
" hehehe saya memang begitu dok, nggak peduli dengan berita-berita gitu." ucap Ronald terkekeh dan melihat Aulia dan Aulidia bergantian.
" hemm kenapa lihat-lihat kita cantik, iyalah." ucap Aulia.
" hmm...oh iya kalau begitu kenalin saya Ronald. Dokter Ronald." ucap Ronald mengulurkan tangannya.
" Sinta Aulidia Syamsul panggil saja lidia." ucap Aulidia tersenyum tanpa membalas uluran tangan Ronald.
" hmm iya..."
Sama saja ternyata kenalan tanpa uluran tangan hmm...kalau nggak dapat Dokter Aulia kembarannya pun jadi. batin Ronald.
" jadi bagaimana bedain kalian." tanya Ronald.
" hmm nggak lihat kita bedanya. Wajah Aulidia tirus dan wajahku pipiku cubby." ucap Aulia.
" oh iya hmm..."
" ahh udah makan jangan nanya mulu dok. Makanya lihat internet atau nggak televisi biar nggak bingung lagi."
" hmm iya dokter." ucap Ronald malu.
" dan kamu Citra, lidia mau ketawa, ketawa aja kali pasti baru lihat Manusia kuno kan, iyakan dokter nggak apa apa kalau mereka ngetawain dokter." ucap Aulia.
" hmm iya ketawa aja jangan di tahan." ucap Ronald.
Aulidia dan Citra akhirnya melepaskan tawanya, sedangkan Aulia hanya tersenyum.
Hmm manis juga kalau ketawa gini. Apa dia juga akan sesulit kembarannya. batin Ronald sambil melirik Aulidia tersenyum smirk sementara itu Aulia yang melihat Ronald melirik Aulidia hanya geleng-geleng kepala.
Dasar ya laki-laki... Nggak di peduliin sama aku. Ketemu kembaran jadi inceran lidia. Kasian banget lidia...tapi aku untung setidaknya fansku berkurang hahaha maaf saudara kembarku... batin Aulia terkekeh.
Triit triit...
__ADS_1
Aulia mendapat Vidio call dari Aldi...
Pura-pura ngambek ahh. batin Aulia.
" Assalamualikum. Ada apa." ucap Aulia mengangkat vidio call Aldi lalu meletakkannya di meja sehingga yang di lihat Aldi adalah langit-langit resto.
" Waalaikumsalam. Kok gitu sih, aku vidio call mau lihat muka seorang dokter cantik kayak kamu bukan langit resto." ucap Aldi.
" malas lihatin muka kamu." ucap Aulia.
" kenapa??" tanya Aldi.
" menurut kamu apa?" tanya Aulia balik.
" nggak tahu lah. Intan ada apa sih." Aldi mulai kesal.
" matiin aja lagi makan." ucap Aulia.
" ntah..." ketus Aulia.
" ya ampun kalau aku nggak sibuk langsung terjun ke situ. Malah kerjaan di tambah sama surat kamu lagi." ucap Aldi.
" kalau nggak kepo sama isinya nggak usah di cari artinya." ucap Aulia.
" justru aku kepo banget malahan. Mau baca dan tahu artinya. Aku mau lihat seberapa bucinnya kamu ke aku." ucap Aldi tersenyum.
" hehehe memangnya aku udah bilang itu surat cinta pret..." ejek Aulia.
" terus surat apa dong." tanya Aldi.
" hmmm apa yah...hmm cari tahu aja sendiri."
" astaga istriku, mama anak-anakku, sahabatku ini suka banget bikin penasaran."
__ADS_1
" iyalah."
" huftt ya udah deh. Udah dulu , assalamualikum."
" waalaikumsalam."
" cielah surat emangnya surat apa." goda Citra.
" k e p o. Kepo." ucap Aulia.
" ya ternyata seorang Aulia bucin juga. Hahhaa padahal kalau depan suami malu-malu gimana gitu." kata Citra lagi.
" bukan malu tapi gengsi." kata Aulidia.
" apaan sih gila kalian."
" yee jangan malu gitu. Dan kenapa artinya kudu di cari, emang pake bahasa apaan. Bahasa jerman, inggris, korea atau apaan." tanya Citra.
" jauh banget pikirannya. I love you Indonesia jelas pake bahasa yang ada di Indonesia." ucap Aulia.
"bahasa apaan, bahasa sunda, jawa,atau apa."
" hmm aku itu kemarin tertarik dan kepikiran dengan bahasa orang Makassar jadi pake bahasa bugis." ucap Aulia.
" emang fasih sama bahasa itu."
" elleleh kayak baru seminggu kenal aja jelas aku tahulah. Aku itu fasih semua bahasa yang ada di Indonesia iyalah Aulia kan pinter..."
" Astaga muji diri sendiri hebat..."
" iyalah. Udanih makannya balik ke rumah sakit ayo. Lidia kita pulang bareng tungguin oke diruangan aku, atau jalan-jalan sapa orang disana juga nggak apa-apa yang penting kita pulang bareng." ucap Aulia.
" siap bos." ucap Aulidia.
__ADS_1