aulia aulidia kalian jangan bergerak." ucap aldi saat melihat seekor ular di depan mereka.
Yang lainnya juga terkejut saat melihat seekor ular yang cukup besar sedang berada tepat di depan aulia dan aulidia.
Aldi mendekat menatap ular itu. 1 2 3 4 5 menit akhirnya aldi langsung dengan cekatan menangkap ular itu.
" huftt udah...kalian nggak apa-apakan." ucap aldi cemas.
" nggak apa apa...tapi itu ular gimana..." ucap aulia akhirnya bergerak bahkan terjatuh karena kelamaan tidak bergerak.
" telfon damkar aja biar dia yang urus." ucap reza.
" ternyata loe bisa naklukin ular...hebat loe aldi." puji doni.
__ADS_1
" apasih yang tidak bisa dilakukan seorang aldi anggara." aldi sombong.
" ehh aulidia nggak apa apakan." ucap ervin karena masih melihat aulidia tertengun.
Aulidia terlihat berkeringat dingin, pucat dan masih dalam keadaan mematung.
" lidia kamu nggak apa-apakan." ucap aulia yang berada disamping aulidia.
Dan brukk...tiba-tiba aulidia pingsan karena di belakangnya tepat adalah yoga. Jadi yogalah yang menangkap tubuh aulidia agar tidak jatuh.
" ya ampun lidia..." aulia,reza, dan ervin bersamaan dengan suara panik.
" ett...jangan mendekat. Disitu aja..." cegah yoga.
" apaan sih loe adek gua lagi pingsan tuh."
" iya tau tapi jangan deket-deket dulu." ucap yoga.
yoga membaringkan tubuh aulidia di tanah lalu menjauh.
" nah sekarang silahkan deketin." ucap yoga.
"aneh loe." ucap reza.
" apa perlu kita bawa ke rumah sakit atau panggil dokter." ucap ervin.
citra, aulia dan tania kesel ervin seakan-akan lupa kalau di sampingnya ada dokter.
" emang kami kurang apa, pakek di panggil dokter bawa ke dalam aja." ucap aulia.
__ADS_1
" oh iya ada 3 dokter cantik di sini maaf lupa." ucap ervin lalu menggendong tubuh aulidia.
" salah satunya bini loe, bisa lupa ternyata." ejek reza.
" udah diem bawa lidianya yang tenang." protes aulia.
di kamar aulidia....
" biar aku aja yang periksa." ucap tania.
" oke."
" hmm...sepertinya nggak apa-apa, dia cuma sepertinya kaget, bisa jadi batinnya terguncang karena tadi. mungkin ada kenangan buruk dengan ular." ucap tania setelah memeriksa aulidia.
" hufttt kasian banget sih.." aulia cemas.
" kalau loe sendiri, kenapa nggak pingsan gitu atau bagaimana, loe nggak takut sama ular." tanya citra pada aulia.
" takutlah...tapi ini bukan pertama kalinya aldi nolongin aku dari ular kayak gitu besarnya." ucap aulia santai.
" hmm pawang ular ternyata."
" lah suami aku dong. apa sih yang nggak bisa dilakuin." puji aulia.
" yee loe muji karena aldi kagak di sini." ucap mita.
" iyalah kalau di depannya mana berani." ucap aulia
" dasar ya loe."
__ADS_1
para kaum hawa menunggu aulidia sadar di kamarnya. sedangkan para kaum hawa sedang berada di teras rumah memainkan game online dan anak-anak di biarkan bermain bersama anak-anak lain dan menjaga anak citra.