Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
1 PORSI


__ADS_3

Keesokan harinya. Aulia benar-benar membawa 1 porsi sarapan untuk citra.


" assalamualaikum. Selamat pagi citra."


" waalaikumsalam. Pagi aulia."


" citra nih sarapannya. Aku pergi dulu bay."


Citra tersenyum. Dan membuka makanannya.


" dasar aulia dia bener cuma bawa 1 porsi."


" emang ya orang itu kalau bicara di benerin."


" ha ha ha. Kita makan sama-sama aja."


" nggak usah. Aku ke kantin aja. Tapi setelah kamu makan."


" iya."


Aulia tengah sibuk mengurusi pasien-pasiennya. Setelah selesai dia hendak ke ruangannya.


" dokter. Hey dokter." panggil seseorang. Karena merasa dipanggil aulia menoleh.


" ehh dokter ronald. Panggil saya." kata aulia.


" iya dokter." kata ronald dia kagum dengan kecantikan aulia.


" ada apa yah dokter."


" boleh saya tau nama dokter." kata ronald menyulurkan tangannya.


" panggil saya aulia. Dokter aulia." kata aulia tersenyum tanpa membalas nyuluran tangan ronald.


" oh iya dokter aulia." ronald tersenyum manis menambah ketampanannya.


" apa masih ada yang perlu di bicarakan. Kalau tidak saya permisi ke ruangan saya dulu."


" oh iya dok silahkan."

__ADS_1


Aulia meninggalkan ronald yang sedari tadi tersenyum.


Satu-satunya dokter perempuan yang belum kenalan sama gua. Bahkan nyapa aja nggak. Hmm menarik padahal udah dari awal lihat dia yang gua tunggu minta kenalan itu dia. Ternyata gua juga akhirnya duluan. Dia cantik sumpah udah ada yang punya belum yah...batin ronald tersenyum.


Dia memang tidak tahu tentang hubungannya dengan aldi. Karena setiap aldi ke rumah sakit dia selalu sibuk jadi tidak pernah melihatnya bersama aulia.


Jam makan siang tiba. Semenjak citra libur aldi meminta supaya nggak usah bawain makan siang.


Hari ini tidak seperti biasanya aulia yang selalu memilih makan di restoran kali ini memilih makan di kantin.


Setelah memesan makanan dia menelfon baby sister anaknya memastikan anaknya makan siang.


" assaalamualaikum mba."


" waalaikumsalam nya."


" si kembar mau makan siang kan."


" iya nya. Bahkan kali ini mereka meminta untuk makan sendiri. Tanpa di suapi nya."


" oh alhamdulillah makasih ya mba."


" ya sudah assalamualikum."


" waalaikumsaalam."


Aulia mematikan telfonya dan mulai makan.


" dokter aulia boleh saya duduk di sini. Soalnya di tempat lain udah penuh."


Aulia celingak-celinguk memang sudah penuh tinggal di dekatnya lah yang kosong.


" iya silahkan dokter." aulia tersenyum.


Hmm manisnya batin ronald tersenyum.


Aulia hanya fokus pada makanannya, tanpa mempedulikan ronald yang sedari tadi meliriknya dan menyantap makanannya.


" ikh...kok dokter ronald deketin si dokter aulia. Kan banyak masa iya dokter aulia lagi dan lagi sih." bisik salah satu suster disana.

__ADS_1


" iya mana si dokter ronald curi-curi pandang lagi."


" iya mungkin dia nggak tahu kalau dokter aulia punya suami lebih ganteng dari dia." kata dokter laki-laki yang tidak terima dokter ronald mendekati aulia. Dia juga salah satu penganggum aulia.


" hmmm dokter aulia beruntung banget sih di rebutin orang-orang tampan. Pengen deh."


" iya bener dia mulu deh padahal kan kita juga cantik meskipun kalah dari cantiknya dokter aulia."


" udah udah ngibah mulu loe. Bilang didepannya kalau iri."


" huh. Apaan sih loe."


Aulia yang memang tidak mendengar bisikannya. Tapi dia tau persis kalau mereka kali ini membicarakannya, tapi bukan aulia namanya kalau peduli dengan hal semacam itu. Dia mah berfikir untuk tidak marah karena kalau dia marah, jadi berkata lain dong pahala udah di bagi jangan di tolak pikir aulia.


Selagi mode wajar aulia tidak mempermasalahkannya.


Selesai makan siang aulia kembali keruanganya dan bersiap-siap untuk kembali bekerja. Setiap pasien yang di periksa aulia tersenyum manis kagum akan kecantikannya tidak hanya pria tapi wanita pun tutur kata yang lembut membuat beberapa orang banyak yang memilih di periksa aulia.


Sekarang jam 4 aulia bersiap-siap untuk pulang. Saat keluar ruangan telah ada dokter ronald yang bersandar di tembok tepat di depan pintu ruangan aulia.


Ronald berharap aulia menyapanya. Tapi apa yang di harapkan tidak terjadi, aulia hanya tersenyum dan berlalu pergi.


Hmm menarik, cuma senyum. batin ronald lalu berlari menghampiri aulia.


" hay dokter aulia, mau pulang yah."


" iya ini lagi nunggu jemputan."


" mmm nunggu siapa, suami, pacar atau apa." ucap ronald, baru saja aulia ingin menjawab tapi aldi telah datang.


" ehh dia udah datang aku pergi dulu yah assalamualikum."


" waalaikumsalam."


Siapa yah jemput dokter cantik manis itu. Pacar, tunangan, suami atau hanya supir. Harus cari tau tentang dia nih. Batin ronald


Aldi yang melihat aulia sedang ngobrol dengan ronald dia diam menunggu aulia sendiri yang berbicara.


" tadi dia cuma nanyain mau pulang, aku bilang iya nunggu jemputan terus dia bilang lagi suami, pacar atau apa. Aku nggak sempet jawabnya karena kamu udah datang. Udah itu doang." kata aulia yang memang sudah menghafal aldi bagaimana. Dia tahu jika aldi melihatnya berbincang atau bersama dengan laki-laki dia akan diam dan menunggu penjelasan darinya.

__ADS_1


__ADS_2