
" iya kita tu sahabat rasa saudara masa kayak gini loe rahasiain sih. " ucap Citra.
" iya sebagai saudara setidaknya cerita biarpun kita tidak bantu banyak setidaknya dengan kamu cerita kita peduli Aulia. " ucap Aulidia.
Mereka berpelukan menenangkan Aulia. Ya masih terdiam.
" huftt iya aku nggak apa makasih ya. " ucap Aulia membuka suara.
Mereka semua tersenyum dan kembali mengerjakan pekerjaannya tadi.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang saat ini mendengar pembicaraan mereka.
" apa maksud perkataan mereka, apa bener gua ini suami Intan kenapa gua nggak ingat. " ucapnya yang tidak lain adalah Aldi.
" khmm kepala gua kenapa sakit mulu, kenapa ada tiga bayangan yang sering muncul di kepalaku. " ucap Aldi memengang kepalanya.
Aldi memilih masuk kamarnya, memikirkan omongan para gadis itu membuatnya pusing.
" apa gua nggak salah denger, apa gua suami Intan yang artinya Adit dan Alif anakku. " gumam Aldi.
" harus di pastiin dulu ingatan gua belum pulih, aku udah ingat masa SMA ku. Aku harus tunggu ingatanku kembali sepenuhnya. " ucap Aldi meremas pelipisnya.
Tok... Tok.. Tok..
" Aldi makan siang dulu. " teriak Aulia.
__ADS_1
Aldi tidak menjawab dia membuka pintu dengan wajah datarnya. Kemudian berlalu meninggalkan Aulia.
Aulia mengikuti langkah Aldi dari belakang.
Makan siang mereka terasa hangat, sama waktu pagi Aldi menerima Aulia makan semeja.
Hari yang biasanya di rasa Aulia begitu lama, hari ini berbeda dia merasa waktu berlalu cepat bahkan tak terasa sudah waktunya untuk tidur.
Tapi hari ini Aulia tampak kesulitan memejamkan matanya. Berguling ke kiri, ke kanan tak terasa nyaman.
" akhh.. Kenapa nggak bisa tidur sih huhh. Kangen sama Aldi pengen meluk pengen dipeluk kalau tidur. " ucap Aulia.
" uwaahh susah banget sih ini udah tengah malam nggak bisa tidur. " ucap Aulia.
Dia akhirnya memilih untuk keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar anak-anaknya yang saat ini tidur nyenyak membuat Aulia tersenyum setelah mencium pipinya Aulia keluar dari sana dan ntah kenapa dia ingin menengok Aldi.
Aulia menghampiri Aldi yang saat ini sedang tidur. " udah tidur baguslah. " ucap Aulia menyelimuti tubuh Aldi hingga ke leher.
Aulia menatap wajah Aldi kemudian mengelus rambutnya lembut. " Aldi aku kangen. Udah lama banget rasanya kita pisah kamar. Aku kangen di peluk saat tidur, Aku kangen di manjain, aku kangen Aldi, kamu tau gak sih. Aldi kalau kamu nggak sembuh setidaknya bersikap haluslah padaku, cintailah aku lagi setidaknya itu membuat kangenku berkurang. " ucap Aulia masih menatap wajah Aldi dengan Insten.
" Aldi... Asal kamu tahu kenapa kamu bisa suka rujak atau hal yang biasanya nggak biasa kamu makan. Itu karena.. Karena aku hamil Aldi aku hamil." ucap Aulia menitikan air matanya.
" kamu tau nggak aku sembunyiin ini dari semua orang karena aku mau suamiku Aldi Anggara dulu yang tahu tapi kamu malah sakit gini. " ucap Aulia. " aku kangen di buatin susu, kamu itu nyiksa aku banget udah buat susu sendiri minumnya harus sembunyi-sembunyi, kamu pikir itu gampang apa. " ucap Aulia menangis tanpa suara.
" ini tuh anak kamu pengen di manja, tapi mau di apa lagi kalau ngidam harus beli sendiri, dulu itu waktu aku hamil si kembar kamu manjain aku banget apa yang aku minta kamu kasih dan turutin meskipun itu adalah hal gila. " ucap Aulia. " Aldi aku hanya ingin kamu cintai aku kembali, kita bersama lagi itu udah cukup. " ucap Aulia.
__ADS_1
Aulia meletakkan tangan Aldi di perutnya membuatnya bertambah menangis dengan tingkahnya sendiri.
" aku ingin setiap hari kamu pengang perutku mencium perutku Aldi. Aku mohon kembali, sebentar lagi usia pernikahan kita 4 tahun Aldi 5 hari lagi kamu harus tahu itu. " ucap Aulia.
Aulia menghembuskan nafasnya.
" aku harus bagaimana, berapa lama aku harus menutupi kehamilanku. " ucap Aulia.
Flashback on.
Aulia di dalam kamarnya saat ini mondar-mandir.
" Aduh Aldi udah 3 minggu ini selalu minta makanan manis pedas tapi Aldi kan nggak suka makan kayak gitu. " ucap Aulia.
" aku juga telat datang bulannya, biasanya tengah bulan tapi bulan ini kok belum sih."
" hmm aku tespack dulu deh. " ucap Aulia memainkan ponselnya memesan tespack.
" kalau aku hamil Alhamdulillah tapi kalau gitu harus ngurus diri sendiri dong, aku bakalan kasi tahu semuanya kalau Aldi udah kembali. "
Setelah tespack yang di beli Aulia datang, ucap dia langsung memakainya.
" huftt hasilnya positif aku hamil, huftt." Aulia mengusap perutnya.
" mulai sekarang nggak boleh terlalu capek, nak kamu bantuin mama yah, makasih udah datang di rahim mama dan makasih kamu nggak buat mama ngalamin gejala orang hamil. Mama bakalan jagain kamu. " Aulia mengusap perutnya yang masih rata.
__ADS_1
Flashback off.
" akhh ini air mata turun mulu. Udah deh ntar tambah mewek lagi. " ucap Aulia menghapus air matanya sendiri.