Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
TAMPARAN DARI AULIDIA


__ADS_3

Sementara itu aulia yang di kurung di dalam kamar, hanya menangis bukan karena takut dia kenapa. Tapi dia takut keluarganya kenapa-napa.


" huftt aldi bagaimana keadaan kamu sekarang. Adit sama alif pasti juga lagi sedih ngelihat kamu. Hikss aku bisa aja ngelawan mereka tapi aku takut kalian kenapa-napa." aulia menangis dia bersandar di ranjang kamarnya duduk di lantai.


Hemm dia udah tersiksa, aldi sehat Lidia akan semakin dan cuek, sering marah, setelah itu loe yang berakhir. Gua benci sama loe aulia, loe selalu jadi yang terbaik gua nggak suka itu. batin siska penuh amarah. Dia melihat aulia dari pintu yang sedikit dia buka.


" ehh siska loe ngapain." kata claudia.


" hmm liat tuh udah tersiksa lahir batin." ucap siska.


" bener padahal belum rencana akhir." kata claudia sinis.


" kak." panggil lidia.


" kenapa." siska cuek.


" bisa lihat kembaran gua nggak. Gua mau lihat udah tersiksa nggak." ucap lidia.


Siska dan claudia saling pandang kemudian menggangguk tersenyum kecut.


Lidia masuk lalu menghampiri aulia dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


" hmm loe sedih. Hah itu belum seberapa dari pada gua yang ngerasa di buang sama ibu loe itu." ucap lidia penuh penekanan.


Aulia menoleh dan melihat lidia, aulia tidak tahu harus berbuat apa harus marah, harus senang karena akhirnya bertemu dengan lidia. Atau apa pikiran aulia saat ini sangatlah berat.


Plaakkk


" denger yah sebelum loe dan ibu loe menderita gua nggak akan tinggal diam. Gua benci sama kalian." gertak lidia.


" bener lidia loe jangan kasi ampun buat keluarga yang tidak tahu diri, mereka nggak sayang sama loe." claudia memanas manasi lidia.


" iya, ibunya itu nggak tahu cara menerima anak makanya loe itu di buang. Dasar orangtua nggak guna." tambah siksa, aulia yang sedari tadi diam emosinya langsung naik dia menatap siska dengan tangan mengepal berusaha menahan emosinya.


" apa loe marah hah."


" kalau loe berani ngapain mereka. Gua bakalan langsung buat keluarga loe itu hancur." gertak lidia membuat hendra, arya dan lina datang ke sana.


" dengar yah... Ancaman gua bukan sekedar ancaman. Gua bakalan hancurin keluarga loe itu menggunakan nama loe. Kasian loe bakalan di benci sama keluarga loe itu." lidia tersenyum sinis.


Aulia tak pernah ingin menjawab. Dia memilih menahannya, menahan emosinya, menahan sakit yang di berikan.


Aulia tahan kamu harus sabar lidia hanya salah paham, aku yakin suatu saat nanti dia akan tahu kebenaraannya. batin aulia memengangi pipinya yang setiap hari mendapat tamparan.

__ADS_1


Siska, claudia, lina arya dan hendra tersenyum puas melihat kebencian lidia pada aulia.


" hmm percuma tau nggak bicara sama orang lemah." auliadia melangkah untuk pergi.


" aulidia." panggil aulia. Aulidia menoleh.


" bagaimana keadaan aldi dan juga anak-anakku. Yang lain juga." tanya aulia lembut.


" hmm." aulidia tersenyum sinis tanpa menjawab lalu pergi.


" cup cup cup kasian banget haha haha saudara kembar loe gituin loe hah. Kasian." ucap lina meremehkan.


" kalian bener-bener telah meracuni fikiran saudaraku. Dasar ya keluarga kalian apa nggak punya hati hah." ucap aulia sedikit membentak.


" hmm. Kacian banget." mereka meninggalkan aulia sendiri.


Hufttt aku harus bagaimana. Aku tidak bisa berfikir jernih.batin aulia.


Hari semakin larut....


" intan mana ya...udah malam masa iya nggak nemenin aku. Apa selama aku pingsan dia tidak di sampingku. Huftt....intan." lirih aldi.

__ADS_1


" tapi kok dia bisa lepas sih padahal seingatku dia pingsan deh. Aahh...istriku itukan hebat bisa bela diri 10 orang kekar aja tepar." aldi berfikir positif.


__ADS_2