
Soraya berdecih kesal, tapi juga bingung dengan ucapan Aulia.
Dia berjalan kembali ke meja tempatnya tadi.
" Baiklah sebelum kami menutup acara ini. Saya sebagai CEO ingin memperkenalkan pemilik perusahaan Adaf 4a grup. "
" jadi bukan anda pemiliknya. " tanya salah seorang.
" bukan... Jadi sebelum kami sebut namanya kami ingin membuat seseorang sadar terlebih dahulu. " ucap Ceo.
Masuklah seorang wanita paruh baya dan juga seorang pria sekitar 25 tahun.
" Mama... " ucap Soraya berlari memeluk ibunya.
" Soraya tadi kau bertanya apa hebatnya seorang dokter. Dokter itu pekerjaan yang bagus kalau bukan seorang dokter ataupun tim medis siapa yang akan melayanimu jika sakit, siapa yang membantu dan menggerahkan kemampuannya untuk pasiennya. " ucap Aulia.
" Nak... Kamu itu tidak boleh menghina dokter lagi, apalagi dokter Aulia dialah yang rela mati-matian membela Mama. Mama itu sudah di operasi dan itu bantuan dari Dokter Aulia. Dan kamu bisa jadi model itu karena bantuan dari dia juga. " jelas mama soraya.
Flashback on.
Saat liburan di puncak, hari yang masih sangat pagi Aulia sudah menghilang sebenarnya saat itu Aulia memang berniat keluar jalan-jalan.
Tapi baru beberapa langkah keluar dari gerbang Aulia mendengar suara minta tolong. Aulia segera menuju tempat kerumunan orang-orang di sana dan langsung membawa wanita paru baya ke rumah sakit dialah mama Soraya yang saat ini menderita penyakit kista dan membutuhkan operasi.
Aulia yang minta untuk segera di operasi di tolak mentah-mentah dokter di sana.
__ADS_1
" maaf mba tapi kepala dokter berkata jika kita harus mengutamakan pasien VIP lainnya yang sudah tentu membayar cepat. " ucap salah satu dokter.
" hey jaga ucapanmu panggil kepala dokter itu. " ucap Aulia emosi.
" ada apa ini ribut di sini. " ucap kepala dokter yang tiba-tiba datang.
" ini mba silahkan bicara kalau tidak percaya. "
" saya minta laksanakan operasi sekarang juga untuk pasien ini. "
" maaf mba dia hanya orang biasa pasti tidak mampu membayarnya. "
" heyy... Kau tidak tahu dengan siapa kau bicara hah. " emosi Aulia " untuk apa kau bersumpah dokter jika kau bersikap seperti ini. "
" maaf itu bukan urusan mu kau bukanlah siapa-siapa. " ucap dojter itu.
" kita ada pasien VIP dan mereka butuh kami juga. " ucap Dokter itu lagi.
" apa maumu kau pikir aku tidak tahu ada begitu banyak dokter di sini apa semuanya sibuk. Atau nggak kau saja yang melakukan operasi. "
" saya nggak sibuk tapi saya lelah maaf lagian kalau mereka hanya pasien biasa, jadi saya nggak bisa ambil alih. "
Brukk...
Pukulan Mendarat di perut dokter itu.
__ADS_1
" aku tanyakan lagi untuk apa kau jadi dokter jika sikap mu seperti itu hah. "
" kalian siapkan ruang operasi jika kalian masih ingin bekerja di tempat ini. "
" siapa kau hah berani berbuat onar. "
" Intan Aulia nyonya Aldi Anggara. " ucap Aulia dingin. " sebelum saya buat kalian tidak bisa bekerja di sini sebaiknya siapkan ruang operasinya, semua dokter sibuk!! biar saja yang mengoperasinya. " ucap Aulia.
Setelah mendengar perkataan Aulia dan dokter yang sudah di pukuli Aulia itu pingsan, membuat mereka segera menyiapkannya.
Semoga ini berhasil, ini operasi kecil tapi ini juga operasi pertamaku. Tapi setelah mendengar mereka rasanya aku tidak percaya jika mereka akan menyelamatkan ibu itu huftt semoga berhasil. batin Aulia memasuki ruang operasi.
Hati Aulia berdebar-debar tapi untungnya dia sudah sering mempelajari beberapa pengobatan operasi, was was itulah yang di rasakan Aulia selama berlangsungnya operasi.
Aulia bisa bernafas lega operasi berjalan tanpa kendala apapun. Usahanya membentak hampir semua dokter dan pekerja medis terbayar sukses operasi pertamanya.
Tentu senyum terukir di wajahnya, mungkin Aulia melanggar aturan karena tanpa pendamping dokter ahli dia melakukan operasi pertamanya tapi Aulia tidak peduli saat ini dia ingin menyelamatkan orang itu.
Setelah melakukan operasi, Aulia mendatangi Dokter yang sudah di pukulinya dan minta maaf karena emosi yang saat itu.
" satu hal yang kalian harus ketahui saya adalah pemilik rumah sakit ini, rumah sakit yang baru berusia 7 bulan ini Adaf 4a tanpa sepengetahuan suami saya. "
" ingat saya nggak mau ada aturan pasien VIP yang di proeritaskan tapi semua pasien harus mendapat penanganan yang adil. "
Setelah bicara panjang lebar Aulia kembali ke Villa jam 08.00 dan saat itulah dia juga bertemu Aldi.
__ADS_1
Flashback off.