
" iyalah orang kakaknya ganteng kek gini juga."
" iya nih. mulai lagi songongnya."
" ya udah silahkan di minum.saya permisi dulu."
" ehh dek duduk aja juga lagian kan ada istrinya reza juga kasian sendirian dia."
" oh yaudah kak."
Sementara itu aldi semakin panas mendengar aulia dipuji puji oleh laki-laki lain.
Di telfon...
" intan......" kini aldi wajahnya sudah memerah menahan marah. Bahkan suara aldi bisa terdengar jelas oleh teman teman reza.
" astaga masih aktif ternyata." aulia menepuk jidat.
" apa hah!! aku bakalan pulang sekarang juga. Assalamualaikum."
"wa waalaikumsalam." aulia gelagapan melihat wajah marah aldi.
Dikampus....
" eh aris ntar kalau ada dosen masuk. Bilang gua ijin mau pulang."
" cemburuan banget sih loe."
" udah nggak usah banyak ngomong. Gua pulang. Sekalian bayarin tuh makanan gua." setelah keluarnya aldi dari kantin aris dan citra saling pandang lalu tertawa melihat kelakuan aldi yang sebenarnya dari tadi menahan tawa.
Dirumah...
" aduh aldi marah lagi."
" bakalan abis loe dek."
" memangnya aldi itu siapa." kata salah seorang teman reza
" suaminya."
" owh udah nikah." mangut mangut paham.
" dia yang gua cerita baru lahiran anak kembar."
" owhh paham paham."
" bakal habis kita semua kalau marahnya kayak gitu." aulia menepuk jidat
" emangnya dia marah banget yah."
" pake banget mukanya tu udah semerah bara api panas pula."
" gila si aldi cemburuan banget."
"iya semenjak ngandung, aldi sensitif banget."
" hadeh kamu harus berusaha bujuk aldi biar marahnya reda."
" ya iyalah jangan sampai mereka korban."
" oo kalian siap-siap apa yang aldi lakuin ke kalian."
__ADS_1
" kita juga kena nih."
" mungkin."
" kakak juga kan kakak yang bawa mereka."
Baru saja reza mau membalas ucapan aulia. Mobil aldi sudah datang.
" astaga ngebut dia. Minta di rebus ini orang." kata aulia langsung berdiri meninggalkan reza dan temannya dengan wajah yang agak kesal tapi juga takut.
" nggak di samperin ntar suaminya main kasar lagi."
" enak aja loe adek ipar gua cinta sama adek gua sahabatan sejak kecil dari orok udah saling kenal mereka."
" owhh. Emangnya aldi siapa sih."
" ntar juga kalian tahu."
Di depan pintu aulia telah menunggu aldi turun dari mobilnya.
" assalamualikum. Ngapain aja."
" waalaikumsalam nggak ngapa ngapain kok. Dan kamu ngebut yah udah sampe aja gimana kalau kenapa-napa." tanya aulia yang masih agak santai melihat wajah aldi
" udah minggir aku mau temui mereka." saat itu aldi bertambah kesal dengan istrinya wajahnya sudah semerah bara yang menyala-nyala.
Aulia yang melihat wajah seram bahkan terseram aldi aulia pun ketakutan.
" me.. re.. ka ada di..da..lam..." aulia terbata-bata saking takutnya.
Aldi yang tidak sadar ekspresi aulia yang sedang ketakutan itu. Langsung mengahampiri reza dan yang lainnya, dengan tatapan dinginnya.
Aulia mengikutinya dari belakang dengan gemetaran.
" siapa yang tadi berani godain istri saya."Aldi yang marah tapi tidak ada yang menjawab.
" kenapa diam siapa yang tadi godain intan hah."
Reza kini angkat bicara. " aldi, aulia tadi cuma nyapa begitu juga mereka yang mengganggumi loe kenapa jadi begini sih."
" aku nggak perlu pertanyaan, akubperlu jawaban siapa yang sudah menggoda istri saya. jadi kak reza diam aja." kata aldi yang wajahnya semakin memerah.
" udah deh aldi nggak ada kok yang ngengombalin aulia kenapa sih." kata kak reza
" dan lihat tuh aulia jadi takut lihat ekspresi muka loe kayak begitu. Loe taukan aulia nggak bisa di bentak." tambah reza yang kini menyadarkan aldi dari kemarahannya.
Aldi menoleh ke istrinya yang sedang menunduk dan bergemetaran. Dia merasa bersalah.
intan ya ampun gua kenapa jadi begini sih. intan ketakutan banget. batin aldi
" intan maafin aku yah. Maaf. Kamu jangan takut aku nggak bakalan marah."
Aldi memeluk aulia yang tubuhnya bergemetaran karena ulahnya.
" maafin aku yah. Aku tadi bodoh."
" enggak kok aku harusnya minta maaf, bukannya sadar karena tadi kamu cuma jahil bercanda tapi aku malah anggap serius. Maaf yah."
" aku bercandanya kelewatan."
" udah kamu nggak usah takut yah. Aku nggak marah oke."
__ADS_1
" marah sih nggak apa tapi mukanya yang ganteng ini jangan di seremin. Upsss" aulia menutup mulutnya
" akhirnya ngaku juga kalau aku ganteng." jelas saja itu membuat aldi senang dan kata ganteng keluar dari mulut aulia membuatnya benar benar tenang.
" ikhh...nggak salah ngomong."
" elleh udah ngaku kalau aku ganteng masih aja malu-malu."
Aulia kini wajahnya memerah malu karena ucapannya sendiri.
" nah gitu dong. Terus ingat kita ada di sini loh jangan sampe ke bablasan." kata reza mencairkan suasana romantis aldi dan aulia.
" oh iya maaf ya soal tadi. Emosi maklumin aja baru jadi bapak."
" iya tuan kita juga minta maaf."
Tuan hmm mereka kenal gua ternyata batin aldi.
" iya." aldi menangguk dia sangatlah senang, padahal cuma di bilangin ganteng oleh aulia. haduh dasar si aldi peak.
" kamu udah makan siang kan."
" udah..."
" ya udah kita ke atas lihatin adit sama alif." aldi menarik tangan aulia
" eit... bukannya ada kuliah yah. kalau kamu pulang masih sempat kan."
" iya juga sih. tapi udalah bolos aja."
" enak aja bolos. ke kampus gih ntar papa tahu makin di ejek ntar udah jadi bapak masih sibuk berkutat dengan buku-buku mengerjakan tugas kampus."
" iya juga sih tapi nggak apalah gini gini kan udah jadi pengusaha sukses yang penting masih bisa buat nafkahin kamu."
" aldi.... udah ya kamu ke kampus aja."
" iya iya aku ke kampus."
" ya udah ayo aku anterin ke depan." mereka berjalan keluar.
" aku pergi kuliah dulu yah."
" iya."
aldi mencium kening istrinya aulia mencium tangan suaminya kemudian pipinya.
" assalamualaikum."
" waalaikumsalam."
setelah kepergian aldi, aulia kembali masuk.
" maaf yah soal tadi, aldi memang rada cemburuan."
" iya nggak apa apa."
" kamu langsung ke atas dek. kayaknya si kembar udah bangun tuh."
" emang aku mau ke atas kali kak. orang anak aku lagi nangis juga. bay." aulia pergi meninggalkan reza dan teman-temannya.
" gila ternyata suaminya aldi anggara."
__ADS_1
" wajar yang satunya cantik yang satunya ganteng serasilah."
" ya iyalah kalau nggak serasi. mana mungkin kemarin udah jebol adek gua." kata reza di selingi tawa.