
Triit triit triit
Ponsel Aulidia berbunyi telfon dari Yoga. Aulidia melotot melihat Yoga menelfonya, dan untung saja saat ini Aulia dan Citra telah kembali bekerja.
Tenang Lidia ini cuma telfon. batin Aulidia.
" Halo Assamualaikum." ucap Aulidia.
" waalaikumsalam Lidia. Lagi ngapain."
" nggak ngapa-apain sih ini cuma di ruangan Aulia nungguin dia." ucap Aulidia.
" ow emm jalan-jalan yuk." ajak Yoga.
" hah..." Aulidia kaget.
" nggak bisa yah...kalau nggak bisa nggak apa kok."
" emm aku izin sama Aulia dulu."
" oh oke aku tunggu depan rumah sakit."
" iya. Assalamualikum."
" waalaikumsalam."
"huft. gimana nih aaa bikin pusing aja deh." ucap Aulidia keluar ruangan dan mencari keberadaan Aulia.
" Aulia." panggil Aulidia saat melihat Aulia.
" hmm iya." ucap Aulia.
" anu ee itu mm apa ya aduh ikh ee." ucap Aulidia.
" apaan sih lid.." ucap Aulia.
__ADS_1
" aku mau ee keluar jalan-jalan dulu. boleh?" ucap Aulidia pelan.
" astaga gitu doang ya udah sana tapi hati-hati yah." ucap Aulia.
" siap bos. assalamualikum." ucap Aulidia langsung pergi.
" waalikumsalam."
Saat keluar dari rumah sakit Aulidia melihat Yoga di luar sana. tapi...
Bruuk
Aulidia di tabrak seseorang yang bertubuh agak kekar dan dia juga seorang dokter. Dokter itu langsung menangkap tubuh Aulidia agar tidak jatuh ke lantai. Yoga melihat hal itu langsung menghampiri mereka dengan ekspresi datar, dingin.
" ekhmm." deheman Yoga sehingga membuat Aulidia kaget dan segera membenarkan posisinya.
" maaf Aulidia tadi nggak sengaja nabrak." ucap dokter itu sambil tersenyum, Aulidia tidak menjawab dia melirik kemudian tersenyum tanda ia tidak apa-apa.
" ayo jadi jalan kan." tanya Yoga sambil memengang tangan Aulidia.
" mau jalan ke mana." tanya Dokter itu dan memengang tangan Aulidia sebelahnya.
" kita mau jalan ke mana pun bukan urusan anda dokter. jadi tolong tangan anda lepasin." ucap Yoga menekan suaranya menahan emosi.
" emm." dokter itu tersenyum meremehkan.
Aduh ini drama apaan sih, kenapa aku ikutan. batin Aulidia.
" Lidia jika kamu mau jalan aku tunggu 5 menit di parkiran." ucap Yoga melepaskan tangan Aulidia dan pergi dalam keadaan wajah merah karena marah.
" ehh Yoga aku mau pergi kok. Tunggu." ucap Aulidia tapi Yoga tidak menghentikan langkahnya.
" aduhh maaf dokter Ronald tolong di lepasin." ucap Aulidia.
Ya dokter yang menabrak dan memengang tangan Aulidia tidak lain adalah Dokter Ronald.
__ADS_1
" memangnya kamu mau ke mana." tanya Ronald.
" aku mau jalan sama Yoga kan denger sendiri." ucap Aulidia. " tolong di lepasin ke buru dia pergi." ucap Aulidia dengan tatapan memohon.
" ya kalau dia pergi. Kita aja yang jalan bareng." ucap Ronald tersenyum.
" hah..tapi aku udah janji duluan sama Yoga tolong di lepasin." ucap Aulidia berusaha melepaskan tangannya. Tapi Ronald seakan tidak peduli dia tetap memengang tangan Aulidia agar tidak lepas.
" dokter tolong lepasin saya sebelum saya bertindak kasar, sebelum saya menghancurkan wajah tampan dokter itu." Aulidia mulai emosi.
" jadi saya tampan yah...saya lebih tampan kan dari orang yang tadi." ucap Ronald tersenyum, Aulidia hendak menampar Ronald tapi dengan cepat Ronald menangkap Aulidia dan menyandarkan tubuh Aulidia di dinding, lorong rumah sakit yang sepi tanpa ada orang satu pun di sana membuat Ronald segera mencium bibir Aulidia. Tentu saja Aulidia membrontak tapi tenaganya tak mampu mengalahkan Ronald. Tapi tak berlangsung lama..
Bruk...
Ada yang menarik baju Ronald lalu mendorongnya.
" berani sekali kau mencium Lidia, apa kau mau hancur hah." teriak oramg itu yang tidak lain adalah Aulia.
Dan soal Yoga dia sudah pergi dalam keadaan marah,karena menunggu Aulidia yang begitu lama dan tak kunjung datang.
" dengar ya dokter riwayat ke dokteranmu cukup sampai di sini. Kau sudah melecehkan saudaraku, dan aku tidak akan tinggal diam saja." ucap Aulia dengan sorotan mata penuh amarah.
" kenapa dokter Aulia, apa karena Tuan Aldi adalah suamimu dan kau bisa bertindak seenaknya saja." ucap Dokter Ronald.
" seenaknya saja. Kau yang bertindak seenaknya saja. Selama ini aku nggak pernah melarang dokter mendekati Aulidia tapi apa yang dokter lakukan tadi sungguh tidaklah wajar." ucap Aulia.
Dokter Ronald berdiri dan mendekati Aulia yang sedang berdiri di samping Aulidia yang hendak menenangkannya meskipun dia sudah tersulut emosi.
Kini dokter Ronald berada di depan Aulia dan hendak melakukan yang sama seperti yang dilakukannya pada Aulidia.
Saat Ronald mendekatkan wajahnya, Aulia memukul perut Ronald begitu keras, sehingga membuat Ronald kesakitan.
" apa yang mau kau lakukan. Kau juga mau mencium ku. Hah." Aulia menyerang Ronald dengan berbagai serangan, membuat Ronald tidak bisa melawan ataupun mengelak karena kelihaian Aulia.
" selama ini aku nggak pernah kan perlihatkan diriku soal ini. Tapi sekarang kau lihat kalau aku bisa saja membunuhmu. Ronald." ucap Aulia yang kini terakhir menendang perut Ronald dan membuatnya jatuh tersungkur.
__ADS_1
Dan Dokter pun sudah berdatangan dan berkumpul di tempat itu.