
" aulia ini aku ervin maafin kesalahan aku yah. Aku sadar ternyata cinta aku ke kamu itu bukan sebagai seorang kekasih melainkan seorang saudara. Aulia...aku nggak tahu apa aku pantas jadi kakakmu kau adalah wanita hebat, wanita kuat kau mempunyai segalanya. Maafin aku yah aulia...." kata ervin
" nak kamu adalah anak papa. Maafin papa tidak memberimu kasih sayang sebagai orang tuamu. Tapi papa yakin kamu nggak pernah kekurangan kasih sayang seorang bapak karena ayahmu yang begitu sabar dan penyanyang kepada semua orang. Papa hanya ingin sesuatu kamu panggil saya dengan sebutan papa bukan om ya nak.Tapi jika kamu nggak bisa terima papa rela nak karena kamu bahagia tanpa papa." kata papa raymond.
" intan aku beruntung memiliki kamu, kamu itu penyanyang, aku tahu kamu itu kuat. Aku yakin kamu terima ini kan. inilah takdir intan, aku yakin kamu itu hanya takut kehilangan orang-orang terkasihmu, takut mereka tidak menyukaimu tapi tidak aulia kita sayang sama kamu. Kamu harus sadar lihatlah bagaimana kami akan senangnya,bahagia kamu harus kembali ke dunia dimana kamu itu hidup bersama orang-orang yang mencintaimu. I LOVE YOU FOREFER." kata aldi.
"ibu,ayah,kak, teman-teman, aldi, kalian dimana aku akan kembali. Tapi aku nggak tahu caranya kalian dimana." teriak aulia.
Tiba-tiba muncul beberapa orang mendekatinya.
" mama rina, salsabilla." aulia berkeringat dingin.
" nak makasih yah kamu sudah mau hidup bersama aldi, makasih kamu udah maafin mama."
" makasih kamu sudah mewarnai hidup aldi." kata mama yang kini berada didekapan aulia.
" kakak aulia. Kakak cantik harus pulang kak aldi dan yang lain menunggu kakak pulang." kata salsabilla.
" iya nak kamu harus pulang, berbaliklah lihat cahaya sana dan kau akan menemukan jalan pulang. Ingat jangan berbalik ataupun menengok kebelakang ayo nak."
" iya ma." jawab aulia tersenyum
Aulia menuruti perkataannya dia terus berjalan kearah cahaya itu tanpa menengok kebelakang lagi.
Aulia belum juga sadar padahal sebentar lagi malam tapi aldi melihat air mata aulia jatuh.
" intan... Intan kenapa kamu nangis. Apa intan sudah sadar. Tolong panggil dokter." perintah aldi. Aris langsung memanggil dokter.
Semua orang senang sudah ada pergerakan dari aulia.
" bagaimana dok kenapa intan sepertinya menangis."
" sepertinya nyonya muda sedang bermimpi. Tuan tenang aja nyonya pasti sebentar lagi sadar, tuan hanya perlu banyak berdoa supaya nyonya segera sadar." kata dokter menjelaskan
" iya dok makasih." aldi tersenyum bahagia begitu juga yang lainnya menunggu aulia sadar.
Hari semakin larut malam aulia belum juga sadar. Hanya tinggal aldi, reza dan ervin yang terjaga menunggu aulia sadar. Tapi bahkan jam 2 aulia belum juga sadar ketiga orang itu yang sudah merasa kepalanya berat akhirnya tidur.
Pada saat sekitar jam 6 aulia baru sadar dia melihat sekelilingnya. Begitu banyak orang yang sedang tertidur pulas. Aulia melihat aldi yang sedang memeluk tubuhnya aulia tersenyum.
Mereka semua terlihat lelah apa mereka menungguku sadar, berapa hari aku pingsan, pasti mereka kelelahan batin aulia.
