Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
pernikahan


__ADS_3

" yaudah deh pa"


" makasih pengertiannya ya..."


" yaudah tunggu apa lagi ayo kita mulai ijab qabulnya."


Aldi telah siap di tempatnya ia juga telah memenggang tangan penghulu. penguhulu juga sudah memulainya.


Aldi mengatakan ijab qabul dengan lancar dan satu nafas.


" Alhamdulillah kalian sudah sah" kata ibu.


" selamat ya aulia" kata laura, mita dan cici serentak.


" selamat ya adik kecilku" kata reza memeluk adiknya.


" iya makasih buat kalian semua."


" ayo mempelai wanita silahkan menyalami tangan suami dan suami silahkan mencium kening istrinya." kata penghulu


Aulia mendekati aldi dan mulai mencium punggung tangan suaminya begitu juga aldi mencium kening istrinya lama yang kemudian saling bertukar cincin.


" uwwuuu akhirnya aulia yang nggak mau pacaran tapi dianya dulu yang nikah dari kita bertiga" kata cici heboh.


" cici ini itu di kua jangan berisik" kata mita menutup mulut cici.


" betul jangan bikin malu" kata laura.


" ya sudah sekarang kita pulang kalian semua tinggal dirumah papa ya... Aldi aulia kalian ke apartemen kalian kemasin barang - barang mulai sekarang kalian tinggal dirumah yang papa baru beli."


" iya pa." kata aldi dan aulia.


Sesampainya di apartemen aulia dan aldi mengemasi barang- barang mereka dan kemudian pamit kepada pemilik apartemen itu. Mereka berdua mengarah kerumah papanya.


Didalam mobil mereka berdua hanya diam maklum masih cangung soalnya kan udah beda dulu sahabat sekarang pasangan suami istri.


Selama 15 menit perjalanan mereka sudah sampai dirumah baru yang dibelikan papa kifli.


" ini rumah yang papa beliin gede amat." kata aulia melihat rumahnya yang besar dan luas itu sambil keluar dari mobil yang diikuti aldi.


" ya.. Mau gimana lagi kalau ditolak pasti juga papa nggak pernah terima penolakan."


" iya tapi bisa kali nggak usah segede ini"

__ADS_1


Baru saja aldi ingin menjawab aulia tiba tiba datang beberapa orang. Sepertinya orang itu adalah penjaga rumah mereka.


" selamat datang tuan muda, nona muda." kata salah seorang mereka sambil menunduk.


" iya makasih sambutannya... Tolong koper dibagasi langsung dibawa kekamar ya..." kata aldi pada penjaganya.


" baik tuan"


" ayo intan masuk" kata aldi menarik tangan aulia.


" Selamat datang " kata papa, ayah dan kak reza dan beberapa teman laki lakinya menyambutnya.


" iya" kata aldi.


" wah wah wah, pengantin baru saling pegangan tangan." goda reza pada adiknya .


Aulia dan aldi yang masih cangung melepaskan genggaman tangan itu.


" kenapa dilepas " kata reza lagi.


" nggak apa apa! aku mau ganti baju ini baju rasanya berat pake banget." kata aulia yang masih menggunakan baju pengantinnya.


" ya sudah kalian masuk ke kamar gih ganti baju terus kalian turun lagi. Kamar kalian ada di atas lantai 4." kata papa kifli


Mereka memilih naik tangga ke kamarnya atas permintaan aulia. Setelah Mereka sampai dikamarnya


" aldi aku duluan yang mandi." kata aulia menuju kamar mandi.


" oke "


Setelah 25 menit aulia telah keluar dari kamar mandi maklum lama dia harus membuka bajunya terus menghapus make upnya jadi lama deh.


" kenapa kau lama...." aldi tidak meneruskan ucapanya saat melihat aulia tidak menggunakan hijab jadi rambut panjangnya terlihat dengan indah.


" kenapa mau protes aku lama. Iyalah aku lama baju ini susah dibukanya sama kayak make up perlu dibersihin lama pake ba..." kata aulia terpotong saat aldi mendekati aulia.


" ternyata rambutmu indah cocok dengan wajah indahmu." kata aldi yang mulai membelai rambut dan wajah aulia.


Tangan aldi yang kiri memeluk pinggang aulia supaya mendekat padanya sedangkan tangan kanannya masih sibuk membelai rambut dan wajah aulia. Kemudian aldi mendekatkan wajahnya pada aulia yang tinggal beberapa senti lagi mereka berciuman bahkan sudah merasakan nafas mereka.


Tapi Tiba- tiba ada ketukan pintu.


Tok tok tok

__ADS_1


" lia aldi kenapa kalian lama sekali om kifli sama ayah,ibu dan yang lainnya sudah menunggu."


" iya kak bentar ini make up nya lagi di hapus aldi juga baru mandi."


" ya sudah cepetan. Aku turun dulu."


" hufttt.....heh mandi gih cepetan." kata aulia pada aldi yang masih memeluknya.


" iya iya " kata aldi melepaskan pelukannya kemudian masuk ke kamar mandi


" hufttt.... Hampir aja. Maaf aldi kalau aku gugup tadi inikan yang pertama kalinya gumam aulia


Setelah lima menit aldi telah keluar dari kamar mandi dan menggunakan kaos santai serta rambut agak basah berantakan.


" yaudah ayo." kata aulia menarik tangan aldi


" hey kamu mau keluar tanpa menggunakan hijab"


Kata aldi melihat aulia belum menggunakan hijabnya.


" astagfirullah iya hampir saja." kata aulia menepuk jidatnya sendiri kemudian berlari mengambil hijabnya dan mengenakannya.


" ya sudah ayo mereka sudah menunggu" kata aulia keluar dari kamar yang diikuti aldi .


"maaf menunggu lama" kata aulia


" kenapa loe lama banget sih aulia oo apa jangan jangan ka...." kata cici terpotong karena disela aulia.


" jangan- jangan apa jaga bicaramu ya ci... Kamu pikir hapus make up sebentar apa. Ya mungkin bagi kalian sebentar karena udah biasa lah aku baru kali ini hapus make up diwajah sendiri." kata aulia yang duduk di samping ketiga sahabatnya itu.


" ohhh gitu yah" kata cici cengegesan


" dihhh malah ketawa lagi." kata aulia menutup wajah cici yang diikuti laura dan mita.


"aaa a..ku ngg..ak bi...sa naf...as ." kata cici terengah engah


" hey kalian ingin membunuhnya." kata Doni.


" kau tidak apa apakan "


" iya tidak apa apa aku oke."


" aku minta maaf ya... Cici nggak nyangka mereka ikutan" kata aulia

__ADS_1


" iya kan cuma bercanda...ayo kalau kalian nggak mau aku marah peluk aku." kata cici merentakan tangannya.


__ADS_2