Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
Jahil dan tanda-tanda


__ADS_3

Mereka semua mencari di internet dan benar saja nggak ada di sana kalau pun ada hanya judulnya saja yang sama.


" bener nggak ada sumpah kalian keren banget ciptain lagu." kata beni mengacungkan jempol.


" kamu memang hebat dek." kata reza memeluk aulia.


" iya dong intan aulia syamsul gitu loh." kata aulia songong


" ehh kalian jangan ada yang copy cara gua yang tadi buat senengin pasangan." kata aldi melihat semuanya.


" wahhh pelit loe bro." kata yoga.


" eeh pake cara sendiri dong."


" iya iya iya aldi." jawab para kaum adam.


Sedangkan para kaum hawa atau cewek-cewek tersenyum mungkin berharap dia juga dapat perlakuan yang sama.


" ehh napa senyum-senyum ayo duduk. Aku tau pasti kalian kesini mau jahilin kita awalnya tapi ehh malah kasih sanjungan." kata aulia


" hah kok tau." jawab mereka serentak.


" kalian ya bener-bener ganggu." kata aldi.


Setelah berdebatan dan acara mereka selesai. Mereka langsung pulang dengan mobil masing-masing. Eh maksudnya aulia sama aldi, Aris sama citra, Reza sama bulan, yoga sama laura, beni sama mita, dan doni sama cici.


Dirumah....


" assalamualikum." kata mereka serentak.


" waalaikumsalam kalian udah pulang." jawab orang tua mereka


" iya. Capek banget huh." kata aulia langsung duduk dekat ibunya setelah menyalami ketiga orangtuanya yang diikuti teman-temannya.


" biasanya kamu nak paling antusias diantara mereka kenapa sekarang kamu kayak paling capek." tanya ibu ana.


" nggak tau bu. Huh capek aja." kata aulia.


" kalian udah makan malam belum." tanya ibu lagi


" udah bu tadi kita makan di restoran aris."


" oh iya bagus deh."


" oh iya nak besok ayah, ibu,sama papa mau balik di bandung. Kita akan menetap di sana."


" apa!!! kok gitu sih." kata aulia kaget langsung berdiri.


" ibu sama ayah mau ninggalin aulia sendiri gitu sama anak jahil." kata aulia kaget karena tidak terima.


" enak aja anak jahil. Duduk dulu dengerin mereka." kata aldi menarik aulia dan langsung memeluknya.

__ADS_1


" iya nak ibu mau pulang ke bandung sama ayah dan papa kifli tapi kalau kak reza nggak tahu dia belum kasi keputusan." kata ibu pada aulia. Aulia langsung menoleh ke reza.


" kak reza nggak pulang kan. Nggak apa apa deh kalau kak reza jahilin lia setiap hari yang penting kakak nggak pulang." kata aulia hendak menghampiri reza tapi nggak bisa karena masih di peluk aldi.


" ihh aldi lepasin dulu nggak tahu kondisi banget sih." kata aulia berusaha lepas tapi tenanganya tidak mampu mengalahkan aldi.


" udah dek terima aja loe diapain aldi." kata reza dan yang lainnya terkekeh.


" ih jangan ketawa ini tuh darurat. Ayah,ibu dan papa mau pulang ke bandung. Malah di ketawain." kata aulia memayunkan bibirnya dan masih dalam pelukan aldi.


" eh kak reza nggak pulangkan. Yang serius." tanya aulia pada reza.


" maaf ya lia kakak bakalan pulang sama ibu besok. Soalnya kakak mau urusin pernikahan kakak di bandung terus bulan maunya nikah di sana. Tempat kelahirannya." jelas reza yang juga merasa berat meninggalkan aulia apalagi aulia tidak akan mempermasalahkan kalau ia jahil.


" kok gitu sih aaa."


" maaf ya lia kalau kakak salah." kata bulan


" nggak apa apa kak." kata aulia tersenyum dia tidak mau bulan jadi tidak nyaman dengannya.


" ehh jangan bilang kalian semua juga mau pergi." kata aulia melototi ketiga pasangan temannya.


" mmm iya kita akan pulang ke surabaya." kata ketiga pasangan itu


" kalian tu yah nyebelin banget."


" iya kalian berdua. Pasti pergi juga aaa aris udah punya rumah di sini, citra punya apartemen. Aaa kalian jahat mau ninggalin gua sama anak kecil." kata aulia memanyunkan bibirnya.


" bener tuh dan ya di sini emangnya ada anak kecil ya memangnya kita udah punya anak." kata aldi menggoda aulia yang masih dalam pelukannya.


" ehh nggak!! kamu yang anak kecilnya." kata aulia yang wajahnya jadi merah karena ucapan aldi barusan.


" dih kenapa mukanya jadi merah gitu."


Kata aldi yang membuat semua orang ketawa.


" ih jangan di ketawain." kata aulia yang kini berbalik dan menyembunyikan wajahnya di belakang aldi.


" malu-malu rupanya." kata aldi yang menarik aulia supaya dapat melihat wajahnya yang merah.


" ihh aldi ahh aku tuh malu." bisik aulia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


" kenapa malu."


Sedangkan orang yang disekitarnya hanya tertawa terbahak-bahak dengan tingkah lucu si aulia.


" kenapa malu hah." tanya aldi sekali lagi.


" ikh.... Aldi." kata aulia.


" aku mau naik ke kamar aja deh." kata aulia hendak pergi tapi sekali lagi di tarik oleh aldi.

__ADS_1


" nggak bisa. Loe di sini." kata aldi pada aulia yang kini sudah ada dipelukannya.


" ikh.... Aldi lepasin." rontak aulia namun tidak di tanggapi.


" aldi lepasin..."


"aldi, aldi ayolah lepasin." rengek aulia seperti anak kecil.


" nggak."


" lepasin."


"nggak mau titik."


" emangnya kenapa sih."


" nggak apapa."


" aldi lepasin.... Kalau nggak di lepasin ntar.....mmm....apa yah. Ah aku mau tidur di... ngantuk." kata aulia masih berusaha lepas namun tidak di tanggapi aldi.


" kak reza bantuin. Ini adek ipar kakak lagi gila."


" nggak itukan suami kamu."


" iya...tapi...aaa udah deh."


" ibu,ayah, papa bantuin aldi udah gila nih." rengek aulia.


" itukan suami kamu."


" ikh...teman-teman kalian cantik deh tolonggin aku yah...."


" mau nologin dari suami sendiri. Bisa-bisa kita di tabok."


" ikh... Kalian yah...aldi lepasin dong." tak ada respon


" aldi kenapa sih nie anak diem...kalau tidur nggak mungkin pelukannya erat kayak gini. Aldi, aldi, aldi....." kata aulia karena melihat aldi memejamkan mata.


" iya istriku sayang kenapa manggil kamu kangen." kata aldi yang masih mengeratkan pelukannya pada aulia.


" ikh..setiap saat ketemu juga kenapa kangen. Lepasin."


" nggak mau."


Aldi yang merasa aulia diam dan orang-orang yang dari tadi ketawa karena kelakuan aldi yang mengerjai aulia habis-habisan sekejap mata langsung diam.


" kamu kenapa kok pucat." tanya aldi yang kini melepaskan pelukannya dan menatap wajah aulia.


" iya kok loe pucet sih." kata mita cemas


Tiba-tiba aulia berlari ke kamar mandi. Aldi yang cemas karena tiba-tiba istrinya itu pucat langsung menghampirinya kekamar mandi. Yang di ikuti yang lain.

__ADS_1


__ADS_2