Aulia memindahkan tangan aldi sangat pelan supaya dia tidak terbangun.aulia langsung bangun dari tidurnya. Meski keadaanya masih belum stabil dia tetap berdiri dan berjalan keluar ruangan itu.
Aulia melihat dokter tania dia memanggilnya.
" dokter, dokter tania."
__ADS_1
" loh nyonya muda bisa disini." kata dokter tania dia terbengong melihat aulia ada di sana.
" iya dok, tolong ambilin kursi roda."
" iya nyonya tunggu sebentar." kata dokter tania meskipun masih heran karena aulia ada disitu.
" ayo nyonya ini kursinya."
" makasih dok"
" biar saya temanin ya nyonya."
" iya."
Dokter tania membawa aulia keluar. Dia membawa aulia di taman rumah sakit itu.
" makasih ya dok"
" iya nyonya. Oh iya kenapa nyonya tadi bisa keluar."
" saya tadi baru sadar. Saya langsung keluar. Saya mau menikmati udara pagi aja dok."
" owh... Tapi gimana kalau ada yang cari nyonya."
" mereka akan menemukan saya disini."
Ponsel dokter tania berbunyi.
Dokter tania mengangkatnya dan seketika kaget.
" ya sudah saya ke situ sekarang." kata dokter tania
" nyonya saya ada urusan didalam...."
" ya sudah kamu masuk aja urusin pasien, aku nggak apa apa."
" tapi sebelum itu bawa aku ke sana."
" tapi ini mau hujan nyonya."
" bawa saja."
" baik nyonya." dokter tania membawa aulia di tengah-tengah taman.
" disini nyonya." tanya dokter dan dibalas anggukan dari aulia.
" iya makasih ya... Kamu boleh pergi."
__ADS_1
" iya nyonya permisi."
Aulia terus memandangi langit hingga hujan turun dari gerimis menjadi hujan cukup deras dia tetap memandangi langit dengan air hujan membasahi dirinya.
Sementara itu....
Ibu bangun duluan tepat jam 6.40. Ibu langsung histeris tidak melihat keberadaan aulia. Sehingga membuat semua orang terbangun.
" akh........" teriak ibu Membuat semuanya terbangun.
" ada apa bu?. Intan kemana." kata aldi terkejut.
" lia dia kemana. Dokter...dok" teriak reza.
" iya tuan nyonya." kata salah satu suster.
" dimana dokter tania."
" dokter tania sedang merawat pasien lain tuan."
" aulia mana kenapa dia tidak ada di tempat tidurnya. Apa dia di pindahkan....atau apa katakan." teriak resa panik
"tenang reza, ayo kita cari aulia nak." kata ayah yang juga agak panik.
Semua orang panik mencari aulia. Bahkan diatara mereka tidak ada yang berpikiran jernih.
" intan....kamu dimana."
" aulia"
Begitu terus sampai dokter tania mendekati mereka.
" maaf tuan nyonya. Jika kalian mencari nyonya muda aulia dia sedang berada ditaman belakang." kata dokter tania.
" hah.dia udah sadar" kata mereka serentak plus kaget tapi aldi langsung berlari ketaman belakang.
" iya tuan nyonya dia baru sadar langsung keluar dari kamarnya, untung saya menemukannya dan nyonya meminta di bawa ke taman."
" ya udah makasih ya dok."
Mereka semua berlari ke belakang.
Aldi telah sampai duluan matanya terus mencari keberadaan istrinya. Dan matanya berhenti melihat gadis cantik menggunakan kursi roda yang sedang menatap langit.
" intan..." lirih aldi yang tanpa pikir panjang langsung mendekati aulia.
Aldi memengang wajah aulia dengan kedua tangannya dan memandang wajah cantiknya dan kemudian aulia menatap wajah aldi mata mereka saling beradu cukup lama. Dan tidak lama reza dan yang lainnya sudah datang,melihat mereka tapi tidak mendekatinya. Mereka membiarkan aldi dan aulia berdua.
__ADS_1