Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
SUPIR GANTENG KAN


__ADS_3

" hah nggak apa deh lagian supirnya ganteng kan terus itu pasti pangeran hati kamu kan."


" hmm bukan..."


" terus siapa kalau bukan aku yang kamu bilang." tampang polos Aldi muncul.


" supir yang tadi pagi main cium aja di tempat umum. Assalamualaikum aku tunggu." ucap Aulia langsung mematikan telfonnya.


" hahaha waalikumsalam." Aldi tertawa.


Aldi segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit. Aldi baru sampai di rumah sakit, dan baru beberapa langkah Aris juga sudah ada di sana.


" woii...jemput istri bro. Emang Aulia loe udah ijinin kerja." ucap Aris.


" waalaikumsalam."


" hehehe Assalamualaikum."


" hmm waalaikumsalam. Iya meskipun habis paksa sama Intan." ucap Aldi.


" owhh..." Aris mangut. " kita jemput mereka di ruangan Aulia lagi nih." tanya Aris.


" nggak usah kita ada di sini." ucap Aulia.


Citra langsung mencium punggung Aris, tapi tidak begitu dengan Aulia dia menatap Aldi dan menyipitkan matanya tanpa kata langsung masuk mobil dengan menarik tangan Aulidia.

__ADS_1


" rasain ngambek tu." ejek Citra


" kalau ngambek dia nggak ngangkat telfon gua dari tadi." ucap Aldi.


" memangnya Aulia kenapa." tanya Aris.


" tadi pagi waktu Aulia udah turun dari mobil Aldi, Aldi panggil Aulia ehh ternyata maksud Aldi itu mau nyium bibir Aulia mana di tempat umum jelaslah Aulia marah." ucap Citra.


" ooww pantesan aja....kalau kamu yang aku cium di tempat umum marah nggak." ucap Aris dengan senyuman nakalnya.


" iyalah itu tu buat malu aja." ucap Citra berusaha menghindar dari senyuman nakal Aris yang jika seperti itu Citra akan langsung tergoda. Aris tertawa melihat tingkah Citra yang begitu lucu.


" udah ayo pulang." Aris merangkul Citra.


" terserah mau nganggep apa." ucap Aulia.


" hmm mau diemin aku aja tapi kalau di rumah langsung di serang." goda Aldi, Aulia yang mendengar ucapan Aldi langsung menoleh ke arahnya dan menatapnya tajam sedangkan Aulidia tertawa mendengarnya.


"eh lidia kamu nginap di rumah kak Reza kan."


tanya Aulia.


" iya ibu sama ayah juga gitu." ucap Aulidia.


" hmm oke...ehh jalan kita anterin lidia dulu." ucap Aulia. " atau kita naik taksi aja nih."

__ADS_1


" iya nih kita jalan sekarang nggak usah pake taksi." ucap Aldi.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara. Aulidia yang merasa tidak enak karena mungkin dia ada pasangan konyol di depannya memilih diam.


" kok kalian diam aja...pasti karena aku kan, aku ada di sini jadi kalian diem aja." ucap Aulidia.


" apaan sih lid nggak lah ya emang kalau lagi begini kita itu ngobrol tapi juga sering diem begini. santai aja kali." ucap Aulia tersenyum.


" bener lidia...kalau Intan lagi ngambek atau se jenisnya ya kita diem kayak tadi." ucap Aldi.


" oww hmm bagus deh kirain gara-gara aku." ucap Aulidia. " oiya Aldi tadi denger-denger kamu dapat surat dari Lia, boleh aku baca." tanya Aulia.


Aldi melihat ke istrinya. " udah kasi aja kalau lidia ngerti berarti kamu itu emang ****." ejek Aulia.


" hmm...ini lid." Aldi memberi suratnya.


Aulidia membaca surat itu dan sesekali tersenyum bahkan tertawa. " hhaha bucin parah." ucap Aulidia tertawa.


" kamu ngerti lidia." tanya Aulia.


" ngertilah...aku itu pernah tinggal di makassar hampir 6 tahun, jadi kayak gini ngertilah." ucap Aulidia kembali menyerahkan suratnya.


" tu kan bucin berarti surat cinta...wa hahaha ntar di rumah langsung cari artinya nih." ucap Aldi.


"hmm silahkan. selamat berjuang." ucap Aulia.

__ADS_1


__ADS_2