
Hoek...hoek...hoek...
" intan kamu kenapa." aldi cemas
" aku cium bau parfum nggak enak baunya." kata aulia yang terlihat berkeringat dingin.
" tapi kamu juga keringat dingin nih...kamu nggak papakan atau aku panggil dokter tania."
" udah nggak usah ini keringat, namanya juga ibu hamil jadi kayak gini. Jadi nggak papa orang aku calon dokter jadi kalau begini aku tau kok." jawab aulia
" ya udah terserah deh."
" hmm... Ayo keluar." aulia keluar dari kamar mandi yang diikuti aldi.
" nyonya muda nggak papakan." kata ibu ina
" nggak papa bu ina." jawab aulia.
" ayo kekamar." kata aldi menarik tangan aulia.
Sementara itu selama diperjalanan sewaktu di restoran tanpa aulia maupun aldi sadari ada yang membuntutinya.
" sial ternyata aulia hamil. Tapi itu tidak akan gue biarin dia bahagia dengan aldi." kata orang itu.
"dan itu nggak masalah karena sebentar lagi akan ada kejadian hebat." katanya tersenyum smirk.
Sementara itu....
" aldi." panggil aulia.
" hmm kenapa."
" perasaan aku jadi nggak enak sama ayah ibu papa dan yang lainnya. entah kenapa perasaan aku lagi khawatir." kata aulia cemas.
" udah kamu tenang aja. Itu pasti karena kamu nggak rela mereka pulang sekarang. Aku yakin mereka nggak apa apa." kata aldi mencium kening aulia sekilas untuk menenangkannya.
" semoga gitu..."
" ya udah tidur gih udah malam." kata aldi.
" iya."
Mereka tertidur, aldi yang memeluk aulia dan kepala aulia didada bidang aldi. Sungguh hal yang sangat romantis.
Pagi menjelang....
Aulia bangun terlebih dahulu. Dia mengerjapkan matanya melihat pemandangan indah menurutnya.
"tampan." kata aulia memengang wajah aldi lembut lalu mencium pipinya.
" aku nggak tau kenapa perasaanku gusar seperti ini semoga ayah ibu papa dan yang lainnya baik baik aja begitu juga kamu aldi. Aku mencintaimu dan itu adalah takdir." gumam aulia di sela-sela mencium pipi aldi.
Aulia beranjak pergi dan masuk kekamar mandi sekitar 5 menit aulia keluar dari kamar mandi. Ya aulia terbilang cepat kalau soal mandi. Dilihatnya aldi yang masih nyaman dengan tidurnya.
__ADS_1
" Aldi hey bangun."
" hmmm." lenguhan aldi.
" ayo bangun udah jam 5. Mandi dulu terus holat subuh."
" iya istriku sayang." kata aldi berlalu pergi ke kamar mandi.
"apasih dasar suami aneh tapi aku cinta." gumam aulia sambil tersenyum.
Setelah aldi mandi mereka melaksanakan shalat shubu dan baru kali ini mereka melaksanakan berdua saja, biasanya mereka shalat berjamaah dengan keluarganya dan di imani papa atau ayah.
Setelah shalat mereka siap-siap untuk berangkat kuliah dan sarapan.
" udah selesai ayo turun." ajak aldi.
" Ayo."
Selama jalannya menuju ke meja makan telah banyak senyum yang mengembang di wajah para pekerja dirumahnya dengan menunduk hormat.
" selamat pagi tuan muda,nyonya muda." kata mereka ketika dilewati.
" pagi." kata auli dan aldi tersenyum.
" selamat pagi nyonya muda, tuan muda." kata bu ina
" pagi bu ina."
Aldi dan aulia bersegera sarapan karena masih agak pagi mereka tidak langsung berangkat kuliah setelah sarapan. Mereka berangkat kuliah tepat jam 07.40 dan sampai di kampus tepat jam 08.10. Baru saja mereka sampai ada bola mata yang memperhatikannya.
Aldi mengantar aulia sampai dikelasnya dan langsung pamit ke kelasnya setelah mencium kening istrinya.
