Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
KEDUA KALINYA


__ADS_3

Di rumah Aldi...


Para sahabatnya telah menunggu kedatangan Aldi. mereka belum sempat menemuinya sewaktu sadar.


" Aldi apa kau tidak ingat ini rumah siapa. " ucap Papa Kifli membuat Aldi menggeleng.


" ya sudah kita masuk. kita akan tinggal di sini. " ucap Papa Kifli.


Aldi mengikuti langkah kaki Papa Kifli dan melihat Teman-temannya berada di ruang tamu sambil tertawa.


" papa siapa mereka. kenapa ada di sini. " ucap Aldi.


" mereka teman-temanmu datang menyengukmu. " ucap Papa Kifli.


" tapi aku tidak mengenal satu orang pun di sini. " ucap Aldi.


" nggak usah di pikirkan nak. Ayo sapa mereka. " ucap papa Kifli.


" akh malas aku mau istirahat di mana kamarku. " ucap Aldi.


" hmm baiklah."


" eh Aldi udah ada di sini.. udah pulih bro. " ucap Aris merangkul Aldi.


" jangan menyentuhku aku tidak mengenalmu. " ucap Aldi menepis tangan Aris. Aris dan yang lainnya hanya menghembuskan nafas ternyata sebelum mengenal Aldi dia sangatlah kasar.


" papa mana kamarku. " ucap Aldi


" pak Alex tolong bawa Aldi ke kamarnya yah. " ucap Papa Kifli yang diangguki pak Alex.

__ADS_1


Saat menaiki beberapa tangga Aldi berpapasan dengan Aulia, Aulidia, dan sahabatnya yang lain.


" kenapa kau ada di sini. dan berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan bahkan saudara kembarmu sendiri." ucap Aldi melihat Aulia dan Aulidia bergantian, lalu menatap tajam ke Aulia.


" kenapa kau ada di sini pergi dari kehidupanku perempuan gila. " ucap Aldi penuh kebencian menatap Aldi.


" Aldi kenapa kau seperti ini hiks.. hiks.. " ucap Aulia menangis.


" kenapa, kau sendiri tahu lebih baik pergi dari sini jangan muncul di hadapanku lagi. " ucap Aldi.


" nggak, ucap aku nggak akan pernah pergi dari sini, meskipun ini rumah ini di beli papamu aku akan tetap di sini mau kau sekasar apapun padaku. " ucap Aulia.


plakkk.


tamparan Aldi ke Aulia. " dasar wanita gila apa kau tidak punya tempat tinggal sampai harus berada di sini hah. " ucapan Aldi melengking.


tamparan Aldi cukup keras tapi Aulia tidak bergeming. dia menangis mendengar ucapan setiap kata Aldi yang terlihat begitu membencinya.


" Aku nggak apa. "


" mama... " teriak Adit dan Alif membuat Aulia segera menghapus air matanya.


" sayang kalian sudah bangun. " ucap Aulia, Adit dan Alif berjalan mendekati Aulia langsung mengendong kedua anaknya.


Adit dan Alif menatap Aldi, mereka ingin memeluknya tapi Aulia sudah menjelaskan kalau saat ini papanya nggak ingat dengan mereka, untungnya mereka bisa paham.


" Aldi kenalin ini anak-anakku ini Adit dan ini Alif. " ucap Aulia memperkenalkan anak mereka.


" ehmm dasar wanita gila. " ucap Aldi meninggalkan Aulia dan yang lainnya berjalan menuju kamarnya yang di ikuti pak Alex.

__ADS_1


Setelah kepergian Aldi, Aulia kembali berbicara dengan anaknya. " sayang ingat yah kalau kalian mau panggil papa panggil dengan sebutan Om yah.. " ucap Aulia lembut.


" iya mama. " ucap Adit dan Alif.


" anak pintar." ucap Aulia. " ya udah kita turun yuk adek-adek kalian pasti sudah menunggu di bawah. " ucap Aulia yang membuat Adit dan Alif mengangguk.


Aulia menuruni tangga di ikuti sahabatnya. menyapa semuanya dengan senyuman palsunya.


" Aulia kamu yakin nggak mau tinggal sama kakak dulu. " ucap Reza.


" nggak usah kak kan anak-anak juga nggak mau, papa juga nggak mau jauh dari cucunya. " ucap Aulia tersenyum.


" huftt kau ini.. keras kepala terus kenapa dulu kau meninggalkan Aldi sekarang kau malah bertahan. " ucap Reza.


" dulu Aldi kan masih waras. sekarang waras tapi lupa apa yang terjadi. " ucap Aulia berusaha tersenyum.


" huftt sudahlah yang penting kamu bisa. " ucap Reza, Aulia hanya tersenyum.


" Aww. " Aulia memengang pipinya yang saat ini di kompres Ervin..


" kakak main tempelin aja sakit nih. " ucap Aulia.


" jika Aldi menamparmu lagi aku yang akan menamparnya juga. " ucap Ervin


" da di jika kakak menampar Aldi, aku yang akan menampar kakak. kakak pernah kan rasanya itu. " ucap Aulia.


" kau ini, berani sekali kau pikir tamparanmu itu tidak sakit butuh hampir 2 hari menghilangkan rasa nyerinya. " ucap Ervin.


" makanya jangan lawan aku. " ucap Aulia tersenyum. Ervin tidak menjawab.

__ADS_1


ini yang kedua kalinya Aldi menamparku apa ada yang selanyutnya huftt nggak nggak. batin Aulia.


__ADS_2