Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
SUPIR


__ADS_3

" iyalah. Udanih makannya balik ke rumah sakit ayo. Lidia kita pulang bareng tungguin oke diruangan aku, atau jalan-jalan sapa orang disana juga nggak apa-apa yang penting kita pulang bareng." ucap Aulia.


" siap bos." ucap Aulidia.


" ya udah ayo. Dokter Ronald duluan yah." ucap Aulia.


" iya dokter." senyum Ronald.


Aulia, Citra dan Aulidia menuju rumah sakit, para dokter maupun suster yang melihat keberadaan Aulidia tersenyum ke arahnya, dan sebagian besar para dokter pengangum Aulia mencoba mencuri perhatian Aulidia dengan menyapa atau tersenyum padanya.


" hai Aulidia kan saudara kembar Aulia." kata salah seorang dokter tersenyum.


" iya." Aulidia tersenyum.


" wah ternyata sama-sama cantik ya." Dokter itu masih tersenyum.


" iya makasih dokter." ucap Aulidia.


" oh iya kenalin saya dokter Riki, ntar kalau dokter biar saja yang periksa." nada gombalnya. Aulidia tersenyum. Sedangkan Aulia dan Citra menahan tawanya.


"hem maaf sebelumnya Dokter Riki, saya juga dokter loh dan saya saudara kembarnya ngapain berobat sama dokter." ucap Aulia.

__ADS_1


" ehh iya tapi kalau dokter Aulia bisanya periksa pasien dan ngobatin luka biasa. Kalau saya ngobatin luka biasa dan ngobatin luka hati juga bisa loh, apalagi ngisi kekosongan hati akan saya isi dengan hati saya." Nada gombalnya yang menjadi-jadi.


Aulidia melonggo membuka mulutnya sementara Citra tertawa terbahak-bahak dan Aulia menggelengkan kepalanya kemudian menyentil kening Riki kuat.


" mau kenalan apa mau ngombalin saudara saya." ucap Aulia. " kalau mau ngombalin jangan pake kata-kata jadul yang udah lama terbit tapi pakenya sesuai jaman sekarang dong." ucap Aulia lagi.


" hehe maaf dok..." ucap Riki tersenyum.


" hmm terserah...Citra, lidia ayo." Aulia menarik tangan Aulidia dan Citra masuk ke ruangannya.


Sementara itu Aldi tengah sibuk mengurusi pekerjaannya. Bahkan Aldi yang tengah sibuk pun terus memikirkan surat yang di beri Aulia, surat yang menurutnya aneh dan sulit untuk di pahami. Meskipun di depannya ada begitu banyak tumpukan kertas yang harus di tanda tangani tapi di pikirannya terus tertuju pada surat itu.


" waahhh kenapa nggak ada yang ku pahami satu kata pun, haah istriku kamu itu unik banget sih...selalu bikin kangen." ucap Aldi, Defan yang mendengar segala ocehan Aldi hanya tersenyum dan geleng kepala melihat kebucinannya, kalau di depan orang lain dia akan tegas, tapi jika sesuatu meracuni pikirannya yaitu Aulia dia akan terlihat konyol dan jika ada di depan Aulia konyolnya plus plus.


" astaga kangen kan jadinya, tadi vidio call nggak lihat muka gemesnya aduh Intan...udah buat aku gila. Apalagi hari ini." ucap Aldi.


Aldi mencoba menghubungi bidadari hatinya itu kembali, tapi tidak diangkat. " haduhh pasti lagi kerja. Hmm." ucap Aldi lalu memulai kerjaannya lagi.


Udah Aldi sadar dulu kerja cepet pulang cepet ketemu istri si bidadari hatiku cepet ketemu anak-anak cepet jadi harus kerja cepet dulu. batin Aldi kembali fokus dengan pekerjaanya setelah melihat bingkai foto mereka berempat di meja kerjanya itu.


2 jam Aldi terus saja mengoceh seperti tadi. Defan yang sudah menjadi makanannya sehari-hari hanya mendengar dan menganggap angin berlalu.

__ADS_1


" huhhh akhirnya selesai." ucap Aldi.


" fan pulang." ucap Aldi langsung meninggalkan Defan di ruangannya.


" pak Aldi emang udah cinta banget sama Aulia orang kayak dia susah di taklukin dalam bisnis aja susah ambil hatinya untuk bisa saling kerja sama, gi mana cintanya susah di ambil orang lain. Bu Aulia memang hebat." ucap Defan lalu keluar dari ruangan bosnya itu.


Triitt triit telfon Aulia...


" Halo Assalamualaikum." ucap Aulia.


" Waalaikumsalam istriku udah pulang, belom." ucap Aldi.


" ini lagi nunggu supir aku." canda Aulia.


" supir..."


" iya supir yang bakalan tiap hari anterin aku kerja iyakan."


" hah nggak apa deh lagian supirnya ganteng kan terus itu pasti pangeran hati kamu kan."


" hmm bukan..."

__ADS_1


__ADS_2