" ya udah pergi dulu yah, i love you." kata aldi tersenyum dan menarik pipi aulia.
" iya, i love you too hubby." kata aulia tersenyum dan mencium pipi aldi.
Setelah kepergian aldi yang semakin menjauh dan bahkan punggungnya sudah tidak kelihatan aulia masuk ke kelasnya yang langsung ricuh karena satu kelasnya yang berisik.
" hay aulia selamat pagi." sapa satu kelasnya.
" pagi semua." kata aulia tersenyum manis.
" aa manisnya." kata salah seorang teman kelasnya. Aulia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah satu kelasnya yang sangat lucu dan baik padanya.
" oh iya citra udah dateng belum?"
"dia sih belum ada memangnya dia udah nggak tinggal di rumah loe.?"
" dia udah pulang kemarin ke apartemennya."
" ya udahlah ntar juga dia dateng." kata salah seorang mereka dan aulia mengangguk mengerti.
Tapi sampai jam 10 citra juga belum datang padahal jam dosen sudah selesai. Aulia yang mencoba menghubungi citra tapi nomor citra tidak aktif dia juga mencoba menelpon aris dan nihil nomornya juga tidak aktif.
__ADS_1
" citra kemana sih...aris juga nggak aktif. Telpon aldi deh." gumam aulia yang mulai terlihat gelisah.
" assalamualaikum halo aldi."
" waalaikumsalam ada apa intan"
" disitu ada aris nggak."
" nggak ada aku coba telfon dia tapi nggak aktif. kalau citra ada disana?"
" sama nggak ada, aku juga telpon tapi nggak aktif."
" kok bisa sih. nggak biasanya. Ya udah aku kesitu dulu deh."
" oke."
Oiya dari kemarin ibu ataupun yang lain nggak ada yang telfon gumam aulia yang mulai agak cemas
Sambil Aulia menunggu aldi dia menelfon orangtuanya dan teman-temannya tapi tak satupun yang aktif, sehingga aulia menjadi cemas. Tapi sudah 10 menit aldi tak kunjung datang.
" aldi manasih ini udah 10 menit dia belum muncul juga." aulia cemas
Tiba-tiba.....
" aulia....ada...sesu...atu ....untuk...mu." kata orang itu menyerahkan surat dengan ngos-ngosan.
" dan... Aldi di culik dia dipukuli dengan balok kayu."
" aku dan teman-teman mau nolong ....tapi jum...lah mere...ka ban....yak." katanya yang masih ngos-ngosan.
" apa..." kata aulia kaget ia langsung membuka isi surat itu dia lebih terkejut bahkan hampir pingsan melihat isi surat dan foto yang ada disitu tapi dia berusaha untuk tidak pingsan.
" ibu,ayah, papa,teman-teman mereka......." kata aulia kaget pikirannya kacau membaca isi suratnya
*Isi suratnya :
Halo aulia sayang ini aku Ervin Raymond, jika kau ingin orang-orang kesayanganmu selamat datanglah ke alamat ini jalan XXX dan datanglah sendiri. Aku punya mata-mata yang akan mengikutimu jika kau menelfon seseorang.
Ingat datanglah sendiri atau nyawa mereka melayang.
Ervin Raymond*.
Ya begitulah isi suratnya.
"aaaa.....Ervin brengsek." teriak aulia langsung keluar kampus dan menuju ke alamat surat itu.
Flasback on.
Setelah rombongan ibu dan rombongan laura meninggalkan kediaman aldi dan aulia baru sekitar 15 menit mereka berjalan telah ada yang menghadangnya. Sebenarnya reza dan yoga yang juga sangat mahir bela diri bisa melawannya, meskipun hanya sendiri dan mereka jumlahnya yang cukup banyak bahkan sekitar hampir 30 orang.tapi, diantara mereka menyekap ibu,ayah,dan mita mengancamnya sehingga membuat reza mengalah karena takut mereka kenapa-napa dan reza serta yoga yang sudah babak belur tidak bisa melawan lagi.
Flashback off
**jangan lupa tinggalkan jejak likenya guys
__ADS_1
votenya jangan lupa di tambahin oke
tetap jaga kesehatan**...