
" Dorrr."
Aldi kaget dan menjatuhkan hpnya ke lantai.
" astaga...." aulia dan aldi membungkuk bersamaan untuk mengambil hp aldi yang jatuh. Aldi dan aulia pandangan dan tersenyum.
" hpnya nggak apa.Masih bisa menyala, nih." aulia mengambil hp aldi lalu memberikanya pada aldi.
" kamu sih.bukannya salam malah ngangetin."
" ya maaf." kata aulia mengangkat bahunya dan berlalu pergi. Aldi mengikutinya berjalan disamping aulia.
" mau ngapain disini."
" nggak ngapa-ngapain mau nengokin Rumah sakit ini."
" ohhh."
" aku disini sampe sore. Mau...." aldi tidak meneruskan kata-katanya.
" mau apa...." aulia penasaran.
" mau pemilihan kepala dokter baru diRS ini." kata aldi. Aulia mangut-mangut paham.
" aku nggak bisa temenin loh. Aku sibuk."
" iya nggak apa. Tapi aku tinggal di sini aja yah."
" iya. Yang penting jangan di acak-acakin barang barangku."
" iya."
" aku pergi dulu. Kalau mau keluar di tutup yah pintunya."
" hmm."
Aulia keluar dari ruangannya meninggalkan aldi. Aldi di dalam ruangannya hanya memainkan ponselnya dan membuka email untuk melihat pekerjaannya. Tak lama karena lelah aldi tertidur dengan tangan yang satu dilipat dan yang satunya lagi di biarkan lurus dan dijadikan sebagai bantal.
Aulia masih sibuk mengurusi pasiennya.1 2 3 jam akhirnya selesai dia kembali ke ruangannya dan melihat aldi tengah tertidur.
" tidur ternyata."
__ADS_1
Aulia membiarkan aldi tertidur. Bahkan ia ikut membaringkan kepalanya di tangan aldi. Aulia menatap wajah aldi sambil senyum-senyum. Aulia menusuk pelan wajah aldi dengan telunjuknya.
Dari depan pintu Ronald melihat itu. Dia penasaran siapa laki-laki yang sedang membelakangi pintu. Karena tidak tahan melihatnya ronald pergi.
Tak lama defan telah datang karena pintu yang di biarkan terbuka, dia langsung masuk. Melihat aulia yang sedang memperhatikan aldi. Defan senyum senyum sendiri melihatnya.
Aulia tidak sadar kedatangan defan. Berulang kali defan memberi salam tapi tak di tanggapi aulia.
" permisi bu." kata defan.
" eh oh ee defan ada apa." aulia gelagapan.
" ini bu. Maaf saya langsung masuk aja. Gini saya datang ke sini untuk menghadiri pengantian kepala dokter baru.
" oh iya. Berarti aldi. Aldi bangun heyy bangun aldi bangun." aulia mengoyangkan tilubuh aldi tapi tidak ada respon.
"astaga...dasar kebo...aldi bangun." aulia menambah volume suaranya. Belum ada respon.
" astaga masih hidup nggak sih. Aldi kamu udah mati yah tega banget ninggalin aku sama anak-anak."
" astaga intan doain suami cepet mati. Nggak paham banget kalau butuh di cium baru bangun."
" ikh...kirain udah mati. Terus di cium elle leh udah mending cuci muka sana katanya ada acara lagi."
" iya."
" dokter tolong panggil semua dokter muda yah. Kita laksanain sekarang."
" baik pak aldi."
Semua dokter muda memasuki ruangan rapat termasuk Aulia, Citra, dan Ronald.
Setelah semuanya masuk aldi, defan, dan kepala dokter masuk.
" Assalamualaikum para dokter muda. Pasti kalian sudah tahu kenapa kalian di kumpulkan di sini." ucap defan membuka suara.
" Waalaikumsalam iya pak." ucap dokter serentak.
" Baiklah di sini kalian silahkan berunding dan saling pilih siapa yang akan kalian pilih. Dan saya sudah memilih beberapa orang diantara kalian. Yang saya pilih ini tentu berkualitas dan di sukai banyak orang. Jadi pertama dokter citra, kedua dokter Ronald, ketiga dokter maikel, keempat dokter raisa,dan kelima dokter aulia. "
Aulia melotot namanya di panggil, tapi ia belum berkomentar dia berharap bukan dia yang terpilih.
__ADS_1
" alasan kami memilih kelima dokter ini karena mereka di sukai banyak orang. Bagaimana kalian setuju dengan kelima orang ini."
" iya pak."
" baiklah silahkan kalian berbincang untuk hal ini."
" eh kalian jangan ada yang pilih aku yah." bisik aulia.
" nggak bisa kayak gitu aulia, diem aja biarkan mereka memilih." kata citra.
Aulia, citra ronald raisa dan maikel duduk di bangku berbeda dari dokter lain. Dokter yang terpilih tersenyum sementara aulia cemberut. Aldi tersenyum memperlihatkan gigi rapinya dengan hal itu.
" pemilihan sudah selesai yah. Dan suara terbanyak. Ialah...." kepala dokter menggantung omongannya.
" suara yang terbanyak ialah dokter...selamat untuk dokter Aulia." semua orang bertepuk tangan.
Aulia melotot lalu menepuk jidatnya.
" maaf sebelumnya saya nggak bisa."
" kenapa, alasannya apa."
" bukan apa-apa dok. Tapi maaf saya nggak bisa."
" nggak boleh nolak, Itu sudah menjadi keputusan semua dokter." ucap aldi.
" tapi kan..."
" nggak pake tapi."
" ikh...aku nggak mau, pokonya aku nggak mau dan nggak mau titik." kata aulia mulai cerewet, bawel, batu.
" emangnya kenapa sih dokter cantik, inikan kesempatan bagus." kata aldi
" iya tapi saya nggak mau pak."
" Harus." kata aldi yang mulai memaksa tapi sebenarnya dia tahu istrinya akan menolak dia hanya ingin melihat wajah cemberut dan ronald tahu kalau aulia itu istrinya.
" ikh...aldi jangan maksa aku pokoknya nggak mau."
" kenapa sih, dikasi kesempatan nolak mulu." ucap aldi yang mulai membuat aulia panas.
__ADS_1
" ikh...astaga aldi pokoknya aku nggak mau nggak mau." aulia cemberut.